Rabu, 26 Februari 2014
Turki Usmani, Moghul, Persia
BAB I
PENDAHULUAN
Keruntuhan kehalifahan Abbasiyah akibat serangan mongol mengakibatkan kekuatan politik islam mengalami kemunduran secara drastis, tidak hanya itu, budaya juga peradaban islam banyak yang hancur akibat serangan tentara mongol. Keadaan diperparah dengan adanya serangan dari Timur Lenk yang menghancurkan kekuasaan kekuasaan Islam lain.
Muncul dan berkembangnya tiga kerajaan besar, yaitu Usmani di Turki, Mughal di Persia dan Safawi di Persia telah mampu memajukan kembali secara keseluruhan keadaan politik umat islam.
Dalam makalah ini, yang menjadi fokus pembahasannya adalah:
1. Kekuasaan Turki Usmani
2. Kekuasaan Moghul
3. Kekuasaan Persia
BAB II
KEKUASAAN USMANI DI TURKI, SAFAWI DI PERSIA DAN MOGHUL DI INDIA
TURKI USMANI (1299 M – 1924 M )
A. Asal mula Turki Usmani
Kerajaan turki Usmani, didirikan oleh bangsa turki dari kabilah oghuz yang mendiami daerah mongol dan daerah utara negeri cina. Dalam waktu kira kira tiga abad, pindah ke Turkistan kemudian Persia dan irak. Bangsa ini, masuk islam sekitar abad ke sembilan atau sepuluh, yaitu ketika mereka menetap di asia tengah. Karena adanya tekanan dari bangsa mongol yaitu pada abad ke 13 M dan diusir oleh Chengis Khan, mereka melarikan diri ke daerah barat, yaitu turki Seljuk, di dataran tinggi Asia Kecil dan mengungsi di tengah tengah saudara mereka. Pada saat itu, terjadi peperangan melawan Bizantium yang kemudian Bizantium dapat dikalahkan karena bantuan dari mereka, karena pada saat itu juga, dibawah pimpinan Ertoghul mereka mengabdikan diri kepada Sultan Alauddin II yang merupakan sultan Seljuk. Karena kemenangan itu dan atas jasa mereka, mereka dihadiahi sebidang tanah di Asia Kecil yang berbatasan dengan Bizantium yaitu daerah Iski Shahr dan sekitarnya, selanjutnya mereka terus mengembangkan dengan cara membina wilayah tersebut dan menunjuk Syukud sebagai ibu kota. Disinilah lahir Usman yang merupakan anak pertama pada tahun 1258 M.
Usman, putra Ertoghul yang menggantikan ayahnya setelah meninggal yaitu pada tahun 1289 dianggap sebagai pendiri kerasaan Usmani. Sama halnya dengan ayahnya, Usman banyak berjasa kepada Sultan Alauddin II yaitu dengan keberhasilannya menduduki benteng-benteng Bizantium yang berdekatan dengan kota Broessa.
Sultan Alauddin terbunuh pada saat terjadinya penyerangan bangsa Mongol ke kerajaan Saljuk tahun 1300 M, akibatnya kerajaan Saljuk kemudian terpecah dalam beberpa kerajaan kecil, kemudian Usman pun menyatakan kemerdekaan dan berkuasa penuh atas daerah yang didudukinya. Selanjutnya kerajaan Turki Usmani berdiri dengan penguasa pertamanya adalah Usman.
B. Silsilah Keturunan
1) Usman I (1281-1326 M)
2) Orkhan (1326-1359 M)
3) Murad I (1359-1389 M)
4) Bayazid I (1389-1402 M)
5) Muhammad I (1403-1421 M)
6) Murod II (1421-1451 M)
7) Muhammad II (1451-1484 M)
8) Bayazid II
9) Salim I (1512-1520 M)
10) Sulaiman Agung (1520-1566 M)
11) Salim II (1566-1573 M)
12) Murad III (1574-1595 M)
13) Muhammad III (1595-1603 M)
14) Ahmad I (1603-1617 M)
15) Mustafa I (1617-1623 M) dan Usman II (1618-1622 M)
16) Murad IV (1623-1640 M)
17) Ibrahim (1640-1648 M)
18) Mustafa III (1757-1774 M)
19) Abd al Hamid (1774-1789 M)
C. Kepemimpinan dan Kekuasaan
No Nama Tahun (Masehi) Julukan Kekuasaan/Daerah Taklukan/Penyerangan Hal Hal Lain
1 Usman I 1290-1326 - a. Menyerang perbatasan Bizantium
b. Menaklukkan kota Broessa (1317 M)
c. Menjadikan Broessa sebagai ibukota (1326 M) a. Setelah mengumumkan diri sebagai Padisyah Al Usman, setapak demi setapak wilayah kerajaan dipeluas
b. Wilayahnya kecil
c. Putra Al Tugril (Ertoghul)
2 Orkhan 1326-1359 - a. Menaklukkan Azmir (Smirna) pada 1327 M
b. Menaklukkan Thawasyanli (1330 M)
c. Uskandar (1338 M)
d. Ankara (1354 M)
e. Gallipoli (1456 M) Putra Usman I
3 Murad I 1359-1389 Alexander a. Memantapkan keamanan dalam negeri
b. Melakukan perluasan daerah ke benua Eropa
c. Menaklukkan Adrianopel (kemudian dijadikan ibukota kerajaan)
d. Macedonia
e. Sopia
f. Salonia
g. Asia Kecil
h. Bagian utara Yunani Paus mengobarkan semangat perang karena cemas terhadap kemajuan ekspansi.
4 Bayazid I 1389-1403 - a. Mengahancurkan pasukan sekutu Eropa
b. Mengarahkan ekspansi ke Konstantinopel a. Ekspansi sempat berhenti beberapa lama
b. Terjadi peperangan dengan tentara Mongol pimpinan Timur Lenk di Ankara (1402 M)
c. Tentara Turki Usmani kalah
d. Bayazid bersama Musa (Puteranya) tertawan dan wafat dalam tawanan (1403 M)
e. Turki Usmani mengalami kemunduran
5 Muhammad I 1403-1421 - a. Mengatasi suasana buruk yang terjadi
b. Berusaha menyatukan negaranya dan mengembalikan kekuatan serta kekuasaan
c. Meletakkan dasar-dasar keamanan dalam negeri
d. Mengadakan perjanjian damai dengan Byzantium dan Venesia a. Penguasa penguasa Saljuk di Asia Kecil melepaskan diri
b. Wilayah Serbia dan Bulgaria memproklamasikan diri
c. Putra-putra Bayazid berebut kekuasaan
d. Para sejarawan mensejajarkan dengan Umar II dari Dinasti Umayyah
6 Murad II 1421-1451 - a. Merebut kembali daerah-daerah Eropa
b. Mengadakan pengepungan terhadap Konstantinopel beberapa minggu Banyak mendirikan masjid dan Sekolah
7 Muhammad II 1451-1484 Al Fatih a. Mengalahkan Bizantium
b. Menaklukkan Konstantinopel (25 Mei 1453)
c. Menaklukkan Venish, Itali, Rodos Cremia yang semua itu dikenal dengan Konstantinopel II
d. Menerapkan undang-undang Islam dalam Qonun Namah Dengan terbukanya Konstantinopel sebagai benteng pertahanan terkuat kerajaan Bizantium, mempermudah ekspansi ke Benua Eropa oleh Turki Usmani
8 Bayazid II - - - -
9 Salim I 1512-1520 - a. Menaklukkan Asia Kecil, Persia, Kaldiran, Mesir, Sultan Mamluk (1517 M)
b. Memindahkan kholifah boneka Bani Abbas ke Konstantinopel yang bernama Ahmad dan mengambil gelar secara sakral sehingga kota tersebut berubah menjadi Istambul a. Watak Sangat Kejam
b. Dikenal dengan Salim The Grim
10 Sulaiman Agung 1520-1566 Sulaiman Al Qonuni a. Mengembangkan ekspansi yang dilakukan Salim I
b. Melakukan ekspansi di skitar Turki Usmani
c. Menundukkan: Irak, Belgrado, Pulau Rodes, Tunis, Budhapest dan Yaman
d. Perluasan ke Asia (Asia Kecil, Armenia, Irak, Syiria, Hejaz, dan Yaman)
e. Perluasan ke Afrika (Mesir, Libia, Tunis dan Al Jazaer)
f. Perluasan ke Eropa (Bulgaria, Yunani, Yogoslafia, Albania, hergoria dan Rumania) a. Disusun kitab undang-undang (qonun)
b. Kitabnya bernama Multaqa Al Abhur
c. Menerjemahkan Al-Qur’an ke bahasa Turki
d. Berhasil membawa kejayaan Islam
e. Banyak dibangun Masjid, sekolah, rumah sakit, gedung, makam, jembatan, saluran air, villa dan pemansian umum
11 Salim II 1566-1573 - - a. Mulai masuk fase kemunduran
b. Terjadi pertempuran antara armada laut Usmani dengan armada laut Kristen
c. Turki Usmani mengalami kekalahan
d. Tunisia terebut oleh musuh
12 Murad III 1574-1595 - a. Menyerbu Kaukasus
b. Menguasai Tiflis di Laut Hitam (1577 M)
c. Merampas kembali Tunisia dan Tabriz (ibukota Safawi)
d. Menundukkan Georgia
e. Mencampuri urusan dalam negeri Polandia
f. Mengalahkan Gubernur Bosnia (1593 M) a. Berkepribadian jelek dan memperturutkan hawa nafsunya
b. Timbulnya kekacauan dalam negeri
13 Muhammad III 1595-1603 - - a. Kekacauan menjadi jadi
b. Membunuh saudara laki lakinya
c. Menenggelamkan janda
d. Austria berhasil memukul kerajaan Usmani
14 Ahmad I 1603-1617 - Memperbaiki situasi dalam negeri Di mata bangsa Eropa, Usmani sudah mulai memudar
15 Mustafa I
Usman II 1617-1623
1618-1622 - - a. Situasi semakin memburuk (Masa Mustafa I)
b. Gejolak politik dalam negeri tidak bisa diatasinya (Masa Mustafa I)
c. Syaikh Islam mengeluarkan fatwa agar Mustafa I turun dan diganti Usman II
d. Bangsa Persia bangkit dan mengadakan perlawanan merebut wilayahnya kembali
e. Kerajaan Usmani tidak mampu berbuat banyak dan Persia terlepas.
16 Murad IV 1623-1640 - a. Menyusun dan menertibkan pemerintahan
b. Menguasai Jenissari (yang pernah menumbangkan Usman II) -
17 Ibrahim 1640-1648 - a. Menyerbu Hongaria (Gagal)
b. Mengancam Vienna (Gagal) c. Termasuk orang yang lemah
d. System politik yang sudah mulai membai, merosot lagi
e. Orang-orang Turki Usmani terusir dari Cyprus dan Creta (1645) dikarenakan adanya peperangan laut dengan Venetia
f. Muhammad Koprulu sebagai wazir atau perdana menteri dan diberi keuasaan absolute dan berhasil mengembalikan peraturan dan mengkonsolidasi stabilitas keuangan Negara
18 Mustafa III 1757-1774 - Mengalahkan kembali tentara Rusia Tentara Rusia dapat mengalahkan Turki Usmani di sepanjang pantai asia kecil (1770)
19 Abd Hamid 1774-1789 - - a. Saudara Mustafa III
b. Seorang yang lemah
c. Megadakan perjanjian Kinarja dengan Catherine II dari Rusia.
D. Kemajuan yang dicapai Turki Usmani
1. Perluasan Wilayah
Pada masa Orkhan, berhasil menguasai wilayah Broessa (Turki), Izmir (Asia Kecil) dan Ankara. Murad I menaklukkan Balkan, Andrianopel (Turki), Mecedonia, Sofia (Bulgaria). Puncak ekspansi oleh Muhammad II yang bergelar Al Fatih berhasil menaklukkan Konstantinopel (Istanbul), Serbia, Albia dan Hongaria
2. Bidang kemiliteran dan pemerintahan
Pendorong utama kemajuan bidang militer adalah tabiat bangsa Turki yang bersifat militer, disiplin, dan mematuhi peraturan.
3. Bidang ilmu pengetahuan dan budaya
Dalam perkembangan ilmu pengetahuan, Turki Usmani tidak begitu menonjol. Namun, berperan dalam pengembangan seni arsitektur islam, berupa pembangunan Masjid, seperti yang ada yaitu Masjid Jami’ Sultan Muhammad Al Fatih dan Masjid Aya Sofia. Hiasan kaligrafinya dijadikan sebagai penutup gambar-gambar kristiani. Pada masa Sulaiman Al Qonuni, banyak dibangun masjid, sekolah, rumah sakit, gedung, makam, jembatan, saluran air, dan villa.
4. Bidang keagamaan
Fatwa ulama menjadi hokum yang berlaku, karena agama mempunyai peranan besar dalam lapangan sosial dan politik. Mufti sebagai pejabat urusan agama tertinggi, berwenang member fatrwa resmi terhadap problema keagamaan yang dihadapi masyarakat. Tarekat juga mengalami kemajuan, diantaranya Tarekat Balitasyi dan Tarekat Maulawi (tokoh: Jalaluddin Rumi), kedua tarekat ini banyak dianut oleh kalangan sipil dan militer.
5. Sosial politik dan administrasi Negara
Turki menjadi penyelenggara perdagangan, pemungut pajak (cukai), pelabuhan yang menjadi sumber keuangan yang besar bagi Turki, karena menguasai beberapa kota pelabuhan utama, seperti: pelabuhan sepanjang laut tengah (Afrika Utara), pelabuhan Laut Merah, teluk Persia, pelabuhan di Siria (Lebanon), pantai Asia Kecil, dan pelabuhan Internasional Konstantinopel yang menjadi penghubung barat dan timur pada waktu itu.
E. Kemunduran Turki Usmani
Faktor yang turut menyokong kemunduran Turki Usmani adalah:
1. Faktor Internal
a. Luas wilayah kekuasaan Turki Usmani
Selain karena administrasi dalam suatu Negara yang amat luas wilayahnya adalah sebuah kerumitan, juga para penguasa sangat berambisi untuk menguasai wilayah yang sangat luas, yang menyebabkan perang secara terus menerus dengan berbagai bangsa.
b. Heterogenitas Penduduk
Karena wilayah yang luas, Turki Usmani mempunyai beragam penduduk, baik dari segi agama, ras, etnis maupun adat istiadat, maka dibutuhkan adanya organisasi pemerintahan yang diatur, tanpa adanya organisasi yang diatur, maka hanya akan menanggung beban akibat dari Heterogenitas.
c. Penguasa yang tidak cakap
Sepeninggal Sulaiman Al Qonuni, pemimpin Turki Usmani adalah orang yang lemah, baik dalam kepribadian, maupun dalam kepemimpinan.
d. Pemberontakan Jenissari
Kemajuan ekspansi banyak ditentukan oleh kuatnya Jenissari. Dengan demikian, dapat dibayangkan jika tentara tersebut memberontak. Pemberontakan terjadi sebanyak empat kali, yaitu: 1525 M, 1632 M, 1727 M dan 1826 M.
e. Merosotnya perekonomian Negara
Karena banyaknya peperangan, mengakibatkan terlepasnya wilayah-wilayah kekuasaan Usmani, dan menimbulkan kemerosotan pendapat Negara.
2. Faktor Eksternal
a. Munculnya gerakan Nasionalisme
b. Terjadinya kemajuan teknologi di Barat, khususnya bidang persenjataan (Turki masi menggunakan senjata Tradisional)
c. Stagnasi bidang ilmu dan teknologi
Dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan tegnologi, Turki Usmani belum berhasil, hal ini dikarenakan Turki Usmani mengutamakan pengembangan bidang militer dan tidak diimbangi dengan kemajuan ilmu dan teknologi.
F. Akhir Riwayat Turki Usmani
Setelah Turki Usmani mengalami kekalahan atas Eropa, Ia menyadari bahwa diperlukannnya pembaruan militer. Ketika terjadi perang dunia pertama (1915), Turki Usmani bergabung dengan Jerman dan Austria. Dalam perang tersebut, mereka mengalami kekalahan. Hingga tahun 1920 Usmani telah kehilangan seluruh wilayah mereka di Balkan. Beberapa Negara baru telah terbentuk atas Inggris.
KERAJAAN SAFAWI DI PERSIA (1503 M – 1722 M)
A. Asal Mula kerajaan Safawi di Persia
Kerajaan ini berdiri setelah kerajaan Usmani, yaitu pada tahun 1503-1722 M, berasal dari tarekat safawiyah yang berpusat di Ardabil (sebuah kota di Azarbeijan) . Tarekat ini didirikan pada waktu yang hampir bersamaan dengan berdirinya Usmani.
Tujuan dari tarekat ini adalah untuk memerangi orang-orang yang ingkar dan kelompok ahli bid’ah. Oleh karena itulah, tarekat bersifat fanatik dan menentang kelompok-kelompok selain syi’ah. Dan itu pulalah yang mendorong tarekat ini untuk memasuki wilayah politik. Jama’ah dan murid muridnya berubah menjadi tentara yang teratur dan fanatic dalam hal kepercayaan serta menentang orang-orang yang bermazhab selain Syiah.
Nama safawi, diambil dari nama pemimpin tarekat Safi Al Din (1252 M-1334 M), dialah mempelopori berdirinya kekhalifahan ini. Ia adalah keturunan dari Imam Syi’ah yang ke enam yaitu Musa Al Khazim, Safi adalah keturunan orang yang berada, kehalifahan ini adalah penganut sekte Syiah Itsna Asy’ariyah (Syiah duabelas). Kekhalifahan ini, berpusat di Persia (sekarang adalah Iran). Nama Safawi, sampai menjadi gerakan politik yang akhirnya mendirikan kerajaan.
Dilihat dari asal usulnya, kerajaan ini dipimpin oleh dua kekuatan. Kekuatan pertama adalah kepemimpinan agama atau disebut dengan tarekat yaitu sebagai perintis kerajaan ini ( dipimpin oleh Saifudin hingga Haidar yaitu pada tahun 1252 M-1494 M) dan kepemimpinan kedua adalah kepemimpinan kerajaan sebagai penerus kepemimpinan pertama, dan coraknya adalah kepemimpinan formal.
Dalam perkembangannya, kerajaaan Safawi sering bentrok dengan kerajaan Usmani, kerajaan safawi berkembang dengan cepat.
Safawiyah berpengaruh besar pada keagamaan di Persia, Syiria dan Antoli setelah ia menggantikan guru sekaligus mertuanya yaitu Syekh Taj Al Din Ibrahim Zahidi yang wafat pada tahun 1301 M yang dijuluki dengan Zahid Al Gilani.
B. Kepemimpinan dan Kekuasaan
No Nama Tahun (Masehi) Yang dilakukan Hal hal lain
1 Saifuddin – Haidar (kepemimpinan Pertama)
a. Juneid (1447 M-1460M)
b. Haidar (1470 M) 1252-1494
a. Perintis kerajaan Syafawiyah
b. Juneid menghimpun kekuatan untuk selanjutnya beraliansi politik.
c. Juneid berusaha merebut Ardabil. Tetapi gagal (1459)
d. Juneid berusaha merebut Sircassia tetapi gagal (1460)
a. Dianasti Syafawi dengan menambah kegiatan politik pada kegiatan keagamaan
b. Konflik antara Juneid dengan pihak penguasa Kara Konyulu (domba hitam)
c. Juneid diasingkan ke suatu tempat karena mengalami kekalahan
d. Juneid mendapat perlindungan dari penguasa Diyar Bakr, AK-Konyulu (domba putih)
e. Juneid terbunuh pada saat usaha perebutan Sircassia (1460)
f. Pada masa Junied, lebih tampak visi politiknya
g. Haidar menggantikan posisi Juneid pad atahun 1470 M
h. Haidar menikah dengan putri Uzun Hasan (rekan politik Juneid yang istananya ditinggali oleh Juneid saat diasingkan yang pada saat itu istananya menguasai sebagian besar persia)
i. Haidar mempunyai anak bernama Ismail
2 Ismail bin Haidar
1501-1524 a. Pendiri kerajaan Syafawiyah
b. Mempersiapkan kekuatan dan mengadakan hubungan dengan para pengikutnya di Azerbaijan, Syiria dan Anatolia (pasukan tersebut bernama Qizilbash yang artinya baret merah)
c. Menghancurkan sisa-sisa kekuatan AK Koyunlu di Hamdan (1503 M)
d. Menguasai propinsi Kaspia di Nazandaran, Gurgan dan Yazd (1504 M)
e. Menguasai Diyan Bakr (1505 M-1507 M)
f. Menguasai Baghdad dan daerah barat daya Persia (1508 M)
g. Mengusasi Sirwan (1509 M)
h. Menguasai Khurasan (1510 M) a. Pada saat pergantian kepemimpinan kepadanya, usianya tujuh tahun
b. Bermarkas di Gilan selama lima tahun
c. Dalam waktu sepuluh tahun, sudah dapat menguasai Persia dan bagian timur Bulan Sbait Subur
d. Membenci golongan Syi’ah
e. Kalah dalam peperangan dengan Turki Usmani (1514 M) di Chaldiran dekat Tabriz. Turki Usmani dalam kepemimpinan sultan Salim
f. Kekalahan mengakibatkannya krisis percaya diri
g. Akibatnya, terjadi persaingan segitiga yaitu antara suku-suku turki, para pejabat keturunan Persia dan Qizilbash
h. Sepeninggal Ismail, sering terjadi peperangan antara kedua kerajaan besar Islam (Usmani dan Persia)
3 Tahmasp I 1524-1576 - Peperangan dengan Turki Usmani (kalah karena lemah dan sering terjadi peperangan antar kelompok kelompok didalam negeri)
4 Ismail II 1576-1577 - Peperangan dengan Turki Usmani (kalah karena lemah dan sering terjadi peperangan antar kelompok kelompok didalam negeri)
5 Muhammad Khudabanda 1577-1587 - Peperangan dengan Turki Usmani (kalah karena lemah dan sering terjadi peperangan antar kelompok kelompok didalam negeri)
6 Abbas I 1588-1628 a. Mengadakan pembenahan administrasi
b. Pemindahan Ibukota ke Istafan
c. Berusaha menghilangkan dominasi pasukan Qizilbash atas kerajaan Syafawi
d. Mengadakan perjanjian damai dengan Turki Usmani
e. Berjanji tidak akan menghina tiga kholifah pada khutbah jum’at, yaitu: Abu Bakar, Umar dan Usman
f. Menyerang dan menaklukkan Heart (1598 M)
g. Merebut Marw dan Balkh
h. Menguasai Tabriz,Sirwan dan Baghdad (1602 M)
i. Menguasai kota Nakhchivan, Eviran, Ganja, dan Tiflis (1605-1606)
j. Merebut kepulauan Hurmuz (1622 M)
k. Merubah pelabuhan Gumrunmenjadi elabuhan Bandar Abbas (1622 M) a. Keadaan politik bangkit kembali
b. Menata administrasi Negara lebih baik dari pemimpin pemimpin sebelumnya
c. Cara menghilangkan dominasi pasukan Qizilbash atas kerajaan Syafawi adalah: membentuk pasukan baru, yang anggotanya terdiri dari budak-budak yang berasal dari tawanan perang bangsa Georgia, Armenia dan Sireasia yang telah ada sejak Tahmasp I
d. Berhasil menguasai Tibriz,Sirwan dan Baghdas saat Turki Usmani dipimpin oleh Muhammad III (1602 M)
C. Pasca Abbas I
Setelah meninggalnya Abbas I, kerajaan Syafawi dipimpin oleh enam raja. Yaitu : (karena sifat yang demikianlah, pasca Abbas I, Syafawiyah perlahan kehilangan kekuasaannya)
1. Safi Mirza (1628 M – 1642 M) Pencemburu dan kejam terhadap pembesar-pembesar kerajaan
2. Abbas II (1642 M – 1647 M) Suka mabuk minuman keras
3. Sulaiman (1667 M – 1694 M) Pecandu narkotika dan menyenangi kehidupan malam beserta gemerlapnya
4. Husein (1694 M – 1722 M) Diskriminatif, terlalu berpihak pada kaum Syi’ah dan kejam terhadap penganut Sunni
5. Tahmasp II (1722 M – 1732 M)
6. Abbas III (1733 M – 1736 M)
D. Kemajuan Kerajaan Syafawiyah
1. Bidang Ilmu Pengetahuan
Lahir beberapa ilmuwan, antara lain adalah Bahauddin Al-Syaeraji dalam generalis ilmu pengetahuan, Sadaruddin Al-Syaeraji adalah seorang filosof dan Muhammad Baqir Ibnu Muhammad Damadadalah seorang ahli sejarah, teolog dan seorang yang pernah mengadakan observasi mengenai kehidupan lebah.
2. Bidang Ekonomi
Stabilitas politik kerajaan Syafawi pada masa Abbas I, mampu memacu perkembangan perekonomiannya. Setelah kepulauan Hurmuz dikuasai, Gumrun diubah menjadi Bandar Abbas, dengan adanya hal demikian, salah satu jalur dagang laut antara timur dan barat yang biasa direbutkan oleh Belanda, Inggris dan Perancis sepenuhnya menjadi milik kerajaan Syafawi.
3. Bidang Seni/Arsitektur
Unsur seni terlihat pada Masjid Shah, yang dibangun pada 1611 M, dan Masjid Syaikh Luth Allah yang dibangun 1603 M. Selain itu, bentuk kerajianan tangan, keramik, karpet, permadani, pakaian dan tenun juga terlihat unsur seninya. Dan seni lukis mulai dirilis pada masa Tahmasp I. Sedangkan seorang pelukis timur yang bernama Bizhad dibawa oleh Raja Ismail pada tahun 1522 M ke Tabriz
E. Kemunduran Kerajaan Syafawi
Penyebabnya adalah:
1. Konflik berkepanjangan dengan kerajaan Usmani. Konflik ini terjadi karena berdirinya kerajaan Syafawi yang bermadzhab Syiah merupakan ancaman bagi kerajaan Turki Usmani
2. Moral yang tidak baik melanda pemimpin kerajaan Syafawi. Hal ini memepercepat kehancuran kerajaan Syafawi
3. Seringnya terjadi konflik intern karena perebutan kekuasaan
MUGHAL DI INDIA (1526 M – 1858 M)
A. Asal Usul Dinasti Mughal
Kerajaan Mughal, didirikan oleh Zaharuddin Muhammad Babur (1526-1530 M), salah satu cucu dari Jengis Khan (dari pihak ibu) dan cucu Timur Lank (dari pihak ayah). Ayahnya bernama Umar Mirza, penguasa Ferghana.
Dalam Ensiklopedi Tematis Dunia Islam, disebutkan bahwa Timur Lenk pertamakali melakukan penyerangan ke India pada tahun 1398. Meskipun begitu, ia tidak berambisi untuk menguasainya. Namun, sebagai wakilnya untuk India, Ia menunjuk Khizer Khan sebagai Gubernur di Multan. Setelah Timur Lenk meninggal di Usia 70 tahun (1405 M), anaknya Shah Rukh Mirza menjadi penggantinya.
Kerajaan Mughal merupakan warisan kebesaran Timur Lenk (cucu dari Timur Lenk), dan bukan warisan keturunan India asli. Walaupun demikian, dinasti Mughal telah memberi warna tersendiri bagi peradaban orang-orang India yang sebelumnya identik dengan agama Hindu.
Kerajaan Mughal berdiri seperempat abad sesudah berdirinya kerajaan Safawi. Di India sudah ada embrio kekuasaan Islam yang terjadi pada masa Khalifah Al Walid dari dinasti Umayyah. Dan penaklukkan di India dilakukan pada pimpinan Muhammad bin Qasim pada masa kejayaan Umayyah.
Babur masuk ke India, karena dalam wilayah ini tengah terjadi krisis kekuasaan. Pada tahun 1525 M, ia berhasil menguasai Punjab dengan ibukota Lahore. Kemudian dia memimpin tentaranya menuju Delhi. 21 April 1526 M terjadilah pertempuran dahsyat di Panipat. Ibrahim Lody, penguasa India beserta ribuan tentaranya terbunuh dalam pertempuran itu. Babur memasuki Delhi sebagai pemenang dan menegakkan pemerintahaannya disana. Maka berdirilah kerajaan Mughal di India.
Pada tahun 1494 M, wilayah Samarkand sebagai pusat peradaban Asia tengah berhasil ditaklukkan oleh Babur karena keinginannya, Kemudian di tahun 1504, berhasil menduduki Kabul, Afganistan.
Pada tahun 1525, Babur berhasil menguasai Punjab dan Lahore. Dari sinilah mulai terjadi perang dahsyat yang diarahkan ke Delhi hingga 21 April 1526 M tepatnya diarahkan ke Panipat. Dan sejak itulah dinasti Mughal ada di India
B. Kekuasaan Mughal dan Kepemimpinan
No Pemimpin Tahun (Masehi) Yang dilakukan Hal hal Lain
1 Zahiruddin Muhammad Babur 1526-1530 a. Mengalahkan Ibrahim Lodi
b. Membangun stabilitas politik
c. Memperkuat angkatan perang
d. Melakukan penetrasi kekuasaaan smapai tahun 1529
e. Mengalahkan angkatan perang yang besar yang didirikan oleh raja-raja Hindu di India
f. Mengalahkan dengan mudah Sultan Mahmud Lodi (adik kandung Ibrahim Lodi)
g. Menaklukkan Kabul (Ibukota Afganistan)
h. Menaklukkan kerajaan-kerajaan Hindu di India a. Pendiri Dinasti Mughal
b. Wilayah kekuasaan Mongul mulai dari Turkistan sampai Teluk Bengala. (Daerah daerah penting telah berada dibawah kekuasaan Mughal
c. Belum dapat dikatakan mengatasi seluruh wilayah India
d. Meninggal pada tahun 1530
e. Putranya adalah Hamayun dan Kamran
2 Humayun 1530-1556 a. Dapat menggabungkan Malwa dan Gujarat ke daerah-daerah yang sudah dikuasai
b. Waktu lebih banyak digunakan untuk menyelesaikan masalah disintegrasi dan ancaman usaha untuk menjatuhkan kekuasaannya
c. Menyusun kekuatan di Persia setelah melarikan diri ke Kandahar
d. Berhasil mengambil kembali tahta Mughal pada tahun 1555 a. Salah satu putra Babur
b. Menghadapi ancaman usaha menjatuhkan kekuasaannya oleh Kamran
c. Pertempuran melawan Sher Khan (1540) di Kanauj dan mengalami kekalahan
d. Melarikan diri ke Kandahar
e. Meninggal setahun kemudian setelah mengambil kembali tahta Mughal karena terjatuh di tangga perpustakaannya
3 Akbar 1556-1605 a. Landasan Institusional
b. Landasan Geografis
c. Mempersatukan berbagai daerah India dalam kesultanan Mughal (merupakan prestasi politik)
d. Menguasai penuh Gwalior dan Agra
e. Menaklukkan raja-raja India yang masih ada pada waktu itu a. Naik tahta di usia 14 tahun
b. Kekuasaan diserahkan kepada wazir yang bernama Bairam Khan
c. Berprinsip untuk menjadikan Mughal sebagai kekuaasaan yang besar
d. Terjadi pemberontakan
e. Yang paling mengancam adalah pemberontakan yang dipimpin oleh Himu (yang menguasai gwalior dan Agra)
f. Peperangan dimenangkan oleh Akbar, sehingga Gwalior dan Agra dapat dikuasai penuh
g. Memposisikan islam tidak lebih dari sekedar symbol formal tanpa makna. Maka dari itu, dengan mudah meleburkan dan mencampuradukkan Islam dengan berbagai kepercayaan lain
h. Mengembangkan pola Islam sinkretis (penyatuan budaya)
i. Pendapatnya liberal, yaitu ingin menyatukan semua agama dan diberi nama agama Din Ilahi
j. Menerapkan politik Sulakhul (toleransi Universal)
k. Orang boleh melakukan apa saja dalam konteks politik
l. Pemerintahannya dikenal sebagai masa kebangkitan dan kejayaan Mughal
4 Jahangir - a. Orang pertama kali yang membolehkan penanaman modal oleh pedagang Inggris kepada India
b. Kekuatan bersenjata semakin kuat yang menguasai pantai a. Putra akbar dengan gelar Sultan Nuruddin Muhammad Jangahir Pasha Ghazi
b. Kontras dengan ayahnya, terutama dalam menghadapi kelompok Hindu
c. Menghadapi konflik yang luar biasa dengan anaknya sendiri
5 Shah Jahan 1628-1658 a. Menaklukkan berbagai daerah untuk meredam pemberontakan dan memperluas kerajaan
b. Menguasai dua kerajaan penting, yaitu Ahmadnagar dan Bijabur (1636)
c. Peninggalan makam dan Masjid Tajmahal (tanda kasih Shah Jahan kepada isterinya) a. Memenangkan persaingan untuk menggantikan Jehangir
b. Permaisurinya bernama Nur Jehan
c. Banyak gejolak dalam negeri dan ancaman perebutan kekuasaan dari Negara-negara lain
d. Melanjutkan politik Sultan Akbar
e. Tajmahal merupakan symbol kesultanan Mughal yang stabil
f. Mempunyai putera benama Aurangzeb
6 Aurangzeb 1658-1707 a. Berhasil membuat stabilitas di Deccan terutama dalam menghadapi kerajaan Hindu yang terus berusaha menolak Islam
b. Melakukan kontrol keamanan dalam negeri dengan cara memantapkan kembali kekuasaan di Deccan (tahun 1659 M)
c. Tunduknya Bijabur (1685 M)
d. Tunduknya Golconda (1687 M)
e. Tunduknya Tanjore dan Trichinoply (1689 M) a. Diberi keuasaan oleh ayahnya di Deccan
b. Dapat menguasai India secara utuh melebihi daerah kekuasaan Sultan Akbar
c. Adanya perlawanan bangsa Maratha (ancaman terberat dan perlawanan sengit)
d. Aurangzeb meninggal pada usia 90 yaitu tahun 1707
e. Masanya dikenal dengan masa pengembalian kedaulatan Islam
f. Mengembalikna supremasi agama Islam yang kabur akibat kebijakan kepolitikan Akbar
C. Pasca pemerintahan Aurangzib
Karena kelemahan sultan-sultan sesudah Aurangzib, maka tidak dapat mempertahankan kerajaan Mughal. Muazzam adalah putera tertua Aurangzib yang selanjutnya memegang kekuasaan setelah wafatnya Aurangzib yaitu ada tahun 1707. Sebelumnya, Muazzam adalah penguasa di Kabul yang diberi gelar Bahadur Shah (1707-1712 M). dia adalah penganut Syiah. Karena sikapnya yang memaksakan ajaran Syiah, mengakibatkan perlawanan penduduk Lahore. Selain itu, juga dihadapkan pada perlawanan Sikh sebagai akibat dari tindakan ayahnya.
Dalam waktu yang cukup lama setelah Bahadur Shah meninggal, terjadi perebutan kekuasaan dalam keluarga istana. Azim Shah (putra Bahadur Shah) menggantikan keuasaan ayahnya mendapat pertentangan dari Zulfikar Khan (putra Azad Khan yang merupakan wazir Aurangzeb).
Setelah Azad Khan meninggal (1712 M), digentikan oleh puteranya yang bernama Jahandar Shah. Dia mendapat perlawanan dari Farrukh Siyar yang tidak lain adalah adiknya sendiri.
Dengan dukungan dari kelompok Sayyid, Farrukh Siyar berkuasa mulai 1713 M sampai tahun 1719 M, tetapi ia juga tewas di tangan pendukunnya sendiri yaitu pada tahun 1719 M.
Muhammad Shah (1719 M – 1748 M) diangkat sebagai pengganti Farrukh Siyar. Is dan pengikutnya terusir oleh suku Asyfar dengan pimpinan Nadir Shah. Orang yang sebelumnya dapat menaklukkan kerajaan Safawi di Persia.
Menurut Nadir Shah, kesultanan Mughal banyak memberikan bantuan kepada pemberontak Afghan di Persia, oleh karena itu, ia menundukkan Mughal. Akhirnya Muhammad Syah mengaku tunduk kepada Nadir Shah. Ia berhasil menguasai Delhi setelah ia bersedia memberikan hadiah yang sangat banyak kepada Nadir Shah.
Setelah kekuasaan (wazir) dipegang oleh Chin Qilich Khan yang bergelar Nidham Al Mulk, yaitu pada tahun 1722 M – 1732 M, kesultanan Mughal dapat melakukan restorasi kembali karena mendapat dukungan dari Marathas. Pada tahun 1732 M, Nidham Al Mulk meninggalkan Delhi dan menetap di Hiderabad.
D. Kemajuan yang dicapai Dinasti Mughal
1. Bidang Ekonomi
a. Terbentuknya system pemberian pinjaman bagi hasil usaha
b. Sistem pengumpulan pajak yang dilakukan di beberapa propinsi utama
c. Mulai berkembangnya perdagangan dan pengolahan industri pertanian
d. Sudah terdapat system pemerintahan local yang digunakan untuk mengumpulkan hasil pertanian dan untuk melindungi petani
2. Bidang Agama
a. Munculnya agama baru pada masa Akbar, yaitu Din Illah
b. Perbedaan kasta di India mampu membawa keuntungan terhadap perkembangan Islam
c. Berhasil disusunnya risalah yang dinamakan dengan fatwa Alamgiri yaitu pada masa Aurangzeb
3. Bidang Seni dan Budaya
a. Dibangun istana Fatpuri Sikri, villa dan masjid masjid yang indah pada masa Akbar
b. Dibangun masjid yang berlapiskan mutiara dan Tajmahal di Agra, Masjid Raya Delhi dan Istana Indah di Lahore pada masa Syah Jehan
c. Malik Muhammad Jayadi, penyair India tekenal yang menghasilkan karya karya besar yang berjudul padmavat.
d. Satrawan bernama Abu fadhl, dengan karyanya adalah Akhbar Nama dan Aini Akhbari yaitu pada masa Aurangzeb
4. Bidang Ilmu Pengetahuan
a. Sarana penelitian dibangun oleh Aurangzeb, ia memberikan sejumlah uang yang besar dan tanah untuk membangunnya
b. Seorang guru mengelola lembaga tingkat dasar yang ada pada setiap masjid
c. Sebuah perguruan tinggi di Delhi yang masa pendiriannya yaitu pada masa Syah Jehan. Dan jumlahnya pada masa Aurangzeb semakin bertambah
E. Penyebab Kemunduran Dinasti Mughal (1858 M)
1. Dalam pembinaan kemiliteran terjadi stagnansi, yang mengakibatkan pemantauan gerak langkah tentara Inggris di wilayah pantai tidak mampu dilakukan. Akibat lainnya adalah berkurangnya kekuatan pasukan darat yang handal dalam pengoperasian senjata buatannya sendiri.
2. Pemborosan dalam pemakaian uang Negara akibat adanya kemorosotan moral dan hidup mewah di kalangan elit politik
3. Konflik antar agama yang dikarenakan terlalu kasarnya Aurangzeb dalam melkasanakan ide-idenya
4. Pewaris kerajaan pada masa akhir adalah orang yang lemah dalam hal kepemimpinan
5. Banyak terjadi pemberontakan karena lemahnya pemimpin pasca Aurangzeb yang mengakibatkan banyaknya wilayah yang terlepas dari kekuasaan Mughal
BAB III
ANALISIS TEORI
A. Teori Fungsionalisme Struktural
Menurut teori ini, masyarakat merupakan suatu system social yang terdiri atas bagian-bagian atau elemen yang saling berkaitan dan saling menyatu dalam keseimbangan. Secara ekstrim, penganut teori ini beranggapan bahwa semua peristiwa dan semua struktur adalah fungsional bagi suatu masyarakat. Dengan demikian pada tingkat tertentu umpamanya peperangan, ketidaksamaan sosial, perbedaan ras bahkan kemiskinan “diperlukan” oleh suatu masyarakat. Perubahan dapat terjadi secara perlahan-lahan dalam masyarakat. Kalau terjadi konflik, penganut teori Fungsionalisme Struktural memusatkan perhatiaannya kepada masalah bagaimana cara menyelesaikannya sehingga masyarakat tetap dalam keseimbangan.
Berdasarkan pengertian singkat yang tersebut diatas, dan keadaan sejarah yang tertulis dalam makalah ini, peperangan merupakan salah satu cara untuk melakukan penyebaran kekuasaan, yang pada akhirnya dapat memajukan kondisi sosial, baik dalam hal kemajuan ekonomi, kemajuan arsitektur dan kemajuan kemajuan lainnya yang selanjutnya untuk masyarakat pada umumnya dan Islam pada khusunya.
B. Teori Konflik
Teori ini dibangun dalam rangka untuk menentang secara langsung teori Fungsionalisme Struktural. Konsep teori ini adalah wewenang dan posisi. Keduanya merupakan fakta sosisal.
Berdasarkan dengan penjelasan singkat tersebut dan sejarah yang tertulis dalam makalah ini, kepemimpinan pada masing-masing pereode mampu memutuskan segala hal. Baik hal tersebut merupakan penyebaran kekuasaan, kebijakan-kebijakan yang dimunculkan, juga pada perkembangan-perkembangan atau kemajuan-kemajuan yang diperoleh karena kepemimpinannya.
BAB IV
KESIMPULAN
A. Kekuasaan Usmani di Turki
1. Kerajaan Turki Usmani, didirikan oleh bangsa turki dari kabilah oghuz.
2. Pendiri kerajaan Turki Usmani adalah Usman bin Ertoghul
3. Kepemimpinan Turki Usmani mulai tahun 1299 M sampai tahun 1924 M
4. Wilayah-wilayah yang dapat dikuasai (daerah taklukkan dan daerah penyerangan) adalah:
a. Ardianopol
b. Masidonia
c. Bulgaria
d. Serbia
e. Korsovo
f. Asia Kecil
g. Konstantinopel
h. Persia
i. Kaldiran
j. Mesir
k. Sultan Mamluk
l. Irak
m. Belgrado
n. Pulau Rodes
o. Tunis
p. Budhapest
q. Yaman
r. Kaukasus
s. Tiflis di Laut Hitam
t. Georgia
5. Luas Turki Usmani
a. Asia
1) Asia Kecil
2) Armenia
3) Irak
4) Syiria
5) Hejaz
6) Yaman
b. Afrika
1) Mesir
2) Libia
3) Tunis
4) Al jazaer
c. Eropa
1) Bulgaria
2) Yunani
3) Yugoslafia
4) Albania
5) Hergoria
6) Rumania
B. Kekuasaan Safawi di Persia
1. Kerajaan Safawi berasal dari sebuah gerakan tarekat yang berdiri di Ardabil
2. Masa kekuasaan Abbas I merupakan puncak kejayaan Kerajaan Safawi
3. Berkuasa mulai tahun 1503 M – 1722 M
4. Perluasan wilayah
a. Seluruh wilayah Persia
b. Sebelah timur Fertile Creshen
c. Sirwan
d. Azerbeijan
e. Irak
f. Propinsi Kaspia
g. Mazandaran
h. Curgan
i. Diyar Bakr
j. Baghdad
k. Khurasan
l. Georgia
m. Armenia
n. Sireasia
o. Nakhchivan
p. Eviran
q. Ganja
r. Tiflis
s. Kepulauan Hurmuz
C. Kekuasaan Mughal di India
1. Didirikan oleh Zaharuddin Muhammad Babur
2. Berkuasa pada tahun 1526 M – 1858 M
3. Daerah kekuasaan
a. Mulai dari Turkistan sampai teluk Bengala
b. Gwalior
c. Agra
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
format yang asli, silahkan hubungi twitter @RahmatikaVarid
BalasHapusSalam Santun Ukhuwah karenaNya. ^^