Kamis, 27 Februari 2014

LAPORAN READING ASSIGNMENT TAFSIR AL MARAGHI

A. Nama Penulis Lengkap dan Nama Singkat 1. Nama Penulis Lengkap : Ahmad Musthafa bin Mustafa bin Muhammad bin Abdul Mun’im Al Maraghi 2. Nama Singkat : Ahmad Musthafa Al Maraghi Beik B. Nama Kitab Tafsir Nama Kitab Tafsirnya adalah : Tafsir Al Maroghi C. Nama Kota Penerbitan Kota Terbitnya adalah : Beirut D. Nama Penerbit Nama Penerbitnya adalah : Daarul Fikr E. Jumlah Juz atau Jilid, serta Jumlah Halaman dalam setiap Juz atau Jilid Kitab tafsir Al Maraghi terdiri dari 10 jilid, setiap jilid terdiri dari 3 juz Al Qur’an. Berikut adalah rinciannya: 1. Jilid 1 Muqoddimah : mulai halaman 3 sampai dengan halaman 10 Muroojiut Tafsiir : mulai halaman 21 sampai dengan halaman 20 a. Juz 1 1) Al fatihah : Mulai halaman 23 sampai dengan halaman 38 2) Al Baqoroh : Mulai halaman 39 sampai dengan halaman 230 3) Daftar Isi : Mulai halaman 231 sampai dengan halaman 232 b. Juz 2 1) Al Baqoroh : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 227 2) Daftar Isi : Mulai halaman 228 sampai dengan halaman 232 c. Juz 3 1) Al Baqoroh : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 95 2) Ali Imron : Mulai halaman 96 sampai dengan halaman 214 3) Daftar Isi : Mulai halaman 215 sampai dengan halaman 219 2. Jilid 2 a. Juz 4 1) Ali Imron : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 172 2) An Nisa’ : Mulai halaman 173 sampai dengan halaman 223 3) Daftar Isi : Mulai halaman 224 sampai dengan halaman 228 b. Juz 5 1) An Nisa’ : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 192 2) Daftar Isi : Mulai halaman 193 sampai dengan halaman 196 c. Juz 6 1) An Nisa’ : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 40 2) Al Maidah : Mulai halaman 41 sampai dengan halaman 173 3) Daftar Isi : Mulai halaman 174 sampai dengan halaman 176 3. Jilid 3 a. Juz 7 1) Al Maidah : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 68 2) Al An’am : Mulai halaman 69 sampai dengan halaman 217 3) Daftar Isi : Mulai halaman 218 sampai dengan halaman 222 b. Juz 8 1) Al An’am : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 96 2) Al A’rof : Mulai halaman 97 sampai dengan halaman 213 3) Daftar Isi : Mulai halaman 214 sampai dengan halaman 216 c. Juz 9 1) Al A’rof : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 160 2) Al Anfal : Mulai halaman 161 sampai dengan halaman 208 3) Daftar Isi : - 4. Jilid 4 a. Juz 10 1) Al Anfal : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 49 2) Al Baroah : Mulai halaman 50 sampai dengan halaman 185 3) Daftar Isi : Mulai halaman 186 sampai dengan halaman 188 b. Juz 11 1) Al Baroah : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 57 2) Yunus : Mulai halaman 58 sampai dengan halaman 171 3) Daftar Isi : Mulai halaman 172 sampai dengan halaman 175 c. Juz 12 1) Hud : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 110 2) Yusuf : Mulai halaman 111 sampai dengan halaman 159 3) Daftar Isi : - 5. Jilid 5 a. Juz 13 1) Yusuf : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 59 2) Ar Ro’du : Mulai halaman 60 sampai dengan halaman 121 3) Ibrohim : Mulai halaman 122 sampai dengan halaman 172 4) Daftar Isi : Mulai halaman 173 sampai dengan halaman 176 b. Juz 14 1) Al Hajr : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 50 2) An Nahl : Mulai halaman 51 sampai dengan halaman 165 3) Daftar Isi : Mulai halaman 166 sampai dengan halaman 168 c. Juz 15 1) Al Isro’ : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 112 2) Al Kahfi : Mulai halaman 113 sampai dengan halaman 179 3) Daftar Isi : Mulai halaman 180 sampai dengan halaman 183 6. Jilid 6 a. Juz 16 1) Al Kahfi : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 31 2) Maryam : Mulai halaman 32 sampai dengan halaman 92 3) Toha : Mulai halaman 93 sampai dengan halaman 172 4) Daftar Isi : Mulai halaman 173 sampai dengan halaman 176 b. Juz 17 1) Al Anbiya’ : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 82 2) Al Haj : Mulai halaman 83 sampai dengan halaman 152 3) Daftar Isi : Mulai halaman 153 sampai dengan halaman 156 c. Juz 18 1) Al Mu’minun : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 73 2) An Nuur : Mulai halaman 74 sampai dengan halaman 144 3) Al Furqon : Mulai halaman 145 sampai dengan halaman 162 4) Daftar Isi : Mulai halaman 163 sampai dengan halaman 167 7. Jilid 7 a. Juz 19 1) Al Furqon : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 43 2) Asy Syu’aro : Mulai halaman 44 sampai dengan halaman 117 3) An Naml : Mulai halaman 118 sampai dengan halaman 150 4) Daftar Isi : Mulai halaman 151 sampai dengan halaman 156 b. Juz 20 1) An Naml : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 31 2) Al Qosos : Mulai halaman 32 sampai dengan halaman 108 3) Al Ankabut : Mulai halaman 109 sampai dengan halaman 146 4) Daftar Isi : Mulai halaman 147 sampai dengan halaman 151 c. Juz 21 1) Al Ankabut : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 25 2) Ar Ruum : Mulai halaman 26 sampai dengan halaman 70 3) Luqman : Mulai halaman 71 sampai dengan halaman 101 4) As Sajadah : Mulai halaman 102 sampai dengan halaman 122 5) Al Ahzab : Mulai halaman 123 sampai dengan halaman 154 6) Daftar Isi : Mulai halaman 155 sampai dengan halaman 160 8. Jilid 8 a. Juz 22 1) Al Ahzab : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 54 2) Saba’ : Mulai halaman 55 sampai dengan halaman 102 3) Faathir : Mulai halaman 103 sampai dengan halaman 143 4) Yaasin : Mulai halaman 144 sampai dengan halaman 155 5) Daftar Isi : Mulai halaman 156 sampai dengan halaman 160 b. Juz 23 1) Yaasin : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 40 2) Ash Shoofat : Mulai halaman 41 sampai dengan halaman 93 3) Shod : Mulai halaman 94 sampai dengan halaman 140 4) Az Zumar : Mulai halaman 141 sampai dengan halaman 165 5) Daftar Isi : Mulai halaman 166 sampai dengan halaman 168 c. Juz 24 1) Az Zumar : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 40 2) Ghoofir : Mulai halaman 41 sampai dengan halaman 102 3) Fushilat : Mulai halaman 102 sampai dengan halaman 142 4) Daftar Isi : Mulai halaman 143 sampai dengan halaman 144 9. Jilid 9 a. Juz 25 1) Fushilat : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 12 2) Asy Syuro : Mulai halaman 13 sampai dengan halaman 66 3) Az Zukhruf : Mulai halaman 67 sampai dengan halaman 117 4) Ad Dukhon : Mulai halaman 118 sampai dengan halaman 139 5) Al Jatsiyah : Mulai halaman 140 sampai dengan halaman 168 6) Daftar Isi : Mulai halaman 169 sampai dengan halaman 172 b. Juz 26 1) Al Ahqof : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 43 2) Muhammad : Mulai halaman 43 sampai dengan halaman 79 3) Al Fath : Mulai halaman 80 sampai dengan halaman 118 4) Al Hujurot : Mulai halaman 119 sampai dengan halaman 149 5) Qof : Mulai halaman 150 sampai dengan halaman 172 6) Adz Dzariyat : Mulai halaman 173 sampai dengan halaman 185 7) Daftar Isi : Mulai halaman 186 sampai dengan halaman 188 c. Juz 27 1) Adz Dzariyat : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 15 2) Ath Thuur : Mulai halaman 16 sampai dengan halaman 40 3) An Najm : Mulai halaman 41 sampai dengan halaman 73 4) Al Qomar : Mulai halaman 74 sampai dengan halaman 103 5) Ar Rohman : Mulai halaman 104 sampai dengan halaman 130 6) Al Waqi’ah : Mulai halaman 130 sampai dengan halaman 156 7) Al Hadiid : Mulai halaman 157 sampai dengan halaman 190 8) Daftar Isi : Mulai halaman 191 sampai dengan halaman 192 10. Jilid 10 a. Juz 28 1) Al Mujadalah : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 29 2) Al Hasyr : Mulai halaman 30 sampai dengan halaman 59 3) Al Muthanah : Mulai halaman 60 sampai dengan halaman 78 4) Ash Shof : Mulai halaman 79 sampai dengan halaman 92 5) Al Jum’ah : Mulai halaman 93 sampai dengan halaman 104 6) Al Munafiqin : Mulai halaman 105 sampai dengan halaman 117 7) At Taghobun : Mulai halaman 118 sampai dengan halaman 132 8) Ath Tholaq : Mulai halaman 133 sampai dengan halaman 153 9) At Tahrim : Mulai halaman 154 sampai dengan halaman 170 10) Daftar Isi : Mulai halaman 171 sampai dengan halaman 175 b. Juz 29 1) Al Mulk : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 25 2) Al Qolam : Mulai halaman 26 sampai dengan halaman 48 3) Al Haaqoh : Mulai halaman 49 sampai dengan halaman 64 4) Al Ma’arij : Mulai halaman 65 sampai dengan halaman 77 5) Nuuh : Mulai halaman 78 sampai dengan halaman 91 6) Aj Jin : Mulai halaman 92 sampai dengan halaman 108 7) Al Muzammil : Mulai halaman 109 sampai dengan halaman 123 8) Al Mudatsir : Mulai halaman 124 sampai dengan halaman 143 9) Al Qiyamah : Mulai halaman 144 sampai dengan halaman 158 10) Al Insan : Mulai halaman 159 sampai dengan halaman 177 11) Al Mursalat : Mulai halaman 178 sampai dengan halaman 191 12) Daftar Isi : Mulai halaman 193 sampai dengan halaman 196 c. Juz 30 1) An Naba’ : Mulai halaman 3 sampai dengan halaman 20 2) An Nazi’at : Mulai halaman 21 sampai dengan halaman 37 3) ‘Abasa : Mulai halaman 38 sampai dengan halaman 51 4) At Takwir : Mulai halaman 52 sampai dengan halaman 62 5) Al Infithar : Mulai halaman 63 sampai dengan halaman 70 6) Al Muthoffifn : Mulai halaman 71 sampai dengan halaman 86 7) Al Insyioqoq : Mulai halaman 87 sampai dengan halaman 96 8) Al Buruuj : Mulai halaman 97 sampai dengan halaman 108 9) At Thooriq : Mulai halaman 109 sampai dengan halaman 119 10) Al ‘Ala : Mulai halaman 120 sampai dengan halaman 129 11) Al Ghosyiyah : Mulai halaman 130 sampai dengan halaman 139 12) Al Fajr : Mulai halaman 140 sampai dengan halaman 155 13) Al Balad : Mulai halaman 155 sampai dengan halaman 164 14) Asy Syams : Mulai halaman 165 sampai dengan halaman 172 15) Al Lail : Mulai halaman 173 sampai dengan halaman 181 16) Adh Dhuha : Mulai halaman 182 sampai dengan halaman 187 17) Asy Syarh : Mulai halaman 188 sampai dengan halaman 192 18) At Tiin : Mulai halaman 193 sampai dengan halaman 196 19) Al ‘Alaq : Mulai halaman 197 sampai dengan halaman 205 20) Al Qodr : Mulai halaman 206 sampai dengan halaman 210 21) Al Bayyinah : Mulai halaman 211 sampai dengan halaman 216 22) Al Zalzalah : Mulai halaman 217 sampai dengan halaman 220 23) Al ‘Adiyat : Mulai halaman 221 sampai dengan halaman 224 24) Al Qori’ah : Mulai halaman 224 sampai dengan halaman 228 25) At Takatsur : Mulai halaman 228 sampai dengan halaman 233 26) Al ‘Ashr : Mulai halaman 233 sampai dengan halaman 236 27) Al Humazah : Mulai halaman 236 sampai dengan halaman 240 28) Al Fiil : Mulai halaman 240 sampai dengan halaman 244 29) Al Quroisy : Mulai halaman 244 sampai dengan halaman 236 30) Al Ma’un : Mulai halaman 237 sampai dengan halaman 251 31) Al Kautsar : Mulai halaman 251 sampai dengan halaman 254 32) Al Kaafiruun : Mulai halaman 254 sampai dengan halaman 256 33) An Nashr : Mulai halaman 257 sampai dengan halaman 260 34) Al Masd : Mulai halaman 260 sampai dengan halaman 263 35) Al Ikhlas : Mulai halaman 264 sampai dengan halaman 266 36) Al Falaq : Mulai halaman 266 sampai dengan halaman 269 37) An Naas : Mulai halaman 269 sampai dengan halaman 272 38) Khootimut Tafsir : Halaman 273 39) Khootimut Thib’ : Halaman 274 40) Daftar Isi : Mulai halaman 275 sampai dengan halaman 280 F. Riwayat hidup penulis, keahlian Ilmu dan lain-lain Nama lengkap Al Maraghi adalah Ahmad Musthafa Ibn Musthafa Ibn Muhammad Ibn Abd Al-Mu’in Al Qodhi Al Marghi. Al Maroghi lahir pada tahun 1300 H/1883 M di kota Al Maraghah, profinsi Suhaj, kira kira 700 meter dari arah selatan Kairo. Ia berasal dari keluarga yang taat dan menguasai berbagai bidang ilmu agama serta sangat tekun dalam mengabdikan diri kepada ilmu pengetahuan dan peradilan secara turun-temurun, sehingga keluarga mereka dikenal sebagai keluarga hakim. Al Maraghi mula-mula belajar dari buku al-qaryah dan tidak lama kemudian, beliau hafal al-qur’an. Setelah lulus sekolah dasar dan menengah, pada tahun 1314 H, orang tuanya menyuruh Al Maraghi untuk melanjutkan studi di Al Azhar. Disinilah ia mendalami bahasa arab, tafsir, hadis, fikih, kahlak dan ilmu falaq. Diantara guru-gurunya adalah Muhammad Abduh, Syekh Muhammad Hasan Al Adawy, Syekh Muhammad Bakhis Al Mufti, dan Syekh Ahmad Rifa’i Al Fayumi. Tidak lama setelah tamat belajar, Al Maraghi diangkat sebagai guru di beberapa sekolah menengah, kemudian diangkat sebagai direktur sebuah sekolah guru di Fayum. Pada tahun 1916, ia diminta sebagai Dosen Utusan untuk mengajar di Fakultas Filial Universitas al-Azhar di Qurthum, Sudan, selama empat tahun. Pada tahun 1920, setelah tugasnya di Sudan berakhir, ia kembali ke Mesir dan langsung diangkat sebagai dosen Bahasa Arab di Universitas Darul ‘Ulum serta dosen Ilmu Balaghah dan Kebudayaan pada Fakultas Bahasa Arab di Universitas al-Azhar. Pada rentang waktu yang sama, al-Maraghi juga mengajar di beberapa madrasah, di antaranya Ma’had Tarbiyah Mu’allimah, dan dipercaya memimpin Madrasah di Kairo. Karena jasanya tersebut, ia dianugerahi penghargaan oleh raja Mesir pada tahun 1361 H. Dalam menjalankan tugas-tugasnya di Mesir, al-Maraghi tinggal di daerah Hilwan, sebuah kota satelit yang terletak sekitar 25 Km. sebelah selatan kota Kairo. Bahkan, ia menetap di sana sampai akhir hayatnya. Untuk mengenang jasa dan pengabdiannya, namanya kemudian diabadikan sebagai nama salah satu jalan yang ada di kota tersebut. G. Kitab kitab yang pernah dikarang oleh penafsir tersebut 1. Al Hisbah Fi Al Islam 2. Al Wajiiz Fii Ushuul Al Fiqha 3. ‘Uluum Al Balaghah 4. Buhuuts Wa Araa Fii Funuun Al Balaaghah 5. Ad Diynat Wa Al Akhlaaq H. Analisis terhadap tafsir Metode penafsiran Al Maraghi adalah: 1. Mengemukakan ayat di awal pembahasan Menyebutkan satu atau dua ayat yang akan ditafsirkan, pengelompokan berdasarkan dengan kesatuan inti atau pokok bahasan.ayat diurut menurut tertib ayat, yaitu mulai dari Al Fatihah sampai dengan An Naas 2. Penjelasan kosa kata Setelah pada tahap pertama yaitu pengelompokan, ia melanjutkan dengan menyebutkan mufrodat yang sulit, maka Nampak bahwa tidak semua kata diterjemahkan, hanya kata yang sulit dan menyulitkan pembaca. 3. Penjelasan ayat secara global Al Maraghi berusaha untuk menjelaskan secara global mengenai maksud ayat. Yang kemudian dapat digunakan oleh pembaca sebagai modal untuk melanjutkan pada tafsiran yang lebih rinci. 4. Penjelasan Asbabun Nuzul Asbabun Nuzul untuk surat yang ada, jika riwayatnya Shohih, maka akan dijelaskan lebih dahulu. 5. Meninggalkan istilah istilah yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan Maksudnya adalah istilah istilah yang dapat mneghambat pembaca dalam memahami tafsirnya, misalnya sorof, nahwu dan balaghoh. 6. Gaya bahasa Gaya bahasa yang digunakan merupakan gaya bahsa yang mudah difahami, misalnya tetap merujuk pada pendapat penafsir terdahulu dan mencoba mengkaitkan ayat-ayat Al Qur’an denganpemikiran dan ilmu pengetahuan lain. Contohnya pada Surat An Najm ayat 49: وأنه هو ربّ الشعـرى Dalam penafsiran ayat tersebut di atas beliau menerangkan tentang bintang yang bernama (الشعـرى), bahwasanya kekuatan cahayanya 26 kali lipat dari matahari begitu juga derajat panasnya. Tidak bisa dibayangkan kalau seandainya suatu hari tugas matahari digantikan oleh bintang tersebut, maka akan hancurlah bumi ini. Dijelaskan juga bahwasanya bintang tersebut bukan merupakan bintang terbesar yang berada diangkasa, masih ada beberapa bintang lain yang lebih besar bentuk dan kekuatannya. 7. Menghindari kisah Israiliyat Al Maraghi tidak mencantumkan kisah Israiliyat, Al Maraghi berkata bahwa ahli kitab sesungguhnya membawa kepada kaum Muslimin pendapat-pendapat di dalam kitab mereka berupa tafsiran yang tidak diterima akal, dinafikan oleh agama dan tidak dibenarkan oleh realita serta sangat jauh dari hal yang dapat dibuktikan oleh ilmu pada abad-abad setelahnya I. Mazhab dari penafsir dan penafsirannya dan contohnya Mengenai madhab yang dianut, memang terdapat perbedaan pendapat, ada yang mengatakan menganut madhab Syafi’i atau Hanafi dan ada pula yang mengatakan tidak bermadhab tertentu sebagaimana M. Abduh. Contoh tafsirnya: ولقد أتينا لقمان الحكمة أن الشكر لله Al-Maraghi dalam tafsirnya tentang surat Lukma>n ayat 12 menerangkan bahwasanya pembahasan tentang identitas Lukman, terdapat banyak pendapat. Ada yang mengatakan bahwasanya Lukman berasal dari Bani Israil, seorang hamba dari Habasyah, orang Sudan, orang Yunani, orang Nigeria, seorang pengembala kambing dan ada yang mengatakan bahwa Lukman adalah seorang Nabi. Namun semua itu merupakan pendapat yang lemah dan tidak ada sanad yang menguatkannya. لقد أرسلنا بالبينات و أنزلنا معهم الكتاب والميزان ليقوم الناس بالقسط و أنزلنا الحديد فيه بأس شديد و منافع للنّاس Dalam surat al-Hadid ayat 25 ini, Al-Maraghi menjelaskan masing-masing makna dari kitab, mizan, qist dan hadid. Kemudian ia menjelaskan bahwasanya itu semua telah Allah jadikan sebagai hukum dalam kehidupan bermasyarakat untuk kemaslahatan umat manusia. J. Termasuk dalam Tahlili Dalam Hal ini, Al Maroghi menggunakan Tahlili, yaitu dengan berusaha menggambarkan maksud ayat secara global, agar sebelum menuju kepada penafsiran yang lebih rinci dan luas, pembaca sudah memiliki pandangan umum yang dapat digunakan sebagai asumsi dasar untuk memahami maksud ayat tersebut. K. Asas penafsiran Asas penafsiran Al Maroghi adalah Adabi Ijtima’i (sosial budaya kemasyarakatan), yaitu lebih mengutamakan pendekatan pemahaman secara nash secara langsung daripada memperhatikan redaksi nash yang sulit. Contohnya pada surat Yaasin ayat 71 yaitu أولم يرواأنّا خلقنا لهم ممّا عملت أيدينا انعاما فهم لها ما لكون Artinya: “Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan Kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya?.” Kata yang bergaris bawah diartikan dengan kekuasaan kami. L. Komentar pribadi mahasiswa Al-Maraghi adalah seorang yang dapat mengambil faedah dalam tafsir dari orang-orang sebelumnya dan mengembangkannya. Pemikirannya dalam bidang tafsir sesuai dengan situasi dan kondisi yang sedang berkembang. Al Maraghi juga seorang yang ahli dan menguasai ilmu-ilmu syariat dan bahasa Arab serta mempunyai banyak karya tulis dalam bidang agama, tafsir dan bahasa. Ia mempunyai pemikiran-pemikiran baru dan bebas, namun tidak menyimpang dari syariat. Selain itu, ia adalah penyempurna dari pendapat-pendapat ulama terdahulu. Selain dari itu, Ia juga seorang yang ahli dan menguasai bahasa Arab, balaghoh, nahwu, sorrof dan ilmu-ilmu lain yang diperlukan untuk menafsirkan al-Qur’an. Ia mengikuti cara yang ditempuh oleh muhammad Abduh dan Rasyid Ridha yang menggabungkan metode bi al-ma’thur dan bi al-ra’yi. Dalam cara merangkai ayat dengan ayat mengikuti tafsir al-Razi. Al-Maraghi termasuk reformis dalam bidang tafsir yang berorientasi kepada kebutuhan masyarakat. Ia adalah seorang pembaharu dalam bidang tafsir, baik dalam segi sistematika maupun bahasa. Karena ia banyak mengutip dari Tafsir al-Manar Muhammad Abduh, terutama yang berkaitan dengan filsafat, kemasyarakatan dan politik. Namun ia mempunyai pandangan baru. Al-Maraghi telah memenuhi syarat sebagai seorang mufassir, karena telah menelaah semua kitab-kitab tafsir dan pendapat-pendapat para mufassir. Ia adalah seorang pembaharu yang berpikiran bebas dan tidak memeluk madhab tertentu. Ia bukan penyempurna pendapat mufassir terdahulu, tetapi menempuh jalannya sendiri. Ia banyakterpengaruh oleh tafsir al-Manar sebab M. Abduh dan R. Ridha adalah gurunya Dari sedikit pemaparan di atas dapat disimpulkan, bahwa para ulama menilai al-Maraghi adalah seorang ulama yang mempunyai banyak keahllian dalam bidang agama. Ia dipandang teah memenuhi syarat-syarat sebagai mufassir, bahkan sebagai reformis dalam bidang tafsir, terutama mengenai metode, sistematika dan bahasa yang digunakan. Sebagai murid M. Abduh, ia dipandang mempunyai pemikiran-pemikiran dalam bidang pembaharuan, tetap tetap sejalan dengan syariat. M. Daftar Pustaka 1. Al Dhahabi. Al-Tafsir wa al-Mufassirun. Kairo: Dar al-Hadith, 2005. 2. Tafsir Al Maraghi 10 Jilid 3. Abdul Djalal H.A, Tafsir al-Maraghi dan Tafsir al-Nur Sebuah Studi Perbandingan Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga, 1985

Tidak ada komentar:

Posting Komentar