Sabtu, 02 Agustus 2014

Dream, Desire, and Destiny (Part 2) *bukan diary


Jogja, adalah kota yang menjadi bagian dari perjalanan hidupku,,,
Awal di Jogja seperti yang diungkapkan sebelumnya,,,saya memiliki dendam mebara karena cita cita saya mulai terkikis menjadi bongkahan kerikil yang kini sudah menjadi debu mungkin….

Awal di Jogja mengajarkan saya untuk selalu patuh akan peraturan,,peraturan itu pasti mengingat, dan saya sendiri secara pribadi tidak setuju jika ada perkataan “peraturan ada untuk dilanggar” itu hanyalah sebuah perkataan masa kanak-kanak yang merasa sok bijak,sok berani,dan sok-sok kejelakan yang lain..

Mulai dari penampilan yang harus berubah,ketepatan waktu untuk datang di masa-masa awalpun (OSPEK) juga menjadi momok yang tidak begitu besar sebenarnya dalam awal hidup di Jogja.. bahkan karena dendam saya tadi,pada saat OSPEK,saya terkesan meremehkan dan membuat semua mudah,tidak begitu memperhatikan tingkah kakak kelas,tingkah teman,dan bahkan tingkah narasumber yang berusaha untuk menarikpun,,susah bagi saya untuk melihatnya bahkan meliriknya… *astaghfiruLLah

Pastinya,seiring waktu,,,OSPEK pun terlalui,,tiba masanya perkuliahan awal semester satu,,,,disinilah saya mulai menaruh perhatian,,bukan pada kakak kelas,bukan pada teman,juga bukan pada lingkungan sekitar,,saya hanya tertarik pada para dosen yang menurut saya,,,semuanya luar biasa,,mereka memberikan banyak sekali hal baru dalam hidup saya,mereka menjelaskan sesuai nalar saya..*mungkin itu adalah efek mereka yang memang pintar dan cerdas juga sudah banyak makan asam garam…sedangkan waktu OSPEK?? Yah…mungkin kakak kelas saya hanya mengandalkan pengalaman dia waktu kuliah saja…

Saya tinggal di asrama,,karena kampus mewajibkan untuk tinggal di asrama,,teman sekamar saya adalah kakak kelas yang pintar,,dia tergolong pada mahasiswi yang pendiam dan menjadi bintang,bukan hanya karena kesantunannya dalam berbicara,,tetapi juga karena kecerdasaannya…dan berdasarkan yang saya ketahui,,,kini dia sudah mempunyai anak… rindu sebenarnya dengan mbak deba dipanggilnya.. ^^

Lagi dan lagi,,kenyataan hidup adalah terus berjalannya waktu,,,saya menyelinapkan dendam saya di dalam hati saya yang paling dalam,,,(yang pada saat itu hanya keluarga dan saya yang tahu,,kini,,karena sudah posting,,pastinya pembaca juga menjadi tahu dong… hehehe..). selain kegiatan wajib dari asrama dan kampus, saya melakukan kegiatan-kegiatan ekstra yang sebearnya sudah terprogram dari kampus, biasa disebut dengan halaqoh. Ada juga kegiatan KNKIE (kuliah non kurikuler Islamic Enterpreneur).. *tapi,waktu saya masih terasa lebih,,sehingga seperti normalnya penghuni asrama,mencuci,antri,ngobrol ngalor-ngidul gak jelas pun masih menjadi rutinitas wajib…

Mencuci,,,hiburan saya yang menyenangkan…saya mencuci sambil bernyanyi,entahlah nyanyian apa yang saya nyanyikan…namun hingga saat ini,,,teman-teman se asrama saya mengingat dan mengenal saya karena itu,,,,*oh iya..kalau teman saya cloudy karena pisah dengan keluarga sampai akhirnya mereka menangis,,,kalau saya,seingat saya tidak pernah menangis karena itu,,,saya hanya menangis kalau lagi ingat cita-cita saya….

Kejadian-kejadian di asrama kalau diingat, sangatlah menggelikan,,,,,sifat kekanak-kanakan banyak sekali muncul…
Saya ceritakan mulai dari yang saya ingat dulu yha…..
Pertama,yang paling saya ingat dalam hal kekanak-kanakan adalah saat ada forum di asrama,,forum itu dikenal dengan forum ‘tabayyun’.. sebenarnya forum ini bagus,,tapi entah mengapa,,menjadi kurang menyenagkan bagi saya… dalam forum ini,,,semua penghuni asrama berhak untuk mengungkapkan rasa kesalnya pada siapapun,,dengan tujuan untuk perbaikan diri,,,*wah..hasilnya malah beda,,bukan perbaikan diri,,tapi malah saling menggerutu di belakang..
Saya pernah jadi artis disini..(saya yg menyebabkan forum ini diadakan)..pada saat itu,,saja menjadi penanggungjawab piket,saya selaku penanggungjawab, berhak bahkan berkewajiban untuk mengingtkan teman yang belum melaksanakan piket..akhirnya,karena pada dasarnya pada saat mengingtkan itu saya lagi ‘kesel’ sama objek,,jadi dengan nada tinggi yang saya ingatkan..dan mungkin juga sampai keluar kata-kata kasar,sehingga menunjukkan sikapnya yang marah dan protes akan kata-kata dan sikap saya..dia mengadu padapembina asrama,akhirnya besok malamnya diadakan forum yang disebut ‘tabayyun’ tadi… tapi,sebelumnya ada yang bilang ke saya bahwa si A tadi bilang kepada Pembina asrama..dan akhirnya akan diadakan forum. Saya jadi bisa siap-siap deh… hehehehe… *lucu sekali kalau diingat masa kanak-kanak banget itu….

Sudah dulu yha…. Radak bosen saya… padahal dikit banget ini masihan.._hehehe… InsyaAllah kapan-kapan nulisnya dan ceritanya disambung lagi… jadi sekarang: Bersambung_ _ _ _ ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar