Rabu, 09 Mei 2012

WIR Group


PROFIL PERUSAHAAN

WIR is a branding and the of future brand media group of companies in south east asia.
Founded in 2001, our focus is to value & improve your brand investment by building branding strategies at the regional level, providing map of rigorous ways on how to differentiate via future media, strategic branding and creative mind for championing Asian regional branding.
WIR  strongly believe, brand equity is the new asset in Asia. Branding can enhance shareholder value, it can become a catalyst for better leadership, it enables to drive a shared vision throughout the organization, and it can help to balance short- and long-term perspectives and performance.
Quality, Innovation & Future Media are at our heart. We at WIR are focusing heavily on innovation and quality in all aspects of client operations and delivering what it is you desire so you could own your brand future.
WIR consists of:
1.    AR&Co (augmented reality company)
Since 2009, AR&Co has achieved over 10 innovation cases in its field and been ranked as no 1 & 2 Asia best 'Augmented Reality Study Case 2011' : Based in Jakarta & Singapore, AR&Co has developed and delivered over 50 augmented reality projects that can be found in Indonesia, Singapore, Malaysia, Philippine, Thailand and Brunei.
With every project backed by the skills and experience of the entire team; consisting of programmers, animators, creative consultants and management team, our work is therefore both highly efficient and great value for money. AR&Co is also member of WIR Group; a leading brand design, communication & technology group of companies in South East Asia. Some brands that we do : Telkom Indonesia, Garuda Indonesia Airlines, Disney - Toy Story 3, Disney Princess, Disney Cars II, Cartoon Network, Ben 10, Danone Milkuat, Generator Rex, Kompas, XL Axiata, Sosro, Toyota, Nissan, Samsung, Nutrisari, UMN, Keci, PRJ-Jakarta Fair, Motto Motto, League, Momogi, Polygon, and many others.
2.    Brand Humanity (brand engagement & brand health check)
3.    Centric (brand activation)
4.    DM Idholland (global branding firm)
5.    DM Rcubed (social media & digital consultant)
6.    DM Xcess (mobile branding & marketing)
7.    SpaceSym (brand design & production)
Together WIR works collaboratively, builds powerful brands & excite the world
            Established in 2001 as a branding agency, WIR over the course has evolved into a leading Brand, Design, and Technology Group of companies that provides valid and valuable experiences to its consumers. 
            Understanding the meticulous detail and attention that goes into the practice of branding, WIR’s branding strategies is complemented well by latest development in global standard creative talents, technology and ensures mutual relationship is sustained across all segmented customers. 
            Providing customer with an engaging service approach through various experience enriching platforms - from a strategic branding consultancy to brand visual & engagement, from social media to mobile content application, from augmented reality technology to brain wave sensor. 
            WIR’s has embraced branding to become the ultimate long-term asset economic engine that enhances both shareholder value and perspective in achieving its final goal to bridge a connection between brands.
Building a Living Brand Entiry Through Power of Mind & Design Part of WIR Group, 
            WIR Brand Design Power is a group of companies connected through the power of design, with a variety of offerings that cater to providing solutions to achieve future brand and business objectives.



















LANDASAN TEORI

I.     Strategi Pengembangan Bisnis
Strategi pengembangan bisnis baik bisnis pribadi, perusahaan besar maupun usaha skala kecil dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sederhana untuk memperbaiki diri.
Strategi pengembangan bisnis mengharuskan untuk memiliki visi atau gagasan tentang apa yang harus memperbaiki.
Lalu ada langkah yang diikuti, termasuk pengukuran, pengorganisasian, mengurangi biaya dan mendapatkan lebih banyak pelanggan. Usaha mengembangkan bisnis sarana untuk bergerak maju dari situasi sekarang. Itu bisa berarti untuk meningkatkan keuntungan, mengurangi kerugian, mendapatkan lebih banyak pelanggan, memperluas pasar, menjadi lebih terlihat di masyarakat, go public atau sejumlah barang lain yang dianggap diinginkan.
Strategi Mengembangkan Usaha Bisnis antara lain sebagai berikut.
1.    Mengukur dimana berada. Meskipun bisa mendapatkan "firasat" bahwa bisnis perusahaan adalah memperbaiki, satu-satunya cara untuk memverifikasinya adalah dengan beberapa cara pengukuran yang valid. Hal ini dilakukan baik sebelum maupun setelah beberapa upaya peningkatan.
2.    Mengatur operasi. Dengan mengorganisir atau re-organisasi dan proses operasi Perusahaan, perusahaan dapat membuat bisnis mesin yang lebih efektif. Ini termasuk menentukan tujuan, perencanaan, dan menggunakan standar ISO 9000.
3.    Mengurangi biaya. Dengan menggunakan Total Quality Management (TQM) metode dan alat, serta konsep-konsep serupa lainnya, perusahaan dapat mengurangi bahan yang terbuang, usaha, dan waktu dalam membuat, menjual, dan memberikan produk perusahaan. Hasilnya adalah perbaikan dalam alur dasar perusahaan dan peningkatan keunggulan kompetitif.
4.    Mendapatkan lebih banyak pelanggan. Dengan memuaskan pelanggan perusahaan dengan produk-produk berkualitas tinggi dan layanan tambahan, perusahaan akan mendapatkan bisnis yang berulang dan arahan. Tentu saja, harus harga kompetitif, dan mereka harus memiliki akses yang mudah ke produk perusahaan.
5.     Ukur lagi. Ukur lagi untuk memverifikasi perbaikan pengembangan usaha bisnis perusahaan.
Strategi pengembangan bisnis juga harus memperhatikan beberapa tantangan yang harus dihadapi. Apabila dilihat dari sisi alasan/pendorong seorang wirausahawan merintis usaha baru, maka kita akan mendapatkan jawaban yang sangat beragam. Berdasarkan salah satu studi ditemukan ada tujuh alasan seorang wirausahawan memulai/membuka usaha baru, yaitu:
1.    Kebutuhan akan pengakuan diri.
2.    Kebutuhan untuk kebebasan.
3.    Kebutuhan pengembangan diri dan kepribadian.
4.    Keamanan dan pengembangan asset (philanthropic).
5.    Persepsi kemakmuran (perception of wealth).
6.    Pengurangan pajak.
7.    Mengikuti mental model.
Namun demikian dari setiap latar belakang  yang beragam perlu ditekankan bahwa dalam mengembangkan usaha baru dibutuhkan komitmen tinggi, waktu, tenaga dan biaya. Pengerjaan dan persiapan yang asal-asalan atau setengah hati tidak akan menjadikan suatu usaha berhasil. Satu hal yang perlu dicermati lagi, evaluasi terhadap internal dan eksternal sangat menentukan keberhasilan usaha baru. Berikut beberapa elemen yang mempengaruhi kinerja usaha baru (new star-up venture) atau faktor-faktor penentu berhasilnya usaha baru adalah sebagai berikut:
1.    Karakteristik wirausahawan.
2.    Proses pendirian.
3.    Lingkungan.
4.    Karakteritik jenis usaha
Masing-masing elemen saling terkait dan memiliki pengaruh yang besar dalam keberhasilan  dan berkembangnya suatu usaha.
II.      Etika Bisnis
A.    Pengertian dan Ruang Lingkup Etika
Etika berasal dari dari kata Yunani ‘Ethos’ (jamak ta etha), berarti adat istiadat.
Etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat
Etika berkaitan dengan nilai-nilai, tatacara hidup yg baik, aturan hidup yg baik dan segala kebiasaan yg dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi yg lain.
Moralitas berasal dari kata Latin Mos (jamak – Mores) berarti adat istiadat atau kebiasaan.
Pengertian harfiah dari etika dan moralitas, sama-sama berarti sistem nilai tentang bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia yang telah diinstitusionalisasikan dalam sebuah adat kebiasaan yang kemudian terwujud dalam pola perilaku yang ajek dan terulang dalam kurun waktu yang lama sebagaimana laiknya sebuah kebiasaan
Etika sebagai filsafat moral tidak langsung memberi perintah konkret sebagai pegangan siap pakai.
Etika  dapat dirumuskan sebagai refleksi kritis dan rasional mengenai
1.      Nilai dan norma yang menyangkut bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia
2.      Masalah kehidupan manusia dengan mendasarkan diri pada nilai dan norma moral yang umum diterima
Etika sebagai sebuah ilmu yang terutama menitikberatkan refleksi kritis dan rasional,
1.    Mempersoalkan apakah nilai dan norma moral tertentu memang harus dilaksanakan dalam situasi konkret terutama yang dihadapi seseorang, atau
2.    Etika mempersoalkan apakah suatu tindakan yang kelihatan bertentangan dengan nilai dan norma moral tertentu harus dianggap sebagai tindakan yang tidak etis dan karena itu dikutuk atau justru sebaliknya
3.    Apakah dalam situasi konkret yang saya hadapi saya memang harus bertindak sesuai dengan norma yang ada dalam masyarakatku ataukah justru sebaliknya saya dapat dibenarkan untuk bertindak sebaliknya yang bahkan melawan nilai dan norma moral tertentu.
Etika sebagai Ilmu menuntut orang untuk berperilaku moral secara kritis dan rasional. Dengan menggunakan bahasa Nietzcshe, etika sebagai ilmu menghimbau orang untuk memiliki moralitas tuan dan bukan moralitas hamba  Dalam bahasa Kant, etika berusaha menggugah kesadaran manusia untuk bertindak secara otonom dan bukan secara heteronom. Etika bermaksud membantu manusia untuk bertindak secara bebas tetapi dapat dipertanggungjawabkan.
B.     Teori Etika
1.      Etika Teleologi dari kata Yunani,  telos = tujuan,  Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Dua aliran etika teleologi :
a.     Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya. Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.
b.    Utilitarianisme
Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja  satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.
Teori ini cocok sekali dengan pemikiran ekonomis, karena cukup dekat dengan Cost-Benefit Analysis. Manfaat yang dimaksudkan utilitarianisme bisa dihitung sama seperti kita menghitung untung dan rugi atau kredit dan debet dalam konteks bisnis.
2.      Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban. ‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab : ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban  kita dan karena perbuatan kedua dilarang’.  Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban.  Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.Ada tiga prinsip yg harus dipenuhi :
a.       Supaya tindakan punya nilai moral, tindakan ini harus dijalankan berdasarkan kewajiban
b.      Nilai moral dari tindakan ini tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan itu, berarti kalaupun tujuan tidak tercapai, tindakan itu sudah dinilai baik
c.       Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip ini, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal
3.      Teori Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi  baik buruknya  suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek  dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
4.      Teori Keutamaan (Virtue)
Memandang  sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Keutamaan bisa didefinisikan  sebagai berikut : disposisi watak  yang telah diperoleh  seseorang dan memungkinkan  dia untuk bertingkah  laku baik secara moral. Contoh keutamaan :
a.       Kebijaksanaan
b.      Keadilan
c.       Suka bekerja keras
d.      Hidup yang baik
Keutamaan yang harus menandai pebisnis perorangan bisa disebut : kejujuran, fairness (kesediaan untuk memberikan apa yang wajar kepada semua orang dan dengan wajar dimaksudkan apa yang bisa disetujui oleh semua pihak yang terlibat dalam suatu transaksi.), kepercayaan dan keuletan. Keempat keutamaan ini berkaitan erat satu sama lain dan kadang-kadang malah ada tumpang tindih di antaranya.
Keutamaan-keutamaan yang dimilliki manajer dan karyawan sejauh mereka mewakili perusahaan, adalah :
a.       Keramahan, merupakan inti  kehidupan bisnis, keramahan  itu hakiki untuk setiap hubungan antar manusia, hubungan bisnis tidak terkecuali.
b.      Loyalitas, berarti bahwa karyawan tidak bekerja semata-mata untuk mendapat gaji, tetapi mempunyai juga komitmen yang tulus dengan perusahaan.
c.       Kehormatan, adalah keutamaan yang membuat karyawan menjadi peka terhadap suka dan duka serta sukses dan kegagalan perusahaan.
d.      Rasa malu, membuat karyawan solider dengan kesalahan  perusahaan.
III.   Perilaku Bisnis
A.    Organisasi formal
Merupakan sistem tugas, hubungan wewenang, tanggung jawab, dan pertanggungjawaban yang dirancang oleh manajemen agar pekerjaan dapat dilakukan. Struktur formal dibuat untukmeliput pekerjaan yang harus dilakukan, dan memberi suatu kerangka bagi prilaku pekerhaan. Beberapa faktor yang harus di perhatikan dalam penyusunan struktur organisasi formal adalah :
1.      Wewenang
2.      Tanggung jawab
3.      Pertanggungjawaban
4.      Delegasi
5.      Koordinasi
B.     Organisasi informal
Merupakan suatu jaringan hubungan pribadi dan sosial yang mungkin tidak dilakukan atas dasar hubungan wewenang formal. Organisasi informal terjadi dalam semua perusahaan karena adanya interaksi manusia dan orang akan selalu berinteraksi serta membentuk keakraban. Dalam kelompok kerja terdapat tiga kategori karyawan :
1.      Anggota-anggota kelompok dalam (linner group)
2.      Anggota-anggota kelompok pinggir (fringe group)
3.      Anggota-anggota kelompok luar (out group)

C.    Sentralisasi vs desetralisasi
1.      Organisasi yang disentralisir
Merupakan sebuah sistem yang wewenang serta pengendaliannyadi pegang di suatu pusat, biasanya eksekutif puncak.
Kebaikan organisasi disentralisir :
a.       Pengendalian yang lebih efektif dapat dilakukan
b.      Cenderung memperpendek jangka pengambilan keputusan
c.       Memungkinkan seluruh unit untuk mengikuti suatu rencana tindakan yang seragam
Keburukan organisasi disentralisir :
a.       Jika perusahaan berkembang pesat, maka beban kerja pada eksekutif puncak menjadi terlalu banyak.
b.      Organisasi yang disentralisir hanya memberi pengalaman sedikit kepada para manajer muda dalam mengambil keputusan.
2.      Organisasi yang didesentralisir
Merupakan suatu usaha sistematis untuk mendelegasikan kepada jenjang bawah semua wewenang kecuali yang harus di laksanakan pada jenjang tertinggi.
D.    Pembentukan struktur organisasi
Struktur organisasi formal didasarkan pada analisa dari tiga elemen kunci setiap organisasi yaitu :
1.       Interaksi kemanusiaan
2.       Kegiatan yang terarah ke tujuan
3.       Struktur
Manajemen harus mengkoordinir kegiatan-kegiatan karyawan untuk mencapai tujuan organisasi.
1.      Hierarki tujuan
Berlingkup dari tujuan perusahaan keseluruhan sampai tujuan-tujuan khusus yang ditetapkan untuk masing-masing karyawan
2.      Departementalisasi
Pembuatan struktur penganalisisan kegiatan-kegiatan utama organisasi. Di kebanyakan perusahaan kegiatan ini berupa produksi, pemasaran, pembelanjaan, personalia.


3.      Wewenang dan tanggung jawab
Dengan tumbuhnyaorganisasi, manajer harus menugaskab sebagian kegiatannya kepada bawahan agar dapat mencurahkan waktunya pada fungsi-fungsi manajerial. Tindakan menugaskan kegiatan kepada bawahan ini disebut pendelegasian.
4.      Berapa banyak bawahan yang harus ada di bawah seorang manajer
Rentangan pengendalian (span of control) merupakan jumlah optimal bawahan yang dapat dikelola oleh seorang manajer.
Faktor-faktor kritis dalam menentukan rentangan pengendalian yang optimal adalah :
a.       Jenis pekerjaan
b.      Pelatihan karyawan
c.       Kemampuan manajer
d.      Efektifitas komunikasi
5.      Menghindari prtumbuhan organisasi yang tidak perlu
Mengapa terjadi kecenderungan untuk menambah karyawan pada tingkat yang lebih tingg di banding peningkatan pekerjaan? Penyebabnya :
a.       Keinginan manajer sendiri unhtuk membangun “kerajaan” dengan menambah bawahan.
b.      Kerja tulis yang diciptakan oleh adanya kesempatan kerja dari karyawan tambahan.


























ANALISIS KONDISIONAL

I.         Perilaku Pengembangan Bisnis
Selama 16 tahun terakhir Daniel telah meroketkan tiga usaha group WPP, perusahaan periklanan dan layanan pemasaran global dalam kancah agensi branding di Indonesia, yaitu Addison, Landor Association dan Enterprise IG yang kemudia berganti nama menjadi The Brand Union.
Tahun 2010 terbentuklah kedalam Group WIR, kelompok bisnis di ranah branding, desain dan teknologi. Setelah WIR terbentuk, DM Brands kemudian dirombak jadi empat unit usaha. Dan belakangan, keempatnya dimekarkan menjadi 16 unit, dengan tetap focus pada tiga bidang bisnis utamanya.
Pembagian unitnya sebagai berikut:
Untuk urusan desain, WIR memiliki divisi Brand Desaign Power (BDP) dengan Daniel Surya sebagai CEO. WIR BDP memiliki tujuh unit usaha, yakni DM ID Holland (branding global), spaceSym (desain dan implementasi branding), thnking Room (desain merek gaya hidup),Kinaya (solusi desain kemasan), Brand Humanity (riset dan people brand engagement), DM Space (branded environmental desaign) dan Brand Daiphragm (fotografi brand).
Di devisi kedua terdapat WIR Acticom yang membidangi aktivasi merek dan agensi komunikasi. Dibawahnya terdapat tiga unit bisnis, yakni Centric dan Centric Hub (aktivasi berbasis tekhnologi) Kennedy, Voice dan Berliner (konsultan manajemen pesepsi), dan Antzy (desainer, pembangunn dan pengelola komunitas).
Divisi terakhir, terdapat WIR FIT yang merupakan singkatan dari Future Innovation Technology and Agencies. Keeenam unit dibwah WIR FIT mencakup Ar&co (augmented reality), Kompas AR (augment reality bekerja sama dengan Kompas), M Rcubed (media social dan konsultai diigital), DM Xcess (digital customer relationship management), Kungpow (studio game) dan Neuro Brand (Tenologi neuro science).
Selain dengan kawan-kawannya sesama warga Indonesia, WIR juga ternyata berkongsi dengan pihak luar negeri. Dave Holland. Dave telah mendirikan firma branding di luar negeri,  IDHolland Global Brand Network. Sinergi tersebut kemudian menghasilkan jaringan firma branding DMIDH yang beroperasi di Jakarta, Johannesburg, Bangalore, Kairo, London, Tokyo dan Singapura.
Tidak hanya dengan IDHolland, WIR menjalin relasi. Terdapat bebrapa eerusahaan lain diluar negeri seperti TI dari Prancis, XS2World dari Belanda, dan NeuroSky dari AS yang menjadi mitra group. Setelah 21 bulan berlalu tiga ratus merek dari 100 perusahaan di dalam dan luar negeri suses digaet group prusahaan yang saat iini berawak 110 orang. Klien kakap yang sukses ditangkap WIR antara lain Sosro, Danone, Garuda Indonesia, Toyota, Disney, Cartoon Network, Pigeon, The FA-Cup, Cleo dan Batik Semar.
Langkah strategi yang telah membawa kegemilangan bagi group WIR adalah karena Tim terdiri dari orang-orang yang professional di bidangnya dan memiliki pendidikan sejalur dengan bidang kerjanya. Langkah yang diusung oleh group WIR sehingga membuat para klien terpincut adalah, karena mereka membangun digerensiasi dan relevansi.
1.      WIR BDP
WIR Brand Design Power is a group of companies connected through the power of design. Its objective is to communicate and provide solutions to optimize brands in either corporate, consumer, or retail field through design and engagement.
a.      DM IDHolland (Global Brand Consulting Firm)
DM IDHolland exists to share a story, a story about the special capabilities that a brand carries with it. It develops an intense understanding about the strengths and weaknesses of a brand and brings forth insightful approaches to communicate the brand’s main essence. 
As a global brand consultancy, DM IDHolland has paid special attention to the needs of the clients to rightfully earn itself a prestige reputation worldwide and has crowned itself with the title of Best Agency of the year in 2011 by MIX. 
Currently it’s making its groundbreaking mark in offices worldwide – including Johannesburg, London, Tokyo, San Francisco, Perth, Singapore, and Jakarta – and carries the same aspiration to constantly develop unique brand strategies to visually engage a brand to its intended market. 
Its work supported by a solid group of strategic and creative professionals from different disciplines, and through their distinct approaches, they have successfully managed an astonishing pool of renowned and international brands. 
b.      SPACESYM (Brand Implementation and Design Firm)
Founded in 2001, SpaceSym is an innovative and industrious company that offers systematic brand implementation and extensive design solutions to brand owners and management of all industries. Being a member of both WIR Group and the Brand Design Power (BPD) Council, our inspirational environment were filled with talented and passionate professionals that masters various communication and visual related discipline. During our 10 years of service we have established STRONG PARTNERSHIP with high profile brand owners from various industries, occasionally being featured in publications, and winning award as the most creative agency in 2010.
We Promise Three Things Craftmanship: Seamless translation of message to visual language delivered trough beautiful, detailed and out of the box artwork and design, that also stays relevant towards its audience.

c.       DM-SPACE (Branded Environmental Design Firm)
DM Space was built to offer a three dimensional approach in its communication to answer the attraction we have for everything well-designed. 
The fundamental nature of DM Space is to extend a more tangible experience of communicating a “brand language”. 
Through this understanding, DM Space focuses on the flow of space between interior and exterior environment in the public realm through the implementation of traditional design such as landscape architecture, landscape design, and interior design.
DM Space focuses on the flow of space between interior and exterior environment in the public realm through the implementation of traditional design such as landscape architecture, landscape design, and interior design.
2.      WIR ACTICOM
WIR ACTICOM is a group of companies that is driven by passion to communicate brand power through perception management and brand activation.
3.      WIR FIT
WIR Future Innovative Technology, focusing on the fields of, digital branding, technology and innovation. It takes on an explicitly global approach to strategic planning, linking macro trends to global digital branding, marketing & entertainment industry
II.      Strategi Bisnis
A.    AUGMENTED REALITY
Imagine a brochure or even a product packaging that when shown in front of a kiosk video camera, or an at home web cam, or even at your mobile phone camera, a virtual 3D object suddenly comes to life, right on the surface of the held object in real time, reacting to user movements, such as video and 3D animations.
Augmented reality can be applied to the mobile phone, interactive game kiosk, business presentation, entertainment show and at home experience.
The technology is called "Augmented Reality" integrating 3D objects into live video, where it is digitally processed and "augmented" with 3D components, mixing both the real and virtual worlds together.
B.     AUGMENTED REALITY AT HOME EXPERIENCE
Bringing interactivity into any 3D book/magazine/product or any objects at home. Imagine reading a sci-fi story and suddenly a wizard appears on your book and invites you to take exciting interactive challenges – or display animated alphabetical characters that magically appear, helping your child learn their ABCs!
Simply connect a webcam to your computer, and install an augmented reality enhanced content. Once the software is loaded, they will be able to experience Augmented Reality on their home PC or Mac simply by showing the marked object in front of their computer's camera.
C.    AUGMENTED REALITY AT KIOSK/BOOTH FOR EVENT
Installed in public places or behind your shop or outlet's window, kiosk solutions can be used to demonstrate your brand or products in a fun and original way.
With the help of a brochure or simply by holding a product package in front of the display cam, this "magic" kiosk can display information for your audience using 2D and or 3D, text and even video. This is a perfect solution for your product launch, point of sales or any branding promotion. 
D.    AUGMENTED REALITY ON THE KOMPAS NEWSPAPER
Newspaper with current technology is still limited in providing a visual description. Nowadays, while the information is not limited to the words and images only, Kompas Augmented Reality technology is very helpful to provide details to the reader. Moreover, the readers get more information descriptions interactively.
Kompas daily Newspaper is the first newspaper in Southeast Asia using markerless augmented reality technology. This project has successfully done by the AR & Co. Readers can access the Kompas augmented reality newspaper through www.kompas.com/ar. 
E.     AUGMENTED REALITY ON STAGE PRESENTATION/SHOW
Today, anything you have ever wanted to include in your presentation, it is now available. Whether to showcase the concept of a new car in the palm of your hand, or sharing the stage with a virtual celebrity and public figure, live, interactive and in real time.
This media provides great benefits, such as enhancing your show with state of the art technology. Showing concept designs and products that do not yet exist. Creating shock value for your audience. Establishing a long lasting impression.
F.     AUGMENTED REALITY ON MOBILE PHONE
Point your mobile phone camera towards an outdoor signage or a poster or even your friend's face. Imagine the magic of animation coming 'alive' in real time. By using mobile phone technology, this magical augmented reality can be experienced by everyone. 
G.    RIGOR AND STRATEGIC THINKING
1.      Brand Assesment
2.      Brand Essence/Driver
3.      Brand Naming
4.      Brand Personality
5.      Brand Architecture
6.      Brand Positioning
7.      Brand Road Map
8.      Brand Idea
H.    OUTSTANDING CREATIVE DESIGN
1.      Corporate Branding
2.      Consumer (Packaging) Branding
3.      Retail Branding 
4.      Interactive and Digital Branding
5.      CRM Branding
I.       RELEVANCE IMPLEMENTATION
1.      Brand Visual Guidelines
2.      Employee Brand Engagement 
3.      Internal Visual Brand Engagement
4.      Employee Mobile Brand Engagement 
5.      External Brand Comm Blueprint
III.   Etika Bisnis
Prilaku Etika bisnis yang dibentuk oleh WIR yang menjadi cirri professional dari WIR adalah diantaranya, Rendah hati, tak boleh takabur, tidak boleh sombong, yang selalu diingat dan ditekankan di antara sesame dan ke seluruh bagian perusahaan.
Dan contoh praktik tekad itu pun simple saja, seperti sebuah peraturan dalam 24 jam harus respons SMS, suka tidak suka harus dijawab dengan sopan. Selain itu adanya service ekstra yang diminta diluar kesepakatan awal, tapi tanpa membayar  lagi. Sekilas terkesan WIR banting harga karena mlayani tanpa imbalan. Ternyata tidak. Berkat pegalaman itu, justru pendapata WIR meningkat pesat. Kepuasan knsuen terhadap kinerja WIR inilah yang dapat terus melejitkan kinerja WIR. Sebagai contoh, sebelum DM Brands direposisi jumlah klien tetapnya 20. Setahun setelah dirombak, jumlahnya meningkat menjadi 70 klien tetap. Dan saat ini mencapai 100 klien dengan 350 mere di bawah kelolaan mereka. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar