Jogja, adalah kota yang menjadi
bagian dari perjalanan hidupku,,,
Awal di Jogja seperti yang
diungkapkan sebelumnya,,,saya memiliki dendam mebara karena cita cita saya
mulai terkikis menjadi bongkahan kerikil yang kini sudah menjadi debu mungkin….
Awal di Jogja mengajarkan saya
untuk selalu patuh akan peraturan,,peraturan itu pasti mengingat, dan saya
sendiri secara pribadi tidak setuju jika ada perkataan “peraturan ada untuk
dilanggar” itu hanyalah sebuah perkataan masa kanak-kanak yang merasa sok
bijak,sok berani,dan sok-sok kejelakan yang lain..
Mulai dari penampilan yang harus
berubah,ketepatan waktu untuk datang di masa-masa awalpun (OSPEK) juga menjadi
momok yang tidak begitu besar sebenarnya dalam awal hidup di Jogja.. bahkan
karena dendam saya tadi,pada saat OSPEK,saya terkesan meremehkan dan membuat
semua mudah,tidak begitu memperhatikan tingkah kakak kelas,tingkah teman,dan bahkan
tingkah narasumber yang berusaha untuk menarikpun,,susah bagi saya untuk
melihatnya bahkan meliriknya… *astaghfiruLLah
Pastinya,seiring waktu,,,OSPEK
pun terlalui,,tiba masanya perkuliahan awal semester satu,,,,disinilah saya
mulai menaruh perhatian,,bukan pada kakak kelas,bukan pada teman,juga bukan
pada lingkungan sekitar,,saya hanya tertarik pada para dosen yang menurut
saya,,,semuanya luar biasa,,mereka memberikan banyak sekali hal baru dalam
hidup saya,mereka menjelaskan sesuai nalar saya..*mungkin itu adalah efek
mereka yang memang pintar dan cerdas juga sudah banyak makan asam garam…sedangkan
waktu OSPEK?? Yah…mungkin kakak kelas saya hanya mengandalkan pengalaman dia
waktu kuliah saja…
Saya tinggal di asrama,,karena
kampus mewajibkan untuk tinggal di asrama,,teman sekamar saya adalah kakak
kelas yang pintar,,dia tergolong pada mahasiswi yang pendiam dan menjadi
bintang,bukan hanya karena kesantunannya dalam berbicara,,tetapi juga karena
kecerdasaannya…dan berdasarkan yang saya ketahui,,,kini dia sudah mempunyai
anak… rindu sebenarnya dengan mbak deba dipanggilnya.. ^^
Lagi dan lagi,,kenyataan hidup
adalah terus berjalannya waktu,,,saya menyelinapkan dendam saya di dalam hati saya
yang paling dalam,,,(yang pada saat itu hanya keluarga dan saya yang
tahu,,kini,,karena sudah posting,,pastinya pembaca juga menjadi tahu dong…
hehehe..). selain kegiatan wajib dari asrama dan kampus, saya melakukan
kegiatan-kegiatan ekstra yang sebearnya sudah terprogram dari kampus, biasa
disebut dengan halaqoh. Ada juga kegiatan KNKIE (kuliah non kurikuler Islamic
Enterpreneur).. *tapi,waktu saya masih terasa lebih,,sehingga seperti normalnya
penghuni asrama,mencuci,antri,ngobrol ngalor-ngidul gak jelas pun masih menjadi
rutinitas wajib…
Mencuci,,,hiburan saya yang
menyenangkan…saya mencuci sambil bernyanyi,entahlah nyanyian apa yang saya
nyanyikan…namun hingga saat ini,,,teman-teman se asrama saya mengingat dan
mengenal saya karena itu,,,,*oh iya..kalau teman saya cloudy karena pisah
dengan keluarga sampai akhirnya mereka menangis,,,kalau saya,seingat saya tidak
pernah menangis karena itu,,,saya hanya menangis kalau lagi ingat cita-cita
saya….
Kejadian-kejadian di asrama kalau
diingat, sangatlah menggelikan,,,,,sifat kekanak-kanakan banyak sekali muncul…
Saya ceritakan mulai dari yang
saya ingat dulu yha…..
Pertama,yang paling saya ingat
dalam hal kekanak-kanakan adalah saat ada forum di asrama,,forum itu dikenal
dengan forum ‘tabayyun’.. sebenarnya forum ini bagus,,tapi entah
mengapa,,menjadi kurang menyenagkan bagi saya… dalam forum ini,,,semua penghuni
asrama berhak untuk mengungkapkan rasa kesalnya pada siapapun,,dengan tujuan
untuk perbaikan diri,,,*wah..hasilnya malah beda,,bukan perbaikan diri,,tapi
malah saling menggerutu di belakang..
Saya pernah jadi artis
disini..(saya yg menyebabkan forum ini diadakan)..pada saat itu,,saja menjadi
penanggungjawab piket,saya selaku penanggungjawab, berhak bahkan berkewajiban
untuk mengingtkan teman yang belum melaksanakan piket..akhirnya,karena pada
dasarnya pada saat mengingtkan itu saya lagi ‘kesel’ sama objek,,jadi dengan
nada tinggi yang saya ingatkan..dan mungkin juga sampai keluar kata-kata
kasar,sehingga menunjukkan sikapnya yang marah dan protes akan kata-kata dan
sikap saya..dia mengadu padapembina asrama,akhirnya besok malamnya diadakan
forum yang disebut ‘tabayyun’ tadi… tapi,sebelumnya ada yang bilang ke saya
bahwa si A tadi bilang kepada Pembina asrama..dan akhirnya akan diadakan forum.
Saya jadi bisa siap-siap deh… hehehehe… *lucu sekali kalau diingat masa
kanak-kanak banget itu….
Sudah dulu yha…. Radak bosen saya…
padahal dikit banget ini masihan.._hehehe… InsyaAllah kapan-kapan nulisnya dan
ceritanya disambung lagi… jadi sekarang: Bersambung_ _ _ _ ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar