Minggu, 29 Januari 2012

Analisis dan Pandangan Islam Lagu “Karena Hati Bicara”


MAKALAH
Analisis dan Pandangan Islam Lagu “Karena Hati Bicara”


Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Semester Ganjil
Mata Kuliah    : Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu Sosial Dasar
Dosen Pengampu        : H.Sigit Purnawan Jati. S.Si M.Si







Penyusun :

Arivatu Ni’mati Rahmatika
(09.23.342)





Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Hamfara Yogyakarta
Januari 2012

BAB I
PENDAHULUAN[1]


Keprihatinan yang dalam akan kita rasakan, kalau kita melihat ulah generasi muda Islam saat ini yang cenderung liar dalam bermain musik atau bernyanyi. Mungkin mereka berkiblat kepada penyanyi atau kelompok musik terkenal yang umumnya memang bermental bejat dan bobrok serta tidak berpegang dengan nilai-nilai Islam. Atau mungkin juga, mereka cukup sulit atau jarang mendapatkan teladan permainan musik dan nyanyian yang Islami di tengah suasana hedonistik yang mendominasi kehidupan saat ini. Walhasil, generasi muda Islam akhirnya cenderung membebek kepada para pemusik atau penyanyi sekuler yang sering mereka saksikan atau dengar di TV, radio, kaset, VCD, dan berbagai media lainnya.
Tak dapat diingkari, kondisi memprihatinkan tersebut tercipta karena sistem kehidupan kita telah menganut paham sekularisme yang sangat bertentangan dengan Islam. Muhammad Quthbmengatakan sekularisme adalah iqamatul hayati ‘ala ghayri asasin minad dîn, artinya, mengatur kehidupan dengan tidak berasaskan agama (Islam). Atau dalam bahasa yang lebih tajam, sekularisme menurut Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani adalah memisahkan agama dari segala urusan kehidupan (fashl ad-din ‘an al-hayah) (Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, Nizhâm Al-Islâm, hal. 25). Dengan demikian, sekularisme sebenarnya tidak sekedar terwujud dalam pemisahan agama dari dunia politik, tetapi juga nampak dalam pemisahan agama dari urusan seni budaya, termasuk seni musik dan seni vokal (nyanyian).
Kondisi ini harus segera diakhiri dengan jalan mendobrak dan merobohkan sistem kehidupan sekuler yang ada, lalu di atas reruntuhannya kita bangun sistem kehidupan Islam, yaitu sebuah sistem kehidupan yang berasaskan semata pada Aqidah Islamiyah sebagaimana dicontohkan Rasulullah Saw dan para shahabatnya. Inilah solusi fundamental dan radikal terhadap kondisi kehidupan yang sangat rusak dan buruk sekarang ini, sebagai akibat penerapan paham sekulerisme yang kufur. Namun demikian, di tengah perjuangan kita mewujudkan kembali masyarakat Islami tersebut, bukan berarti kita saat ini tidak berbuat apa-apa dan hanya berpangku tangan menunggu perubahan. Tidak demikian. Kita tetap wajib melakukan Islamisasi pada hal-hal yang dapat kita jangkau dan dapat kita lakukan, seperti halnya bermain musik dan bernyanyi sesuai ketentuan Islam dalam ruang lingkup kampus kita atau lingkungan kita.
Karena bernyanyi dan bermain musik adalah bagian dari seni, maka kita akan meninjau lebih dahulu definisi seni, sebagai proses pendahuluan untuk memahami fakta (fahmul waqi’) yang menjadi objek penerapan hukum. Dalam Ensiklopedi Indonesia disebutkan bahwa seni adalah penjelmaan rasa indah yang terkandung dalam jiwa manusia, yang dilahirkan dengan perantaraan alat komunikasi ke dalam bentuk yang dapat ditangkap oleh indera pendengar (seni suara), indera pendengar (seni lukis), atau dilahirkan dengan perantaraan gerak (seni tari, drama) (Dr. Abdurrahman al-Baghdadi, Seni Dalam Pandangan Islam, hal. 13).
Adapun seni musik (instrumental art) adalah seni yang berhubungan dengan alat-alat musik dan irama yang keluar dari alat-alat musik tersebut. Seni musik membahas antara lain cara memainkan instrumen musik, cara membuat not, dan studi bermacam-macam aliran musik. Seni musik ini bentuknya dapat berdiri sendiri sebagai seni instrumentalia (tanpa vokal) dan dapat juga disatukan dengan seni vokal. Seni instrumentalia, seperti telah dijelaskan di muka, adalah seni yang diperdengarkan melalui media alat-alat musik. Sedang seni vokal, adalah seni yang diungkapkan dengan cara melagukan syair melalui perantaraan oral (suara saja) tanpa iringan instrumen musik. Seni vokal tersebut dapat digabungkan dengan alat-alat musik tunggal (gitar, biola, piano, dan lain-lain) atau dengan alat-alat musik majemuk seperti band, orkes simfoni, karawitan, dan sebagainya (Dr. Abdurrahman al-Baghdadi, Seni Dalam Pandangan Islam, hal. 13-14). Inilah sekilas penjelasan fakta seni musik dan seni vokal yang menjadi topik pembahasan.














BAB II
DISKRIPSI OBYEK


A.    Lirik Lagu
Mengharungi samudera mahligai nan suci
Penuh gelombang silih berganti
Semua adalah ujian penguat cinta
Bila hati bicara
[*]
Terkadang tak perlu terucap kata-kata
Untuk selami dalamnya hatimu
Susah senangmu jadi bagian hidupku
Karena hati bicara
Reff:
Tatap manja matamu kisahkan berjuta cerita
Hadirmu di hidupku memberikan berjuta makna
Karunia Illahi mempersatukan dua hati
Ku rasa yang kau rasa karena hati bicara
Back to [*]
Back to Reff: [3x]
B.     Biodata Penyanyi
1.      Andi Arsyl Rahman Putra[2]
Andi Arsyl Rahman Putra  S. Kom, S.E. lahir di Makassar pada 15 September 1987. Putra kelima dari pasangan Prof. Dr. Ir. H. Andi Rahman Mappangaja M.S. dan Ir. Yusnidar Yusuf.
Prinsip Hidupnya sederhana, ditambah karakternya yang pembelajar dengan jiwa pantang meyerah yang dilandasi dengan kekukuhan spiritualitas membuatnya meraih banyak prestasi. Arsyil sering mendapatkan juara kelas dan beasiswa atau prestasi-prestasi di berbagai lomba, seperti olimpiade fisika Kota Makassar, menjadi siswa berprestasi, menjadi duta pariwisata Kota Makassar tahun 2007, menjadi duta Kawasaki tahun 2007, menjadi ikon salah satu mall di Makassar, dan berbagai macam prestasi di bidang pendidikan dan entertainment. Ia juga dinobatkan sebagai salah satu Tokoh Berkepribadian Pembangunan (TBP) 2011 dan DutaInternational Youth Forum on Climage Change (IYFCC) 2011. 
“Seorang Penyemangat dan Pemberi Inspirasi” Demikian julukan yang sering diberikan teman-temannya yang juga memiliki latar belakang pengalaman dan pendidikan beragam. Arsyil sendiri menjalani pendidikannya di beberapa tempat dan jurusan berbeda. Ia menempuh pendidikan S1-nya di Fakultas MIPA jurusan Fisika/Program Studi Geofisika, Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen Ekonomi (lulus 2010), dan Fakultas Teknik jurusan Teknik Informatika Program Studi Teknik Informatika (lulus 2010). Sekarang, Arsyil sedang berusaha melanjutkan studinya ke jenjang master (S2).
Hobinya juga bermacam-macam, mulai dari membaca, traveling, olahraga, bermain musik, berbisnis, berdiskusi, dan menulis. Ia juga sempat bekerja sebagai model beberapa butik dan majalah, bekerja sebagai salah satu karyawan Telkomsel, dan ikut membantu saudara-saudaranya dalam berbagai bisnis. Sekarang, selain di dunia entertainment, kesibukan yang ia jalani adalah mengembangkan berbagai bisnis, menjadi consultant, pembicara dan narasumber di berbagai acara, baik di bidang pendidikan, pengembangan diri, dan management. Ia juga sering mengisi pengajaian di beberapa lembaga permasyarakatan, instansi-instasi pemerintah dan swasta.

2.      Oki Setiana Dewi
Adalah salah seorang pemain film yang tengah bersinar di dunia persinemaan Indonesia. Belum lama ini Oki dianugerahi 2 penghargaan sekaligus dalam ajang Indonesia Movie Awards 2010, yaitu sebagai pendatang baru wanita terbaik pilihan juri sekaligus terfavorit pilihan penonton. Mahasiswi jurusan Sastra Belanda Universitas Indonesia ini ternyata juga adalah penduduk Depok.[3]
Selain itu ia juga punya segudang prestasi seperti[4] :
1.      Aktris Terbaik Festival Teater “Petang Kreatif” FIB UI 2008
2.      Mahasiswa Baru Terbaik “Orientasi Kehidupan Kampus” UI [2007];
3.      Juara II Speech Contest tk. SLTA se-Jabodetabek PPPG Bahasa, 2nd Winner Debating
4.       Constest tingkat Provinsi Jawa Barat [2005];
5.      Juara I Busana Muslim “Anak Negeri Lancang Kuning” se-Kepulauan Riau;
6.      Princess Fotogenic Hotel Mulia Panorama Batam [2004];
7.      Unggulan Covergirl Aneka Yess [2003];
8.      Putri Bunga Argadia Tingkat Nasional di Jakarta.
Keterlibatan dirinya di film Ketika Cinta Bertasbih karena dukungan dari teman-temannya. “Tadinya aku nggak mau ikutan audisi karena yang aku tahu kalau dunia entertain itu glamour dan gemerlap, makanya aku lebih memilih kuliah dan berorganisasi saja, tapi temen-temenku tetap meyakinkan aku dengan alasan kalau penggagas di film ini orang-orang baik dan mempunyai kredibilitas dengan karya-karyanya yang mengajak ke arah positif,” papar gadis yang sudah mengenakan jilbab selama 4 tahun ini.[5]
C.    Penulis/Pengarang Lagu
Penyusun sudah berusaha mencari pengarang lagu ini melalui email, blog dan media lain. Namun, hingga tersusunnya makalah ini, belum penyusun dapat hasilnya, (penyusun belum tahu penulisnya/pengarangnya)

















BAB II
ANALISIS LAGU


Lagu yang berjudul “Karena Hati Bicara” yang dinyanyikan oleh Adi Arsyl Rahman dan Oki Setiana Dewi menurut pandaga penyusun merupakan lagu yang bertemakan rumah tangga. Dengan bukti lirik yang berbunyi “Mengharungi samudera mahligai nan Suci”.
Dalam lagu ini, diberitahukan bahwa, dalam kehidupan rumah tangga dipenuhi dengan permasalahan yang datang silih berganti. Mungkin bias disebabkan karena adanya dua kepala yang dijadikan satu. Dan semua adalah ujian dari Allah jika yang bersangkutan mengetahuinya.
Berdasarkan lagu ini, kehidupan yang bersama dalam jangka waktu yang lama dapat memunculkan jiwa yang saling memahami dan saling mengerti pribadi diantara keduanya.
Dalam lagu ini juga disebutkan bahwa adanya rasa syukur karena telah dianugerahkan rasa cinta diantara keduanya.



















BAB IV
KESIMPULAN (Pandangan Islam)


Dapat disimpulkan bahwa, lagu diatas diperbolehkan. Karena dalam lagu ini, berdasarkan hasil analisis tersebut diatas merupakan lagu yang menjelaskan dan menceritakan dalam kehidupan rumah tangga.
Larangan lagu dapat dimunculkan jika lagu tersebut dalam menjerumuskan pada kemaksitan. Sedangkan lagu diatas dapat penulis simpulkan tidak menjerumuskan kepada kemaksiatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar