Rabu, 26 Februari 2014
Wakalah-Studi Hadis
WAKALAH
A. Pengetahuan umum tentang wakalah
1. Pengertian secara umum
Secara bahasa, arti wakalah adalah (al hifz) yaitu perlindungan, atau (al kifayah) yaitu pencukupan, atau (adh dhammah) yaitu tanggungan, atau (al tafwidh) yaitu pendelegasian, atau bisa juga diartikan dengan memberikan kuasa atau mewakilkan.
2. Pengertian pendapat ulama
a. Ulama’ Syafi’iyah: ungkapan yang mengandung arti pendelegasian, agar yang diberi kuasa melakukan apa yang diminta oleh pemberi kuasa
b. Ulama’ Malikiyah: tindakan seseorang mewakilkan dirinya kepada orang lain, agar orang tersebut melakukan apa yang menjadi haknya.
c. Hasbi As-Siddiqie: akad penyerahan kekuasaan, yang dalam akad tersebut terdapat penunjukan seseorang untuk bertindak sebagai gantinya.
d. Sayyid Sabiq: Pelimpahan kekuasaan oleh sesorang kepada orang lain dalam hal yang boleh diwakilkan
3. Ketentuan Wakalah Menurut DSN-MUI dalam Fatwanya, NO: 10/DSN-MUI/IV/2000 tentang Wakalah
a. Pernyataan ijab qobul harus dinyatakan oleh para pihak untuk menunjukkan kehendak mereka dalam melaksanakan akad
b. Wakalah adalah imbalan bersifat mengikat, dan tidak bisa dibatalkan secara sepihak
c. Rukun dan Syarat Wakalah
1) Syarat-syarat muwakkil (yang mewakilkan)
a) Pemilik sah yang dapat bertindak terhadap sesuatu yang diwakilkan
b) Orang mukallaf atau anak mumayyiz dalam batas-batas tertentu, yakni dalam hal-hal yang bermanfaat baginya, seperti mewakilkan untuk menerima hibah, menerima sedekah dan sebagainya.
2) Syarat Wakil (yang mewakili)
a) Cakap hukum
b) Dapat mengerjakan tugas yang diwakilkan kepadanya
c) Wakil adalah orang yang diberi amanat
3) Tiga hal yang diwakilkan
a) Diketahui dengan jelas oleh yang mewakili
b) Tidak bertentangan dengan syariah islam
c) Dapat diwakilkan menurut syariah islam
d. Jika salah satu pihak tidak menunaikan kewajibannya atau jika terjadi perselisihan diantara dua pihak, maka penyelesaiannya dilakukan melalui Badan Arbitrasi Syariah setelah tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah.
B. Praktek Wakalah dalam Ekonomi (Lembaga Keuangan)
1. Skema
2. Aplikasi dalam jasa perbankan
a. Transfer uang : Proses ini diawali dengan adanya permintaan nasabah sebagai muwakkil kepada Bank sebagai wakil untuk mentrnsfer uang.
b. Letter of Credit Import syariah: Proses ini menyesuaikan dengan fatwa DSN No.34/DSN-MUI/IX/2002 yaitu konsep wakalah bil ujroh.
c. Letter of Credit Export Syariah: sama halnya dengan impor, ekspor juga sesuai dengan fatwa DSN No.35/DSN-MUI/IX/2002, yaitu menggunakan akad wakalah bil ujroh
d. Investasi Reksa Dana: penggunaan akad wakalah dan mudhorobah pada investasi ini, terdapat dalam fatwa Dewan Sayariah Nasional No.20/DSN-MUI/IV/2001
e. Pembiayaan rekening Koran syari’ah: terdapat pada fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor: 30/DSN/VI/2002 dengan menggunakan akad wakalah
f. Asuransi syariah: terdapat dalam fatwa DSN Nomor: 52/DSN-MUI/III/2006 dengan akad wakalah bil ujroh
C. Hadis dalam sohih bukhori (Dasar) tentang diperbolehkannya pelaksanaan wakalah. Terdapat pada bab perwakilan seorang rekan kepada rekannya dalam pembagian dan selainnya
1. Halaman 41, Baris ke 2, jilid 2
حَدَّثَنَا قَبِيصَةُ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَتَصَدَّقَ بِجِلَالِ الْبُدْنِ الَّتِي نُحِرَتْ وَبِجُلُودِهَا
Artinya: Telah menceritakan kepada kami Qabishah telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ibnu Abi Najih dari Mujahid dari 'Abdurrahman bin Abi Lailaa dari 'Ali radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan aku agar menyedekahkan apa yang ada diatas punggung unta (pelana) yang kami sembelih begitu juga kulitnya.
2. Pada Halaman 41, Baris ke 4, jilid 2
حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَزِيدَ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْطَاهُ غَنَمًا يَقْسِمُهَا عَلَى صَحَابَتِهِ فَبَقِيَ عَتُودٌ فَذَكَرَهُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ضَحِّ بِهِ أَنْتَ
Artinya: Telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Khalid telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Yazid dari Abu Al Khair dari 'Uqbah bin 'Amir radliallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberikan kepadanya seekor kambing yang Beliau bagikan untuk para sahabat Beliau dan tersisa anak kambing yang sudah bisa berdiri sendiri. Kemudian diceritakan hal itu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam maka Beliau bersabda: Ambillah buatmu.
D. Hadis Hadis Ekonomi Islam Tentang Wakalah {Kitab Al Wakalah (Perwakilan)} dalam Sohih Bukhori
1. Bab Perwakilan dalam penukaran uang dan timbangan pada halaman 41, baris ke 17, jilid 2
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ الْمَجِيدِ بْنِ سُهَيْلِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ وَأَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَعْمَلَ رَجُلًا عَلَى خَيْبَرَ فَجَاءَهُمْ بِتَمْرٍ جَنِيبٍ فَقَالَ أَكُلُّ تَمْرِ خَيْبَرَ هَكَذَا فَقَالَ إِنَّا لَنَأْخُذُ الصَّاعَ مِنْ هَذَا بِالصَّاعَيْنِ وَالصَّاعَيْنِ بِالثَّلَاثَةِ فَقَالَ لَا تَفْعَلْ بِعْ الْجَمْعَ بِالدَّرَاهِمِ ثُمَّ ابْتَعْ بِالدَّرَاهِمِ جَنِيبًا وَقَالَ فِي الْمِيزَانِ مِثْلَ ذَلِكَ
Artinya: Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuftelah mengabarkan kepada kami Malik dari 'Abdul Majid bin Suhail bin 'Abdurrahman bin 'Auf dari Sa'id bin Al Musayyab dari Abu Sa'id Al Khudriy dan Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memperkerjakan seorang di tanah Khaibar lalu dia membawakan kurma yang banyak kepada mereka lalu Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: Apakah semua kurma Khaibar seperti ini?Maka orang itu menjawab: Sesungguhnya kami mengambil satu sha'jenis kurma ini dengan dua sha' kurma lain dan dua sha'kurma ini dengan tiga sha' kurma lain. Maka Beliau bersabda: Janganlah kamu berbuat seperti itu. Juallah dengan dirham kemudian belilah dengan dirham pula. Dan bersabda: Dan dengan timbangan seperti itu pula.
2. Bab Mewakilkan dalam pembayaran hutang, pada halaman 42, baris ke tujuh, jilid dua
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ سَمِعْتُ أَبَا سَلَمَةَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَقَاضَاهُ فَأَغْلَظَ فَهَمَّ بِهِ أَصْحَابُهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعُوهُ فَإِنَّ لِصَاحِبِ الْحَقِّ مَقَالًا ثُمَّ قَالَ أَعْطُوهُ سِنًّا مِثْلَ سِنِّهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِلَّا أَمْثَلَ مِنْ سِنِّهِ فَقَالَ أَعْطُوهُ فَإِنَّ مِنْ خَيْرِكُمْ أَحْسَنَكُمْ قَضَاءً
Artinya: Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harbtelah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Salamah bin Kuhail aku mendengar Abu Salamah bin 'Abdurrahman dari Abu Hurairah radliallahu 'anhuberkata; Ada seorang laki-laki yang datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk menagih apa yang dijanjikan kepadanya. Maka para sahabat marah kepadanya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Biarkanlah dia karena bagi orang yang benar ucapannya wajib dipenuhi. Kemudian Beliau berkata: Berikanlah untuknya seekor anak unta. Mereka berkata: Wahai Rasulullah, tidakada kecuali yang umurnya lebih tua. Maka Beliau bersabda:Berikanlah kepadanya, karena sesungguhnya yang terbaik diantara kalian adalah yang paling baik menunaikan janji.
3. Bab Jika memberikan sesuatu kepada wakil atau utusan kaum maka itu boleh, pada halaman 42, baris ke 13, jilid 2
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عُفَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ قَالَ حَدَّثَنِي عُقَيْلٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ وَزَعَمَ عُرْوَةُ أَنَّ مَرْوَانَ بْنَ الْحَكَمِ وَالْمِسْوَرَ بْنَ مَخْرَمَةَ أَخْبَرَاهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ حِينَ جَاءَهُ وَفْدُ هَوَازِنَ مُسْلِمِينَ فَسَأَلُوهُ أَنْ يَرُدَّ إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ وَسَبْيَهُمْ فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَبُّ الْحَدِيثِ إِلَيَّ أَصْدَقُهُ فَاخْتَارُوا إِحْدَى الطَّائِفَتَيْنِ إِمَّا السَّبْيَ وَإِمَّا الْمَالَ وَقَدْ كُنْتُ اسْتَأْنَيْتُ بِهِمْ وَقَدْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْتَظَرَهُمْ بِضْعَ عَشْرَةَ لَيْلَةً حِينَ قَفَلَ مِنْ الطَّائِفِ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَيْرُ رَادٍّ إِلَيْهِمْ إِلَّا إِحْدَى الطَّائِفَتَيْنِ قَالُوا فَإِنَّا نَخْتَارُ سَبْيَنَا فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمُسْلِمِينَ فَأَثْنَى عَلَى اللَّهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ قَالَ أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ إِخْوَانَكُمْ هَؤُلَاءِ قَدْ جَاءُونَا تَائِبِينَ وَإِنِّي قَدْ رَأَيْتُ أَنْ أَرُدَّ إِلَيْهِمْ سَبْيَهُمْ فَمَنْ أَحَبَّ مِنْكُمْ أَنْ يُطَيِّبَ بِذَلِكَ فَلْيَفْعَلْ وَمَنْ أَحَبَّ مِنْكُمْ أَنْ يَكُونَ عَلَى حَظِّهِ حَتَّى نُعْطِيَهُ إِيَّاهُ مِنْ أَوَّلِ مَا يُفِيءُ اللَّهُ عَلَيْنَا فَلْيَفْعَلْ فَقَالَ النَّاسُ قَدْ طَيَّبْنَا ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَهُمْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّا لَا نَدْرِي مَنْ أَذِنَ مِنْكُمْ فِي ذَلِكَ مِمَّنْ لَمْ يَأْذَنْ فَارْجِعُوا حَتَّى يَرْفَعُوا إِلَيْنَا عُرَفَاؤُكُمْ أَمْرَكُمْ فَرَجَعَ النَّاسُ فَكَلَّمَهُمْ عُرَفَاؤُهُمْ ثُمَّ رَجَعُوا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرُوهُ أَنَّهُمْ قَدْ طَيَّبُوا وَأَذِنُوا
Artinya: Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin 'Ufair berkata, telah menceritakan kepada saya Al Laitsberkata, telah menceritakan kepada saya 'Uqail dariIbnu Syihab berkata; dan 'Urwah menduga bahwaMarwan bin Al Hakam dan Al Miswar bin Makhramahkeduanya mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri ketika datang kepada Beliau suku Hawazin yang telah ditundukkan lalu mereka meminta kepada Beliau agar mengembalikan harta dan para tawanan mereka. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata, kepada mereka: Ucapan yang paling aku sukai adalah yang paling benar. Maka pilihlah salah satu dari dua hal apakah tawanan atau harta dan sungguh aku akan memberi kesempatan terhadap mereka. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah menanti mereka sekitar sepuluh malam ketika akhirnya mereka kembali dari Tho'if. Setelah jelas bagi mereka bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak akan mengembalikan kepada mereka kecuali salah satu dari dua pilihan, mereka berkata; Kami memilih tawanan. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri di hadapan Kaum Muslimin kemudian memuji Allah yang memang Dia paling berhak untuk dipuji lalu bersabda:Kemudian dari pada itu, sesungguhnya saudara-saudara kalian ini telah datang kepada kita dengan bertobat dan sungguh aku berpikir akan mengembalikan para tawanan. Maka siapa diantara kalian yang suka berbuat baik (dengan membebaskan tawanan) dalam masalah ini maka lakukanlah dan siapa diantara kalian yang ingin tetap menjadikannya sebagai haknya hingga kami berikan kepadanya harta fa'i yang Allah karuniakan kepada kita, lakukanlah. Maka orang-orang berkata: Kami serahkan mereka untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam . Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Kami tidak tahu siapa diantara kalian yang berhak memberi izin dan siapa yang bukan, maka itu kembalilah hingga kalian bawa para pimpinan yang mengurusi urusan kalian. Akhirnya mereka pulang dan berbicara dengan para pimpinan mereka lalu kembali menghadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan mereka mengabarkan bahwa mereka telah menyetujui dan memberi izin.
4. Bab Jika seseorang mewakilkan untuk memberikan sesuatu tetapi ia tidak menjelaskan berapa yang akan ia berikan, pada halaman 42, baris ke 27, jilid 2
حَدَّثَنَا الْمَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ وَغَيْرِهِ يَزِيدُ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَلَمْ يُبَلِّغْهُ كُلُّهُمْ رَجُلٌ وَاحِدٌ مِنْهُمْ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَكُنْتُ عَلَى جَمَلٍ ثَفَالٍ إِنَّمَا هُوَ فِي آخِرِ الْقَوْمِ فَمَرَّ بِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَنْ هَذَا قُلْتُ جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ مَا لَكَ قُلْتُ إِنِّي عَلَى جَمَلٍ ثَفَالٍ قَالَ أَمَعَكَ قَضِيبٌ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ أَعْطِنِيهِ فَأَعْطَيْتُهُ فَضَرَبَهُ فَزَجَرَهُ فَكَانَ مِنْ ذَلِكَ الْمَكَانِ مِنْ أَوَّلِ الْقَوْمِ قَالَ بِعْنِيهِ فَقُلْتُ بَلْ هُوَ لَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بَلْ بِعْنِيهِ قَدْ أَخَذْتُهُ بِأَرْبَعَةِ دَنَانِيرَ وَلَكَ ظَهْرُهُ إِلَى الْمَدِينَةِ فَلَمَّا دَنَوْنَا مِنْ الْمَدِينَةِ أَخَذْتُ أَرْتَحِلُ قَالَ أَيْنَ تُرِيدُ قُلْتُ تَزَوَّجْتُ امْرَأَةً قَدْ خَلَا مِنْهَا قَالَ فَهَلَّا جَارِيَةً تُلَاعِبُهَا وَتُلَاعِبُكَ قُلْتُ إِنَّ أَبِي تُوُفِّيَ وَتَرَكَ بَنَاتٍ فَأَرَدْتُ أَنْ أَنْكِحَ امْرَأَةً قَدْ جَرَّبَتْ خَلَا مِنْهَا قَالَ فَذَلِكَ فَلَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِينَةَ قَالَ يَا بِلَالُ اقْضِهِ وَزِدْهُ فَأَعْطَاهُ أَرْبَعَةَ دَنَانِيرَ وَزَادَهُ قِيرَاطًا قَالَ جَابِرٌ لَا تُفَارِقُنِي زِيَادَةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يَكُنْ الْقِيرَاطُ يُفَارِقُ جِرَابَ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ
Artinya: Telah menceritakan kepada kami Al Makkiy bin Ibrahimtelah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij dari 'Atha' nin Abi Rabah dan sebagian diantara mereka menambahkan dan tidak seorangpun yang menyampaikan seluruhnya kepadanya dari Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anhuma berkata: Aku pernah bepergian bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan mengendarai unta yang lambat sehingga menjadi yang terakhir sampai diantara rambongan. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lewat di depanku seraya berkata: Siapa ini? Aku menjawab: Jabir bin 'Abdullah. Beliau bertanya: Ada apa dengan kamu? Aku jawab: Aku mengendarai unta yang lambat. Beliau bertanya: Apakah kamu punya tongkat? Aku jawab: Ya punya. Beliau berkata: Berikanlah kepadaku. Maka aku berikan kepada Beliau lalu Beliau memukulkannya kepada untaku hingga dia berjalan cepat dan sejak dari tempat itu dia menjadi yang terdepan diantara rambongan. Beliau berkata: Juallah kepadaku. Aku katakan: Bahkan ini untuk Tuan, wahai Rasulullah. Beliau berkata: Juallah kepadaku karena aku akan membelinya dengan empat dinar dan kamu boleh menungganginya hingga tiba di Madinah. Ketika kami hampir tiba di Madinah aku berjalan untuk pergi. Beliau bertanya: Kamu mau kemana? Aku katakan: Aku hendak menikah dengan seorang wanita yang pernah berkeluarga. Beliau bertanya: Kenapa tidak dengan seorang gadis sehingga kamu bisa bersenang-senang dengannya dan diapun bisa bersenang-sengang denganmu. Aku katakan: Sesungguhnya bapakku telah meninggal dunia dan meninggalkan anak-anak perempuan yang masih kecil-kecil maka aku ingin menikahi seorang wanita yang sudah berpengalaman dalam berumah tangga. Beliau berkata: Oh begitu. Ketika kami telah tiba di Madinah Beliau bersabda:Wahai Bilal, berikanlah kepadanya dan lebihkanlah. Maka Bilal memberinya empat dinar dan ditambah dengan satu qirath. Jabir berkata: Semoga tanbahan yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berikan tidak berpisah dariku. Maka sejak itu pemberian qirath tersebut tidak pernah berpisah dari tas kulit Jabir bin 'Abdullah.
E. Penjelasan matan hadis dalam Syarah bukhori dalam kitab Fathul Baari karya Imam Ibnu Hajar Al Asqolani jilid 4
1. Penjelasan hadis bab perwakilan dalam penukaran uang dan timbangan
Ibnu Mundzir mengatakan bahwa:
a. Wakalah dalam pertukaran sejenis itu boleh
b. Tukar menukar dinar dirham boleh
c. Dengan syarat saling bertemu dan saling menukar
d. Penukarannya terungkap yang dianggap sah dengan syaratnya
2. Penjelasan hadis bab mewakilkan dalam pembayaran hutang
Dahulu, Ibnu Munir menduga, bahwa karena membayar hutang itu adalah suatu kewajiban, maka membayar hutang tidak boleh diwakilkan, karena wakalah sama dengan penundaan, yaitu proses dari yang mewakilkan kepada wakil.
3. Penjelasan bab Jika memberikan sesuatu kepada wakil atau utusan kaum, maka itu boleh
Apabila memberikan sesuatu/urusan kepada wakil atau utusan suatu kaum itu boleh. Berdasarkan dengan hadis nabi Muhammad kepada utusan perang hawazin ketika meminta harta rampasan, beliau berkata “bagianku untukmu”.
4. Penjelasan Bab Jika sesorang mewakilkan untuk memberikan sesuatu tetapi ia tidak menjelaskan berapa yang akan ia berikan
Nabi Muhammad SAW memerintahkan kepada Bilal untuk member tambahan kepada Jabir bin ‘Abdullah 1 qirath tanpa nabi menyebutkan jumlah tambahan yang harus diberikan kepadanya. Bilal member 1 qirath atas dasar kebiasaan (adat).
Sumber Rujukan
• Fatwa Dewan Syariah Nasional, NO: 10/DSN-MUI/IV/2000 tentang Wakalah
• Fatwa Dewan Syariah Nasional No.34/DSN-MUI/IX/2002 tentang Letter Of Credit (L/C) impor Syari’ah
• Fatwa Dewan Syariah Nasional No.35/DSN-MUI/IX/2002 tentang Letter of Credit (L/C) Export Syariah
• Fatwa Dewan Sayariah Nasional No.20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Investasi Reksa Dana Syari’ah
• Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor: 30/DSN/VI/2002 tentang pembiayaan rekening Koran syariah
• Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Nomor: 52/DSN-MUI/III/2006 tentang Wakalah Bil Ujroh pada Asuransi Syariah
• Hendi Suhendi, Fiqh Muamalah, Jakarta: Grafindo Persada, 2010
• Shohih Bukhori, Abi Abdullah Muhammad bin Ismaa’il Al Bukhorial juz’uts tsaani
• Fathul Baari, imam al haafidz ahmad ibn ali bin hajar al ‘aqolani, al juz’ur roobi’
• www.lidwa.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar