Assalaamualaikum
warohmatullahi wabarokaatuh..
Bismillaahirromaanirrohim,
alhamdulllaahirobil ‘aalamin, wa bihii nasta’iinu ‘alaa umuuriddunya waddin,
washolaatu wassalaamu ‘alaa asyrofil anbiyaai wal mursaliin,, sayyidinaa
muhammadin wa ‘alaa aalihi wa sohbihi ajma’iin,, ammaba’duh
Syukur kita panjatkan
pada Allah SWT yg telah member qt ni’matnya romadhon dan ni’matnya kebersamaan
Sholawat tetap pada
junjungan kita, nabi besar, nabi agung, nabi akhiruzzaman, nabi Muhammad SAW,
yang telah menunjukkan dari zaman kebodohan menuju zaman kepandaian, dari zaman
kegelapan menuju zaman keterangan dan yg mampu merubah qt dari zaman onta
menuju zaman Toyota.
Allah SWT berfirman :
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memasuki rumah yang bukan
rumah kalian sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.” (QS.
An Nuur (24) : 27). Dalam surat yang lain Allah SWT juga berfirman : “Jika
kalian dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu
dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa).” (QS. An Nisaa’ (4)
: 86)
Hadirin hadirot
rohimakumullah..
Mengucapkan salam itu
sunnah dan menjawabnya wajib. Dalam menjawab salam boleh melebihkan dan tidak
boleh menguranginya. Barang siapa yang biasa menyebarkan salam, maka akan timbul
kasih sayang dan dimudahkan ke dalam syurga, seperti disabdakan oleh Rasulullah
SAW : “Kamu tidak akan masuk ke dalam surga hingga beriman dan kamu tidak
beriman hingga saling mencintai diantara kamu. Sukakah saya tunjukkan sesuatu
yang jika kalian kerjakan akan timbul saling cinta diantara kamu, sebarkanlah
salam diantara kalian.” (HR. Muslim)
Salam
adalah doa. Salam bukalah ucapan basa-basi atau sekedar sopan santun seperti
ucapan “Selamat Pagi”. Bila kita mengucapkan salam, sadarilah bahwa kita sedang
mendo’akan saudara kita, mengharap kebaikan dan kesejahteraannya.
Ekspresikanlah salam kepada saudara kita dengan perasaan cinta, kalau perlu
tambahkan dengan do’a-do’a lainnya sehingga perasaan cinta pada saudara kita
itu semakin mendalam.
Dalam menyebarkan salam
ada aturan-aturan yang harus dipahami oleh seorang muslim, diantaranya :
1.
Ketika memasuki rumah terdapat pada (QS.
An Nuur (24) : 61)
2.
Ketika bertemu dan hendak berpisah
3.
Orang yang berkendaraan lebih dahulu
salam kepada yang berjalan kaki
4.
Yang berjalan lebih dahulu salam kepada
yang duduk
5.
Yang sedikit kepada yang banyak
6.
Yang lebih dahulu salam yang lebih baik
7.
Setelah bertemu lalu terpisah (oleh
pohon, dinding atau batu diperjalanan kemudian bertemu
kembali)
8.
Dianjurkan memberi salam pada anak-anak
dan kaum wanita
9.
Tidak memberi salam kepada orang kafir
(dilarang mendahului
orang-orang Yahudi dan Nasrani dalam mengucapkan salam. Jika mereka mengucapkan salam
kepada kita, maka jawabnya adalah “Wa’alaikum”. Namun
boleh mengucapkan salam pada suatu majelis yang di dalamnya
terhimpun orang-orang Islam, musyrikin penyembah berhala dan
Yahudi)
10.
Ketika hendak memasuki dan meninggalkan
majelis
11.
Berjabat tangan (dengan muhrim/sejenis)
Sejenak saya teringat
lagu “masa muda masa yang paling ber api-api, yang mauya menang sendiri, walau
salah tak peduli” jadi terbisit tentang salam pada seorang wanita,, fenomena
yang klasik n klise dalam dunia fatamorhana ini.. kira2, apa ya hukumnya, dan
bagaimana ya cara menjawabnya…
Begini hadirin
rohimakumullah..
Imam
Nawawi ra. berkata : “Sahabat-sahabat kami (para pengikut mazhab Syafi’i)
mengatakan bahwa perempuan memberi salam kepada perempuan seperti halnya lelaki
kepada lelaki. Adapun perempuan kepada lelaki (atau sebaliknya), maka menurut
Imam Abu Sa’ad Al Mutawalli:
1.
Jika perempuan itu istrinya atau budak
perempuannya atau salah seorang mahramnya, maka hukumnya seperti memberi salam
kepada lelaki sehingga dianjurkan salah satu dari keduanya untuk memulai
memberi salam kepada yang lain dan salam itu wajib dijawab oleh yang diberi
salam.
2.
Jika
perempuan itu perempuan asing (bukan mahramnya), maka jika dia cantik
dikhawatirkan dapat terjadi fitnah, karena itu tidak boleh lelaki memberi salam
kepadanya. Kalau dia tetap memberi salam juga maka salamnya tidak berhak
dijawab. Jika dia tetap menjawab salam perempuan itu maka itu suatu kejelekan
baginya. Jika dia seorang perempuan tua yang tidak dikhawatirkan timbulnya
fitnah maka dia boleh memberi salam kepada lelaki dan salam itu wajib dijawab.
3.
Jika perempuan itu banyak jumlahnya,
maka seorang lelaki boleh memberi salam kepada mereka. Demikian juga sejumlah
lelaki boleh memberi salam kepada seorang perempuan, jika masing-masing dari
mereka tidak khawatir akan terjadi suatu fitnah.
Hadirin
hadirot rohimakumullah…
Demikian
sedikit yang bias saya ungkapkan tentang kehidupan sosial dalam masyarakat,
mengucapkan salam dan menjawabnya. Sebuah kebiasaan yang tidak dapat kita
hindari.
Saya
mohon maaf jika ada kekurangan dan kesalahan, karena sudah kita ketahui
bersama, bahwa semua kebenaran datangnya dari Allah dan semua kesalahan
datangnya dari Syetan.. dan ucapan terimakasih juga tak bias saya lupakan.
Diwajibkan
bagi kita semua untuk mengamalkan yang sudah kita dapat, mengucapkan salam
kepada yang lebih banyak..
Hadirin
rohimakumullah.. mari kita amalkan, dan tolong dijawab
Assalaamualaimum wa rohmatullahi wa
barokaatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar