MAKALAH
Analisis dan Pandangan Islam Lagu
“Karena Hati Bicara”
Diajukan
Untuk Memenuhi Tugas Akhir Semester Ganjil
Mata
Kuliah : Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu
Sosial Dasar
Dosen
Pengampu : H.Sigit Purnawan Jati.
S.Si M.Si

Penyusun :
Arivatu
Ni’mati Rahmatika
(09.23.342)
Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI)
Hamfara Yogyakarta
Januari 2012
BAB I
PENDAHULUAN[1]
Keprihatinan yang dalam
akan kita rasakan, kalau kita melihat ulah generasi muda Islam saat ini yang
cenderung liar dalam bermain musik atau bernyanyi. Mungkin mereka berkiblat
kepada penyanyi atau kelompok musik terkenal yang umumnya memang bermental
bejat dan bobrok serta tidak berpegang dengan nilai-nilai Islam. Atau mungkin
juga, mereka cukup sulit atau jarang mendapatkan teladan permainan musik dan
nyanyian yang Islami di tengah suasana hedonistik yang mendominasi kehidupan
saat ini. Walhasil, generasi muda Islam akhirnya cenderung membebek kepada para
pemusik atau penyanyi sekuler yang sering mereka saksikan atau dengar di TV,
radio, kaset, VCD, dan berbagai media lainnya.
Tak dapat diingkari,
kondisi memprihatinkan tersebut tercipta karena sistem kehidupan kita telah
menganut paham sekularisme yang sangat bertentangan dengan Islam. Muhammad Quthbmengatakan sekularisme
adalah iqamatul hayati ‘ala
ghayri asasin minad dîn, artinya, mengatur kehidupan dengan tidak berasaskan agama (Islam).
Atau dalam bahasa yang lebih tajam, sekularisme menurut Syaikh Taqiyuddin
an-Nabhani adalah memisahkan agama dari segala urusan kehidupan (fashl ad-din ‘an
al-hayah) (Syaikh Taqiyuddin
an-Nabhani, Nizhâm Al-Islâm, hal. 25). Dengan
demikian, sekularisme sebenarnya tidak sekedar terwujud dalam pemisahan agama
dari dunia politik, tetapi juga nampak dalam pemisahan agama dari urusan seni
budaya, termasuk seni musik dan seni vokal (nyanyian).
Kondisi ini harus segera
diakhiri dengan jalan mendobrak dan merobohkan sistem kehidupan sekuler yang
ada, lalu di atas reruntuhannya kita bangun sistem kehidupan Islam, yaitu
sebuah sistem kehidupan yang berasaskan semata pada Aqidah Islamiyah
sebagaimana dicontohkan Rasulullah Saw dan para shahabatnya. Inilah solusi fundamental
dan radikal terhadap kondisi kehidupan yang sangat rusak dan buruk sekarang
ini, sebagai akibat penerapan paham sekulerisme yang kufur. Namun demikian, di
tengah perjuangan kita mewujudkan kembali masyarakat Islami tersebut, bukan
berarti kita saat ini tidak berbuat apa-apa dan hanya berpangku tangan menunggu
perubahan. Tidak demikian. Kita tetap wajib melakukan Islamisasi pada hal-hal
yang dapat kita jangkau dan dapat kita lakukan, seperti halnya bermain musik
dan bernyanyi sesuai ketentuan Islam dalam ruang lingkup kampus kita atau
lingkungan kita.
Karena bernyanyi dan
bermain musik adalah bagian dari seni, maka kita akan meninjau lebih dahulu
definisi seni, sebagai proses pendahuluan untuk memahami fakta (fahmul waqi’) yang menjadi objek
penerapan hukum. Dalam Ensiklopedi Indonesia disebutkan bahwa seni adalah penjelmaan rasa
indah yang terkandung dalam jiwa manusia, yang dilahirkan dengan perantaraan
alat komunikasi ke dalam bentuk yang dapat ditangkap oleh indera pendengar
(seni suara), indera pendengar (seni lukis), atau dilahirkan dengan perantaraan
gerak (seni tari, drama) (Dr. Abdurrahman al-Baghdadi, Seni Dalam Pandangan
Islam, hal.
13).
Adapun seni musik (instrumental art) adalah seni yang
berhubungan dengan alat-alat musik dan irama yang keluar dari alat-alat musik
tersebut. Seni musik membahas antara lain cara memainkan instrumen musik, cara
membuat not, dan studi bermacam-macam aliran musik. Seni musik ini bentuknya
dapat berdiri sendiri sebagai seni instrumentalia (tanpa vokal) dan dapat juga
disatukan dengan seni vokal. Seni instrumentalia, seperti telah dijelaskan di
muka, adalah seni yang diperdengarkan melalui media alat-alat musik. Sedang
seni vokal, adalah seni yang diungkapkan dengan cara melagukan syair melalui
perantaraan oral (suara saja) tanpa iringan instrumen musik. Seni vokal
tersebut dapat digabungkan dengan alat-alat musik tunggal (gitar, biola, piano,
dan lain-lain) atau dengan alat-alat musik majemuk seperti band, orkes simfoni,
karawitan, dan sebagainya (Dr. Abdurrahman al-Baghdadi, Seni Dalam Pandangan
Islam, hal.
13-14). Inilah sekilas penjelasan fakta seni musik dan seni vokal yang menjadi
topik pembahasan.
BAB II
DISKRIPSI OBYEK
A.
Lirik
Lagu
Mengharungi
samudera mahligai nan suci
Penuh
gelombang silih berganti
Semua
adalah ujian penguat cinta
Bila hati
bicara
[*]
Terkadang
tak perlu terucap kata-kata
Untuk
selami dalamnya hatimu
Susah
senangmu jadi bagian hidupku
Karena
hati bicara
Reff:
Tatap
manja matamu kisahkan berjuta cerita
Hadirmu
di hidupku memberikan berjuta makna
Karunia
Illahi mempersatukan dua hati
Ku rasa
yang kau rasa karena hati bicara
Back to
[*]
Back to
Reff: [3x]
B.
Biodata Penyanyi
Andi Arsyl Rahman Putra S. Kom, S.E. lahir di
Makassar pada 15 September 1987. Putra kelima dari pasangan Prof. Dr. Ir. H.
Andi Rahman Mappangaja M.S. dan Ir. Yusnidar Yusuf.
Prinsip
Hidupnya sederhana, ditambah karakternya yang pembelajar dengan jiwa pantang
meyerah yang dilandasi dengan kekukuhan spiritualitas membuatnya meraih banyak
prestasi. Arsyil sering mendapatkan juara kelas dan beasiswa atau
prestasi-prestasi di berbagai lomba, seperti olimpiade fisika Kota Makassar,
menjadi siswa berprestasi, menjadi duta pariwisata Kota Makassar tahun 2007,
menjadi duta Kawasaki tahun 2007, menjadi ikon salah satu mall di Makassar, dan
berbagai macam prestasi di bidang pendidikan dan entertainment. Ia juga
dinobatkan sebagai salah satu Tokoh Berkepribadian Pembangunan (TBP) 2011 dan
DutaInternational Youth Forum on Climage Change (IYFCC) 2011.
“Seorang
Penyemangat dan Pemberi Inspirasi” Demikian julukan yang sering diberikan
teman-temannya yang juga memiliki latar belakang pengalaman dan pendidikan
beragam. Arsyil sendiri menjalani pendidikannya di beberapa tempat dan jurusan
berbeda. Ia menempuh pendidikan S1-nya di Fakultas MIPA jurusan Fisika/Program
Studi Geofisika, Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen Ekonomi (lulus 2010), dan
Fakultas Teknik jurusan Teknik Informatika Program Studi Teknik Informatika
(lulus 2010). Sekarang, Arsyil sedang berusaha melanjutkan studinya ke jenjang
master (S2).
Hobinya
juga bermacam-macam, mulai dari membaca, traveling, olahraga, bermain musik,
berbisnis, berdiskusi, dan menulis. Ia juga sempat bekerja sebagai model
beberapa butik dan majalah, bekerja sebagai salah satu karyawan Telkomsel, dan
ikut membantu saudara-saudaranya dalam berbagai bisnis. Sekarang, selain di
dunia entertainment, kesibukan yang ia jalani adalah mengembangkan berbagai
bisnis, menjadi consultant, pembicara dan narasumber di berbagai acara, baik di
bidang pendidikan, pengembangan diri, dan management. Ia juga sering mengisi
pengajaian di beberapa lembaga permasyarakatan, instansi-instasi pemerintah dan
swasta.
2.
Oki Setiana Dewi
Adalah salah seorang
pemain film yang tengah bersinar di dunia persinemaan Indonesia. Belum lama ini
Oki dianugerahi 2 penghargaan sekaligus dalam ajang Indonesia Movie Awards
2010, yaitu sebagai pendatang baru wanita terbaik pilihan juri sekaligus
terfavorit pilihan penonton. Mahasiswi jurusan Sastra Belanda Universitas
Indonesia ini ternyata juga adalah penduduk Depok.[3]
1.
Aktris Terbaik
Festival Teater “Petang Kreatif” FIB UI 2008
2.
Mahasiswa Baru
Terbaik “Orientasi Kehidupan Kampus” UI [2007];
3.
Juara II Speech Contest
tk. SLTA se-Jabodetabek PPPG Bahasa, 2nd Winner Debating
4.
Constest tingkat Provinsi Jawa Barat [2005];
5.
Juara I Busana
Muslim “Anak Negeri Lancang Kuning” se-Kepulauan Riau;
6.
Princess
Fotogenic Hotel Mulia Panorama Batam [2004];
7.
Unggulan
Covergirl Aneka Yess [2003];
8.
Putri Bunga
Argadia Tingkat Nasional di Jakarta.
Keterlibatan dirinya di film Ketika Cinta Bertasbih karena
dukungan dari teman-temannya. “Tadinya aku nggak mau ikutan audisi karena yang
aku tahu kalau dunia entertain itu glamour dan gemerlap, makanya aku lebih
memilih kuliah dan berorganisasi saja, tapi temen-temenku tetap meyakinkan aku
dengan alasan kalau penggagas di film ini orang-orang baik dan mempunyai
kredibilitas dengan karya-karyanya yang mengajak ke arah positif,” papar gadis yang
sudah mengenakan jilbab selama 4 tahun ini.[5]
C.
Penulis/Pengarang
Lagu
Penyusun sudah
berusaha mencari pengarang lagu ini melalui email, blog dan media lain. Namun,
hingga tersusunnya makalah ini, belum penyusun dapat hasilnya, (penyusun belum
tahu penulisnya/pengarangnya)
BAB II
ANALISIS LAGU
Lagu yang
berjudul “Karena Hati Bicara” yang
dinyanyikan oleh Adi Arsyl Rahman dan Oki Setiana Dewi menurut pandaga penyusun
merupakan lagu yang bertemakan rumah tangga. Dengan bukti lirik yang berbunyi
“Mengharungi samudera mahligai nan Suci”.
Dalam lagu ini,
diberitahukan bahwa, dalam kehidupan rumah tangga dipenuhi dengan permasalahan
yang datang silih berganti. Mungkin bias disebabkan karena adanya dua kepala
yang dijadikan satu. Dan semua adalah ujian dari Allah jika yang bersangkutan
mengetahuinya.
Berdasarkan lagu
ini, kehidupan yang bersama dalam jangka waktu yang lama dapat memunculkan jiwa
yang saling memahami dan saling mengerti pribadi diantara keduanya.
Dalam lagu ini
juga disebutkan bahwa adanya rasa syukur karena telah dianugerahkan rasa cinta
diantara keduanya.
BAB IV
KESIMPULAN (Pandangan Islam)
Dapat
disimpulkan bahwa, lagu diatas diperbolehkan.
Karena dalam lagu ini, berdasarkan hasil analisis tersebut diatas merupakan
lagu yang menjelaskan dan menceritakan dalam kehidupan rumah tangga.
Larangan lagu
dapat dimunculkan jika lagu tersebut dalam menjerumuskan pada kemaksitan.
Sedangkan lagu diatas dapat penulis simpulkan tidak menjerumuskan kepada kemaksiatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar