Senin, 07 Mei 2012

Dia Tak Tahu Siapa Dia

Aku, aku adalah aku, aku yang selamanya tetap menjadi aku walau aku tahu betapa bodohnya aku dan betapa tak berharganya aku dimata orang yang ada disekelingku. Rasa itulah yang sering dirasakan oleh gadis yang kini berada dikehidupan agent of change, sebuah tempat yang katanya adalah sarana pendewasaan dan sarana untuk menemukan jati diri, namun bagi gadis ini, tempat sekarang adalah tempat untuk memulai rasa rendahdiri dan rasa kekecewaan pada dirisendiri. Lahir dari keluarga yang kategori perekonomian kurang, gadis ini mulai bermimpi, mimpi untuk menjadi nomor satu dimanapun dan kapanpun walau sebenarnya dia sadar bahwa dia tak mungkin mencapai itu karena mungkin karena kecerdasannya yang bisa dianggap dibawah rata – rata. Mimpi untuk membahagiakan semua yang dia sayangi walau kadang dia menyadari bahwa hal itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Menjadi pribadi yang diterima oleh semua orang walau itu adalah hal mustahil baginya karena dia adalah gadis yang terlahir dari keluarga yang kurang berada dan dengan wajah yang pas – pasan. Ingin kembali pada dirinya sendiri dan ingin merasakan kebahagiaan, kini telah ia rasakan, hidup disekeliling orang munafik dan hidup disekeliling orang yang bagi dirinya tidak mengerti dia, kadang dia berfikir bahwa inilah sarana pendewasaannya, inilah sarana dia untuk menjadi dirinya sendiri. Bahkan kini dia tak tahu siapa dirinya saat ini. Sejenak dia teringat dengan istilah energi positif, energi yang katanya bisa membahagiakan semua orang dan energi yang katanya bisa membuat orang merasa nyaman dengannya, ingatan itu membuat dirinya semakin merasa bahwa dia benar – benar tidak berharga dan benar – benar telah mengecewakan orang yang disayanginya. Semua mimpinya kini telah lenyap, semua yang dia angankan kini telah tyada dan diapun tak tahu siapa sebenarnya dia dan bagaimana dengan rencananya untuk menghadapi kehidupan dimasa yang akan datang. Dalam do’a dia berharap untuk dipermudah segala urusannya, dalam doa dia mengharap untuk bisa membahagiakan orang yang dia sayangi dan dalam doa dia juga mohon untuk ditemukan siapa dirinya. Karena dia sadar bahwa dia hanya bisa melakukan itu demi sampainya dia kepada kehidupan esok yang pasti datang menemuinya dan pasti ditemui olehnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar