Jumat, 08 Februari 2013

Naskah Pidato


Assalaamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh..
Bismillaahirromaanirrohim, alhamdulllaahirobil ‘aalamin, wa bihii nasta’iinu ‘alaa umuuriddunya waddin, washolaatu wassalaamu ‘alaa asyrofil anbiyaai wal mursaliin,, sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa sohbihi ajma’iin,, ammaba’duh
Syukur kita panjatkan pada Allah SWT yg telah member qt ni’matnya romadhon dan ni’matnya kebersamaan
Sholawat tetap pada junjungan kita, nabi besar, nabi agung, nabi akhiruzzaman, nabi Muhammad SAW, yang telah menunjukkan dari zaman kebodohan menuju zaman kepandaian, dari zaman kegelapan menuju zaman keterangan dan yg mampu merubah qt dari zaman onta menuju zaman Toyota.

Allah SWT berfirman : “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memasuki rumah yang bukan rumah kalian sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.” (QS. An Nuur (24) : 27). Dalam surat yang lain Allah SWT juga berfirman : “Jika kalian dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa).” (QS. An Nisaa’ (4) : 86)
Hadirin hadirot rohimakumullah..
Mengucapkan salam itu sunnah dan menjawabnya wajib. Dalam menjawab salam boleh melebihkan dan tidak boleh menguranginya. Barang siapa yang biasa menyebarkan salam, maka akan timbul kasih sayang dan dimudahkan ke dalam syurga, seperti disabdakan oleh Rasulullah SAW : “Kamu tidak akan masuk ke dalam surga hingga beriman dan kamu tidak beriman hingga saling mencintai diantara kamu. Sukakah saya tunjukkan sesuatu yang jika kalian kerjakan akan timbul saling cinta diantara kamu, sebarkanlah salam diantara kalian.” (HR. Muslim)
Salam adalah doa. Salam bukalah ucapan basa-basi atau sekedar sopan santun seperti ucapan “Selamat Pagi”. Bila kita mengucapkan salam, sadarilah bahwa kita sedang mendo’akan saudara kita, mengharap kebaikan dan kesejahteraannya. Ekspresikanlah salam kepada saudara kita dengan perasaan cinta, kalau perlu tambahkan dengan do’a-do’a lainnya sehingga perasaan cinta pada saudara kita itu semakin mendalam.

Dalam menyebarkan salam ada aturan-aturan yang harus dipahami oleh seorang muslim, diantaranya :
1.      Ketika memasuki rumah terdapat pada (QS. An Nuur (24) : 61)
2.      Ketika bertemu dan hendak berpisah
3.      Orang yang berkendaraan lebih dahulu salam kepada yang  berjalan kaki
4.      Yang berjalan lebih dahulu salam kepada yang duduk
5.      Yang sedikit kepada yang banyak
6.      Yang lebih dahulu salam yang lebih baik
7.      Setelah bertemu lalu terpisah (oleh pohon, dinding atau  batu diperjalanan kemudian bertemu kembali)
8.      Dianjurkan memberi salam pada anak-anak dan kaum wanita
9.      Tidak memberi salam kepada orang kafir (dilarang  mendahului orang-orang Yahudi dan Nasrani dalam mengucapkan  salam. Jika mereka mengucapkan salam kepada kita, maka  jawabnya adalah “Wa’alaikum”. Namun boleh mengucapkan salam  pada suatu majelis yang di dalamnya terhimpun orang-orang  Islam, musyrikin penyembah berhala dan Yahudi)
10.  Ketika hendak memasuki dan meninggalkan majelis
11.  Berjabat tangan (dengan muhrim/sejenis)
Sejenak saya teringat lagu “masa muda masa yang paling ber api-api, yang mauya menang sendiri, walau salah tak peduli” jadi terbisit tentang salam pada seorang wanita,, fenomena yang klasik n klise dalam dunia fatamorhana ini.. kira2, apa ya hukumnya, dan bagaimana ya cara menjawabnya…
Begini hadirin rohimakumullah..
Imam Nawawi ra. berkata : “Sahabat-sahabat kami (para pengikut mazhab Syafi’i) mengatakan bahwa perempuan memberi salam kepada perempuan seperti halnya lelaki kepada lelaki. Adapun perempuan kepada lelaki (atau sebaliknya), maka menurut Imam Abu Sa’ad Al Mutawalli:

1.       Jika perempuan itu istrinya atau budak perempuannya atau salah seorang mahramnya, maka hukumnya seperti memberi salam kepada lelaki sehingga dianjurkan salah satu dari keduanya untuk memulai memberi salam kepada yang lain dan salam itu wajib dijawab oleh yang diberi salam.
2.       Jika perempuan itu perempuan asing (bukan mahramnya), maka jika dia cantik dikhawatirkan dapat terjadi fitnah, karena itu tidak boleh lelaki memberi salam kepadanya. Kalau dia tetap memberi salam juga maka salamnya tidak berhak dijawab. Jika dia tetap menjawab salam perempuan itu maka itu suatu kejelekan baginya. Jika dia seorang perempuan tua yang tidak dikhawatirkan timbulnya fitnah maka dia boleh memberi salam kepada lelaki dan salam itu wajib dijawab.
3.       Jika perempuan itu banyak jumlahnya, maka seorang lelaki boleh memberi salam kepada mereka. Demikian juga sejumlah lelaki boleh memberi salam kepada seorang perempuan, jika masing-masing dari mereka tidak khawatir akan terjadi suatu fitnah.
Hadirin hadirot rohimakumullah…
Demikian sedikit yang bias saya ungkapkan tentang kehidupan sosial dalam masyarakat, mengucapkan salam dan menjawabnya. Sebuah kebiasaan yang tidak dapat kita hindari.
Saya mohon maaf jika ada kekurangan dan kesalahan, karena sudah kita ketahui bersama, bahwa semua kebenaran datangnya dari Allah dan semua kesalahan datangnya dari Syetan.. dan ucapan terimakasih juga tak bias saya lupakan.
Diwajibkan bagi kita semua untuk mengamalkan yang sudah kita dapat, mengucapkan salam kepada yang lebih banyak..
Hadirin rohimakumullah.. mari kita amalkan, dan tolong dijawab

Assalaamualaimum wa rohmatullahi wa barokaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar