PROFIL PERUSAHAAN
WIR is a branding and the of future
brand media group of companies in south east asia.
Founded in 2001, our focus is to value
& improve your brand investment by building branding strategies at the
regional level, providing map of rigorous ways on how to differentiate via
future media, strategic branding and creative mind for championing Asian
regional branding.
WIR strongly believe, brand equity is the new
asset in Asia. Branding can enhance shareholder value, it can become a catalyst
for better leadership, it enables to drive a shared vision throughout the
organization, and it can help to balance short- and long-term perspectives and
performance.
Quality,
Innovation & Future Media are at our heart. We at WIR are focusing heavily
on innovation and quality in all aspects of client operations and delivering
what it is you desire so you could own your brand future.
WIR
consists of:
1.
AR&Co (augmented reality company)
Since 2009, AR&Co has achieved over 10 innovation cases
in its field and been ranked as no 1 & 2 Asia best 'Augmented Reality Study
Case 2011' : Based in Jakarta & Singapore, AR&Co has developed and
delivered over 50 augmented reality projects that can be found in Indonesia,
Singapore, Malaysia, Philippine, Thailand and Brunei.
With every project backed by the skills and experience of the
entire team; consisting of programmers, animators, creative consultants and
management team, our work is therefore both highly efficient and great value
for money. AR&Co is also member of WIR Group; a leading brand design,
communication & technology group of companies in South East Asia. Some
brands that we do : Telkom Indonesia, Garuda Indonesia Airlines, Disney - Toy
Story 3, Disney Princess, Disney Cars II, Cartoon Network, Ben 10, Danone Milkuat,
Generator Rex, Kompas, XL Axiata, Sosro, Toyota, Nissan, Samsung, Nutrisari,
UMN, Keci, PRJ-Jakarta Fair, Motto Motto, League, Momogi, Polygon, and many
others.
2.
Brand Humanity (brand engagement & brand health check)
3.
Centric (brand activation)
4.
DM Idholland
(global branding firm)
5.
DM Rcubed
(social media & digital consultant)
6.
DM Xcess (mobile
branding & marketing)
7.
SpaceSym (brand
design & production)
Together WIR
works collaboratively, builds powerful brands
& excite the world
Established
in 2001 as a branding agency, WIR over the course has evolved into a leading
Brand, Design, and Technology Group of companies that provides valid and
valuable experiences to its consumers.
Understanding
the meticulous detail and attention that goes into the practice of branding,
WIR’s branding strategies is complemented well by latest development in global
standard creative talents, technology and ensures mutual relationship is
sustained across all segmented customers.
Providing
customer with an engaging service approach through various experience enriching
platforms - from a strategic branding consultancy to brand visual &
engagement, from social media to mobile content application, from augmented
reality technology to brain wave sensor.
WIR’s
has embraced branding to become the ultimate long-term asset economic engine
that enhances both shareholder value and perspective in achieving its final
goal to bridge a connection between brands.
Building a Living Brand Entiry Through Power of Mind & Design Part of WIR Group,
WIR Brand
Design Power is a group of companies connected through the power of design,
with a variety of offerings that cater to providing solutions to achieve future
brand and business objectives.
LANDASAN TEORI
I.
Strategi
Pengembangan Bisnis
Strategi pengembangan bisnis baik
bisnis pribadi, perusahaan besar maupun usaha skala kecil dapat dilakukan
dengan mengikuti langkah-langkah sederhana untuk memperbaiki diri.
Strategi pengembangan bisnis mengharuskan
untuk memiliki visi atau gagasan tentang apa yang harus memperbaiki.
Lalu
ada langkah yang diikuti, termasuk pengukuran, pengorganisasian, mengurangi
biaya dan mendapatkan lebih banyak pelanggan. Usaha mengembangkan bisnis sarana
untuk bergerak maju dari situasi sekarang. Itu bisa berarti untuk meningkatkan
keuntungan, mengurangi kerugian, mendapatkan lebih banyak pelanggan, memperluas
pasar, menjadi lebih terlihat di masyarakat, go public atau sejumlah
barang lain yang dianggap diinginkan.
Strategi
Mengembangkan Usaha Bisnis antara lain sebagai berikut.
1. Mengukur
dimana berada. Meskipun bisa mendapatkan "firasat" bahwa bisnis
perusahaan adalah memperbaiki, satu-satunya cara untuk memverifikasinya adalah
dengan beberapa cara pengukuran yang valid. Hal ini dilakukan baik sebelum
maupun setelah beberapa upaya peningkatan.
2. Mengatur
operasi. Dengan mengorganisir atau re-organisasi dan proses operasi Perusahaan,
perusahaan dapat membuat bisnis mesin yang lebih efektif. Ini termasuk
menentukan tujuan, perencanaan, dan menggunakan standar ISO 9000.
3. Mengurangi
biaya. Dengan menggunakan Total Quality Management (TQM) metode dan alat, serta
konsep-konsep serupa lainnya, perusahaan dapat mengurangi bahan yang terbuang,
usaha, dan waktu dalam membuat, menjual, dan memberikan produk perusahaan.
Hasilnya adalah perbaikan dalam alur dasar perusahaan dan peningkatan
keunggulan kompetitif.
4. Mendapatkan
lebih banyak pelanggan. Dengan memuaskan pelanggan perusahaan dengan
produk-produk berkualitas tinggi dan layanan tambahan, perusahaan akan mendapatkan
bisnis yang berulang dan arahan. Tentu saja, harus harga kompetitif, dan mereka
harus memiliki akses yang mudah ke produk perusahaan.
5. Ukur lagi. Ukur lagi untuk memverifikasi
perbaikan pengembangan usaha bisnis perusahaan.
Strategi pengembangan bisnis juga
harus memperhatikan beberapa tantangan yang harus dihadapi. Apabila dilihat
dari sisi alasan/pendorong seorang wirausahawan merintis usaha baru, maka kita
akan mendapatkan jawaban yang sangat beragam. Berdasarkan salah satu studi
ditemukan ada tujuh alasan seorang wirausahawan memulai/membuka usaha baru,
yaitu:
1. Kebutuhan
akan pengakuan diri.
2. Kebutuhan
untuk kebebasan.
3. Kebutuhan
pengembangan diri dan kepribadian.
4. Keamanan
dan pengembangan asset (philanthropic).
5. Persepsi
kemakmuran (perception of wealth).
6. Pengurangan
pajak.
7. Mengikuti
mental model.
Namun
demikian dari setiap latar belakang yang beragam perlu ditekankan bahwa
dalam mengembangkan usaha baru dibutuhkan komitmen tinggi, waktu, tenaga dan
biaya. Pengerjaan dan persiapan yang asal-asalan atau setengah hati tidak akan
menjadikan suatu usaha berhasil. Satu hal yang perlu dicermati lagi, evaluasi
terhadap internal dan eksternal sangat menentukan keberhasilan usaha baru.
Berikut beberapa elemen yang mempengaruhi kinerja usaha baru (new star-up
venture) atau faktor-faktor penentu berhasilnya usaha baru adalah sebagai
berikut:
1. Karakteristik
wirausahawan.
2. Proses
pendirian.
3. Lingkungan.
4. Karakteritik
jenis usaha
Masing-masing
elemen saling terkait dan memiliki pengaruh yang besar dalam keberhasilan
dan berkembangnya suatu usaha.
II.
Etika
Bisnis
A.
Pengertian
dan Ruang Lingkup Etika
Etika
berasal dari dari kata Yunani ‘Ethos’
(jamak – ta etha), berarti adat istiadat.
Etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik,
baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat
Etika berkaitan dengan nilai-nilai, tatacara hidup
yg baik, aturan hidup yg baik dan segala kebiasaan yg dianut dan diwariskan
dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi yg lain.
Moralitas
berasal dari kata Latin Mos
(jamak – Mores) berarti adat
istiadat atau kebiasaan.
Pengertian harfiah dari etika dan moralitas,
sama-sama berarti sistem nilai tentang bagaimana manusia harus hidup baik
sebagai manusia yang telah diinstitusionalisasikan dalam sebuah adat kebiasaan
yang kemudian terwujud dalam pola perilaku yang ajek dan terulang dalam kurun
waktu yang lama sebagaimana laiknya sebuah kebiasaan
Etika sebagai filsafat moral tidak langsung memberi
perintah konkret sebagai pegangan siap pakai.
Etika dapat
dirumuskan sebagai refleksi kritis dan rasional mengenai
1. Nilai
dan norma yang menyangkut bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia
2. Masalah
kehidupan manusia dengan mendasarkan diri pada nilai dan norma moral yang umum
diterima
Etika
sebagai sebuah ilmu yang terutama menitikberatkan refleksi kritis dan rasional,
1. Mempersoalkan
apakah nilai dan norma moral tertentu memang harus dilaksanakan dalam situasi
konkret terutama yang
dihadapi seseorang, atau
2. Etika
mempersoalkan apakah
suatu tindakan yang kelihatan bertentangan dengan nilai dan norma moral
tertentu harus dianggap sebagai tindakan yang tidak etis dan karena itu dikutuk
atau justru sebaliknya
3. Apakah
dalam situasi konkret yang saya hadapi saya memang harus bertindak sesuai
dengan norma yang ada dalam masyarakatku ataukah justru sebaliknya saya dapat dibenarkan
untuk bertindak sebaliknya yang bahkan melawan nilai dan norma moral tertentu.
Etika sebagai Ilmu menuntut orang untuk
berperilaku moral secara kritis dan rasional. Dengan menggunakan bahasa
Nietzcshe, etika sebagai ilmu menghimbau orang untuk memiliki moralitas tuan
dan bukan moralitas hamba Dalam bahasa
Kant, etika berusaha menggugah kesadaran manusia untuk bertindak secara otonom
dan bukan secara heteronom. Etika bermaksud membantu manusia untuk bertindak
secara bebas tetapi dapat dipertanggungjawabkan.
B. Teori Etika
1.
Etika Teleologi dari kata Yunani, telos = tujuan, Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan
tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang
ditimbulkan oleh tindakan itu. Dua aliran etika teleologi :
a. Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme
adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar
pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral
setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya. Egoisme ini baru menjadi
persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis, yaitu ketika
kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai
kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.
b. Utilitarianisme
Berasal dari bahasa latin utilis yang
berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika
membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai
keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu
perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.
Teori ini cocok sekali dengan pemikiran ekonomis, karena
cukup dekat dengan Cost-Benefit Analysis. Manfaat yang dimaksudkan utilitarianisme bisa dihitung sama seperti kita menghitung untung dan
rugi atau kredit dan debet dalam konteks bisnis.
2.
Deontologi
Istilah
deontologi berasal dari kata Yunani ‘deon’
yang berarti kewajiban. ‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus
ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab : ‘karena perbuatan pertama menjadi
kewajiban kita dan karena perbuatan
kedua dilarang’. Yang
menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan
deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah
satu teori etika yang terpenting.Ada tiga prinsip yg harus dipenuhi :
a. Supaya tindakan punya nilai moral, tindakan ini harus dijalankan berdasarkan kewajiban
b. Nilai moral dari
tindakan ini tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan itu, berarti kalaupun tujuan
tidak tercapai, tindakan itu sudah dinilai baik
c. Sebagai konsekuensi
dari kedua prinsip ini, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal
3.
Teori Hak
Dalam
pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang
paling banyak dipakai untuk mengevaluasi
baik buruknya suatu perbuatan
atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek dari
teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan
dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua
manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran
demokratis.
4.
Teori Keutamaan (Virtue)
Memandang sikap
atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil,
atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Keutamaan
bisa didefinisikan sebagai berikut :
disposisi watak yang telah
diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral. Contoh
keutamaan :
a. Kebijaksanaan
b. Keadilan
c. Suka bekerja keras
d. Hidup yang baik
Keutamaan yang harus menandai pebisnis perorangan bisa
disebut : kejujuran, fairness (kesediaan untuk memberikan apa yang wajar kepada
semua orang dan dengan wajar dimaksudkan apa yang bisa disetujui oleh semua
pihak yang terlibat dalam suatu transaksi.), kepercayaan dan
keuletan. Keempat keutamaan
ini berkaitan erat satu sama lain dan kadang-kadang malah ada tumpang tindih di
antaranya.
Keutamaan-keutamaan yang dimilliki manajer dan karyawan
sejauh mereka mewakili perusahaan, adalah :
a. Keramahan,
merupakan inti
kehidupan bisnis, keramahan itu
hakiki untuk setiap hubungan antar manusia, hubungan bisnis tidak terkecuali.
b. Loyalitas,
berarti bahwa karyawan tidak bekerja semata-mata untuk
mendapat gaji, tetapi mempunyai juga komitmen yang tulus dengan perusahaan.
c. Kehormatan,
adalah keutamaan yang membuat karyawan menjadi peka
terhadap suka dan duka serta sukses dan kegagalan perusahaan.
d. Rasa malu,
membuat karyawan solider dengan kesalahan perusahaan.
III.
Perilaku
Bisnis
A. Organisasi
formal
Merupakan sistem tugas,
hubungan wewenang, tanggung jawab, dan pertanggungjawaban yang dirancang oleh
manajemen agar pekerjaan dapat dilakukan. Struktur formal dibuat untukmeliput
pekerjaan yang harus dilakukan, dan memberi suatu kerangka bagi prilaku
pekerhaan. Beberapa faktor yang harus di perhatikan dalam penyusunan struktur
organisasi formal adalah :
1. Wewenang
2. Tanggung
jawab
3. Pertanggungjawaban
4. Delegasi
5. Koordinasi
B. Organisasi
informal
Merupakan suatu
jaringan hubungan pribadi dan sosial yang mungkin tidak dilakukan atas dasar
hubungan wewenang formal. Organisasi informal terjadi dalam semua perusahaan
karena adanya interaksi manusia dan orang akan selalu berinteraksi serta
membentuk keakraban. Dalam kelompok kerja terdapat tiga kategori karyawan :
1. Anggota-anggota
kelompok dalam (linner group)
2. Anggota-anggota
kelompok pinggir (fringe group)
3. Anggota-anggota
kelompok luar (out group)
C. Sentralisasi
vs desetralisasi
1.
Organisasi yang disentralisir
Merupakan sebuah sistem
yang wewenang serta pengendaliannyadi pegang di suatu pusat, biasanya eksekutif
puncak.
Kebaikan organisasi
disentralisir :
a. Pengendalian
yang lebih efektif dapat dilakukan
b. Cenderung
memperpendek jangka pengambilan keputusan
c. Memungkinkan
seluruh unit untuk mengikuti suatu rencana tindakan yang seragam
Keburukan
organisasi disentralisir :
a. Jika
perusahaan berkembang pesat, maka beban kerja pada eksekutif puncak menjadi
terlalu banyak.
b. Organisasi
yang disentralisir hanya memberi pengalaman sedikit kepada para manajer muda
dalam mengambil keputusan.
2.
Organisasi yang didesentralisir
Merupakan suatu usaha
sistematis untuk mendelegasikan kepada jenjang bawah semua wewenang kecuali
yang harus di laksanakan pada jenjang tertinggi.
D. Pembentukan
struktur organisasi
Struktur organisasi
formal didasarkan pada analisa dari tiga elemen kunci setiap organisasi yaitu :
1. Interaksi
kemanusiaan
2. Kegiatan
yang terarah ke tujuan
3. Struktur
Manajemen
harus mengkoordinir kegiatan-kegiatan karyawan untuk mencapai tujuan
organisasi.
1.
Hierarki tujuan
Berlingkup dari tujuan
perusahaan keseluruhan sampai tujuan-tujuan khusus yang ditetapkan untuk
masing-masing karyawan
2.
Departementalisasi
Pembuatan struktur
penganalisisan kegiatan-kegiatan utama organisasi. Di kebanyakan perusahaan
kegiatan ini berupa produksi, pemasaran, pembelanjaan, personalia.
3.
Wewenang dan tanggung jawab
Dengan
tumbuhnyaorganisasi, manajer harus menugaskab sebagian kegiatannya kepada
bawahan agar dapat mencurahkan waktunya pada fungsi-fungsi manajerial. Tindakan
menugaskan kegiatan kepada bawahan ini disebut pendelegasian.
4. Berapa
banyak bawahan yang harus ada di bawah seorang manajer
Rentangan pengendalian (span of control) merupakan jumlah optimal bawahan yang dapat dikelola oleh seorang manajer.
Rentangan pengendalian (span of control) merupakan jumlah optimal bawahan yang dapat dikelola oleh seorang manajer.
Faktor-faktor kritis
dalam menentukan rentangan pengendalian yang optimal adalah :
a. Jenis
pekerjaan
b. Pelatihan
karyawan
c. Kemampuan
manajer
d. Efektifitas
komunikasi
5.
Menghindari prtumbuhan organisasi
yang tidak perlu
Mengapa terjadi
kecenderungan untuk menambah karyawan pada tingkat yang lebih tingg di banding
peningkatan pekerjaan? Penyebabnya :
a. Keinginan
manajer sendiri unhtuk membangun “kerajaan” dengan menambah bawahan.
b. Kerja
tulis yang diciptakan oleh adanya kesempatan kerja dari karyawan tambahan.
ANALISIS KONDISIONAL
I.
Perilaku
Pengembangan Bisnis
Selama
16 tahun terakhir Daniel telah meroketkan tiga usaha group WPP, perusahaan
periklanan dan layanan pemasaran global dalam kancah agensi branding di
Indonesia, yaitu Addison, Landor Association dan Enterprise IG yang kemudia
berganti nama menjadi The Brand Union.
Tahun
2010 terbentuklah kedalam Group WIR, kelompok bisnis di ranah branding, desain
dan teknologi. Setelah WIR terbentuk, DM Brands kemudian dirombak jadi empat
unit usaha. Dan belakangan, keempatnya dimekarkan menjadi 16 unit, dengan tetap
focus pada tiga bidang bisnis utamanya.
Pembagian
unitnya sebagai berikut:
Untuk
urusan desain, WIR memiliki divisi Brand Desaign Power (BDP) dengan Daniel
Surya sebagai CEO. WIR BDP memiliki tujuh unit usaha, yakni DM ID Holland
(branding global), spaceSym (desain dan implementasi branding), thnking Room
(desain merek gaya hidup),Kinaya (solusi desain kemasan), Brand Humanity (riset
dan people brand engagement), DM Space (branded environmental desaign) dan
Brand Daiphragm (fotografi brand).
Di
devisi kedua terdapat WIR Acticom yang membidangi aktivasi merek dan agensi
komunikasi. Dibawahnya terdapat tiga unit bisnis, yakni Centric dan Centric Hub
(aktivasi berbasis tekhnologi) Kennedy, Voice dan Berliner (konsultan manajemen
pesepsi), dan Antzy (desainer, pembangunn dan pengelola komunitas).
Divisi
terakhir, terdapat WIR FIT yang merupakan singkatan dari Future Innovation
Technology and Agencies. Keeenam unit dibwah WIR FIT mencakup Ar&co (augmented
reality), Kompas AR (augment reality bekerja sama dengan Kompas), M Rcubed
(media social dan konsultai diigital), DM Xcess (digital customer relationship
management), Kungpow (studio game) dan Neuro Brand (Tenologi neuro science).
Selain
dengan kawan-kawannya sesama warga Indonesia, WIR juga ternyata berkongsi
dengan pihak luar negeri. Dave Holland. Dave telah mendirikan firma branding di
luar negeri, IDHolland Global Brand
Network. Sinergi tersebut kemudian menghasilkan jaringan firma branding DMIDH
yang beroperasi di Jakarta, Johannesburg, Bangalore, Kairo, London, Tokyo dan
Singapura.
Tidak
hanya dengan IDHolland, WIR menjalin relasi. Terdapat bebrapa eerusahaan lain
diluar negeri seperti TI dari Prancis, XS2World dari Belanda, dan NeuroSky dari
AS yang menjadi mitra group. Setelah 21 bulan berlalu tiga ratus merek dari 100
perusahaan di dalam dan luar negeri suses digaet group prusahaan yang saat iini
berawak 110 orang. Klien kakap yang sukses ditangkap WIR antara lain Sosro,
Danone, Garuda Indonesia, Toyota, Disney, Cartoon Network, Pigeon, The FA-Cup,
Cleo dan Batik Semar.
Langkah
strategi yang telah membawa kegemilangan bagi group WIR adalah karena Tim
terdiri dari orang-orang yang professional di bidangnya dan memiliki pendidikan
sejalur dengan bidang kerjanya. Langkah yang diusung oleh group WIR sehingga
membuat para klien terpincut adalah, karena mereka membangun digerensiasi dan
relevansi.
1. WIR BDP
WIR Brand Design Power is a group of companies connected through the power
of design. Its objective is to communicate and provide solutions to optimize
brands in either corporate, consumer, or retail field through design and
engagement.
a.
DM IDHolland
(Global Brand Consulting Firm)
DM IDHolland
exists to share a story, a story about the special capabilities that a brand
carries with it. It develops an intense understanding about the strengths and
weaknesses of a brand and brings forth insightful approaches to communicate the
brand’s main essence.
As a global
brand consultancy, DM IDHolland has paid special attention to the needs of the
clients to rightfully earn itself a prestige reputation worldwide and has
crowned itself with the title of Best Agency of the year in 2011 by MIX.
Currently
it’s making its groundbreaking mark in offices worldwide – including
Johannesburg, London, Tokyo, San Francisco, Perth, Singapore, and Jakarta – and
carries the same aspiration to constantly develop unique brand strategies to
visually engage a brand to its intended market.
Its work
supported by a solid group of strategic and creative professionals from
different disciplines, and through their distinct approaches, they have
successfully managed an astonishing pool of renowned and international brands.
b.
SPACESYM (Brand Implementation and Design Firm)
Founded in
2001, SpaceSym is an innovative and industrious company that offers systematic
brand implementation and extensive design solutions to brand owners and
management of all industries. Being a member of both WIR Group and the Brand
Design Power (BPD) Council, our inspirational environment were filled with
talented and passionate professionals that masters various communication and
visual related discipline. During our 10 years of service we have established
STRONG PARTNERSHIP with high profile brand owners from various industries,
occasionally being featured in publications, and winning award as the most
creative agency in 2010.
We Promise
Three Things Craftmanship: Seamless translation
of message to visual language delivered trough beautiful, detailed and out of
the box artwork and design, that also stays relevant towards its audience.
c.
DM-SPACE (Branded Environmental Design Firm)
DM Space was
built to offer a three dimensional approach in its communication to answer the
attraction we have for everything well-designed.
The
fundamental nature of DM Space is to extend a more tangible experience of
communicating a “brand language”.
Through this
understanding, DM Space focuses on the flow of space between interior and
exterior environment in the public realm through the implementation of
traditional design such as landscape architecture, landscape design, and
interior design.
DM Space focuses on the flow of space between interior and exterior environment in the public realm through the implementation of traditional design such as landscape architecture, landscape design, and interior design.
DM Space focuses on the flow of space between interior and exterior environment in the public realm through the implementation of traditional design such as landscape architecture, landscape design, and interior design.
2. WIR ACTICOM
WIR ACTICOM is a group of companies that is driven by passion to
communicate brand power through perception management and brand activation.
3. WIR FIT
WIR Future Innovative Technology, focusing on the fields of, digital
branding, technology and innovation. It takes on an explicitly global approach
to strategic planning, linking macro trends to global digital branding,
marketing & entertainment industry
II.
Strategi
Bisnis
A. AUGMENTED REALITY
Imagine a brochure or even a product packaging that when shown in front of
a kiosk video camera, or an at home web cam, or even at your mobile phone
camera, a virtual 3D object suddenly comes to life, right on the surface of the
held object in real time, reacting to user movements, such as video and 3D
animations.
Augmented reality can be applied to the mobile phone, interactive game
kiosk, business presentation, entertainment show and at home experience.
The technology is called "Augmented Reality" integrating 3D
objects into live video, where it is digitally processed and
"augmented" with 3D components, mixing both the real and virtual
worlds together.
B. AUGMENTED REALITY AT HOME EXPERIENCE
Bringing interactivity into any 3D book/magazine/product or any objects at
home. Imagine reading a sci-fi story and suddenly a wizard appears on your book
and invites you to take exciting interactive challenges – or display animated
alphabetical characters that magically appear, helping your child learn their
ABCs!
Simply connect a webcam to your computer, and install an augmented reality
enhanced content. Once the software is loaded, they will be able to experience
Augmented Reality on their home PC or Mac simply by showing the marked object
in front of their computer's camera.
C. AUGMENTED REALITY AT KIOSK/BOOTH FOR EVENT
Installed in public places or behind your shop or outlet's window, kiosk
solutions can be used to demonstrate your brand or products in a fun and
original way.
With the help of a brochure or simply by holding a product package in front
of the display cam, this "magic" kiosk can display information for
your audience using 2D and or 3D, text and even video. This is a perfect
solution for your product launch, point of sales or any branding
promotion.
D. AUGMENTED REALITY ON THE KOMPAS NEWSPAPER
Newspaper with current technology is still limited in providing a visual
description. Nowadays, while the information is not limited to the words and
images only, Kompas Augmented Reality technology is very helpful to provide
details to the reader. Moreover, the readers get more information descriptions
interactively.
Kompas daily Newspaper is the first newspaper in Southeast Asia using
markerless augmented reality technology. This project has successfully done by
the AR & Co. Readers can access the Kompas augmented reality newspaper
through www.kompas.com/ar.
E. AUGMENTED REALITY ON STAGE PRESENTATION/SHOW
Today, anything you have ever wanted to include in your presentation, it is
now available. Whether to showcase the concept of a new car in the palm of your
hand, or sharing the stage with a virtual celebrity and public figure, live,
interactive and in real time.
This media provides great benefits, such as enhancing your show with state
of the art technology. Showing concept designs and products that do not yet
exist. Creating shock value for your audience. Establishing a long lasting
impression.
F. AUGMENTED REALITY ON MOBILE PHONE
Point your mobile phone camera towards an outdoor signage or a poster or
even your friend's face. Imagine the magic of animation coming 'alive' in real
time. By using mobile phone technology, this magical augmented reality can be
experienced by everyone.
G.
RIGOR AND STRATEGIC THINKING
1. Brand Assesment
2.
Brand Essence/Driver
3.
Brand Naming
4.
Brand Personality
5.
Brand Architecture
6.
Brand Positioning
7.
Brand Road Map
8. Brand Idea
H.
OUTSTANDING CREATIVE DESIGN
1. Corporate Branding
2.
Consumer (Packaging) Branding
3. Retail Branding
4.
Interactive and Digital Branding
5. CRM Branding
I.
RELEVANCE IMPLEMENTATION
1.
Brand
Visual Guidelines
2.
Employee
Brand Engagement
3. Internal Visual Brand Engagement
4.
Employee
Mobile Brand Engagement
5. External Brand Comm Blueprint
III.
Etika
Bisnis
Prilaku
Etika bisnis yang dibentuk oleh WIR yang menjadi cirri professional dari WIR
adalah diantaranya, Rendah hati, tak boleh takabur, tidak boleh sombong, yang
selalu diingat dan ditekankan di antara sesame dan ke seluruh bagian
perusahaan.
Dan
contoh praktik tekad itu pun simple saja, seperti sebuah peraturan dalam 24 jam
harus respons SMS, suka tidak suka harus dijawab dengan sopan. Selain itu
adanya service ekstra yang diminta diluar kesepakatan awal, tapi tanpa
membayar lagi. Sekilas terkesan WIR banting
harga karena mlayani tanpa imbalan. Ternyata tidak. Berkat pegalaman itu,
justru pendapata WIR meningkat pesat. Kepuasan knsuen terhadap kinerja WIR
inilah yang dapat terus melejitkan kinerja WIR. Sebagai contoh, sebelum DM
Brands direposisi jumlah klien tetapnya 20. Setahun setelah dirombak, jumlahnya
meningkat menjadi 70 klien tetap. Dan saat ini mencapai 100 klien dengan 350
mere di bawah kelolaan mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar