Rabu, 25 Juni 2014

belajar statistik dari nol (part II)


Soal     : Faktor faktor yang mempengaruhi upah tenaga kerja
Jawab :
Dengan menggunakan data sebagai berikut:
Lama Pendidikan
Inflasi
Lama Kerja
Produktifitas
Pertumbuhan Ekonomi
Upah
6
21,77
12
4
4,5
44567,00
7
15,97
8
4
4,5
57700,00
8
,
2
4
5,6
59787,00
9
9,69
11
5
5,6
73317,00
10
11,46
5
4
5,6
73182,00
11
8,76
9
5
5,6
65844,00
12
4,31
10
5
5,6
78182,00
13
8,83
0
5
6,4
78351,00
14
8,9
7
5
6,4
110283,00
15
5,47
3
4
6,8
106738,00
16
5,97
6
5
6,8
108361,00
17
9,53
9
5
6,8
136150,00
18
9,52
4
5
6,8
135310,00
19
4,94
4
5
6,8
141000,00
20
9,77
13
4
6,8
158988,00
21
9,24
13
5
5,8
167800,00
22
8,64
11
4
7,9
174000,00
23
6,47
12
4
7,9
186000,00
24
11,05
15
4
2,4
194500,00
25
77,63
14
4
-13,1
207800,00
26
2,01
15
5
5,36
213980,00
27
9,35
15
5
6,91
225600,00
28
12,55
15
5
3,8
234500,00
29
10,03
12
4
4,4
246700,00
30
5,06
13
5
4,7
257900,00
31
6,4
6
4
5,1
261200,00
32
17,11
13
5
5,7
278920,00
33
6,6
5
5
5,5
287400,00
34
6,59
6
4
6,3
298700,00
35
11,06
14
4
6,0
309870,00
36
2,78
10
5
4,6
314500,00
37
6,96
11
5
6,1
326900,00
38
3,79
14
4
6,5
336500,00
39
4,3
5
4
6,2
341200,00
40
8,38
14
5
6,3
359800,00

1.      Faktor yang mempengaruhi upah tenaga kerja yang nantinya dilambangkan dengan Y adalah:
a.       Lama Pendidikan (th) dilambangkan dengan Xlp
b.      Inflasi (%) dilambangkan dengan Xi
c.       Lama Kerja (th) dilambangkan dengan Xlk
d.      Produktifitas dilambangkan dengan Xp
e.       Pertumbuhan Ekonomi (%) dilambangkan dengan Xpe
2.      Data inflasi dan pertumbuhan ekonomi berturut-turut mulai tahun 1979-2013
3.      Data pertumbuhan ekonomi tahun 2013 merupakan data perkiraan (estimasi) dari Bank Indonesia, begitu juga data pertumbuhan ekonomi tahun 1979 dan 1980 merupakan perkiraan, karena tidak ditemukannya data mengenai hal tersebut,
4.      Rumus untuk menghitung pertumbuhan ekonomi adalah:


5.      Jika diamati data tersebut, inflasi terbesar terjadi pada tahun 1998 yaitu sebesar 77,63%, dan inflasi terendah terjadi pada tahun 1999 yaitu sebesar 2,01%,
6.      Didapatkan rumus sebagai berikut:
                                              :  Upah
                                              : konstanta
                    : koefisien regresi (nilai y’ apabila koefisien
                                              : standar error (faktor faktor lain)

Variables Entered/Removedb
Model
Variables Entered
Variables Removed
Method

1
Xpe, Xlp, Xp, Xlk, Xia
,
Enter

a, All requested variables entered,

b, Dependent Variable: y


Keterangan:
Xlp                              : Lama Pendidikan
Xi                                : Inflasi
Xlk                              : Lama Kerja
Xp                               : Produktifitas
Xpe                             : Pertumbuhan Ekonomi
Y                                 : Upah
   : merupakan variable independen (variable bebas)
y                                  : merupakan variable dependen  (variable terikat)


Model Summary
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std, Error of the Estimate
1
,997a
,994
,992
8446,941
a, Predictors: (Constant), Xpe, Xlp, Xp, Xlk, Xi

1.      Lama pendidikan, inflasi, lama kerja, produktifitas, dan pertumbuhan ekonomi memiliki hubungan sebesar 99,7% dengan pendapatan upah tenaga kerja
2.      Lama pendidikan, inflasi, lama kerja, produktifitas, dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh (berkonstrirbusi) sebesar 99,4% terhadap pendapatan upah tenaga kerja sisanya adalah factor lain diluar model ini,
3.      Dengan nilai factor lain yang mempengaruhi pendapatan upah sebesar 0,6

Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t
Sig,
B
Std, Error
Beta
1
(Constant)
-17804,664
18224,258

-,977
,337
Xlp
9405,064
161,314
,991
58,303
,000
Xi
173,981
329,913
,022
,527
,602
Xlk
477,987
377,992
,021
1,265
,216
Xp
-4078,500
2965,822
-,021
-1,375
,180
Xpe
689,153
1178,869
,024
,585
,563
a, Dependent Variable: y




Didapatkan rumus sebagai berikut      :
1.        Uji Multikolinieritas

Berdasarkan teori yang ada, pertumbuhan ekonomi dan inflasi saling berpengaruh, oleh sebab itu, dalam uji multikolinieritas SPSS, keduanya tidak dianggap/dihilangkan. Sehingga didapatkan hasil sebagai berikut:

Correlations


y
Xlp
Xlk
Xp
y
Pearson Correlation
1
.996**
.385*
-.010
Sig. (2-tailed)

.000
.023
.954
N
35
35
35
35
Xlp
Pearson Correlation
.996**
1
.368*
.011
Sig. (2-tailed)
.000

.030
.948
N
35
35
35
35
Xlk
Pearson Correlation
.385*
.368*
1
.022
Sig. (2-tailed)
.023
.030

.902
N
35
35
35
35
Xp
Pearson Correlation
-.010
.011
.022
1
Sig. (2-tailed)
.954
.948
.902

N
35
35
35
35
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Berdasarkan hasil tersebut, ditemukan terjadinya multikolinieritas antara Xlk (Lama kerja) dengan Xlp (Lama Pendidikan) sebesar 36.8%. oleh sebab itu, agar tidak terjadi multikolinieritas maka ditemukan variable independen sebagai berikut:
Correlations


y
Xlp
Xp
y
Pearson Correlation
1
.996**
-.010
Sig. (2-tailed)

.000
.954
N
35
35
35
Xlp
Pearson Correlation
.996**
1
.011
Sig. (2-tailed)
.000

.948
N
35
35
35
Xp
Pearson Correlation
-.010
.011
1
Sig. (2-tailed)
.954
.948

N
35
35
35
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).


Model Summary
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1
.997a
.993
.993
8325.418
a. Predictors: (Constant), Xlp, Xp


1.      Lama pendidikan, dan produktifitas memiliki hubungan sebesar 99,7% dengan pendapatan upah tenaga kerja
2.      Lama pendidikan, dan produktifitas berpengaruh (berkonstrirbusi) sebesar 99,3% terhadap pendapatan upah tenaga kerja sisanya adalah factor lain diluar model ini,
3.      Dengan nilai factor lain yang mempengaruhi pendapatan upah sebesar 0,7
2.        Uji Autokorelasi
Model Summaryb
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin-Watson
1
.997a
.994
.992
8446.941
.854
a. Predictors: (Constant), Xpe, Xlp, Xp, Xlk, Xi

b. Dependent Variable: y





H0: Tidak terjadi autokorelasi
H1            : Terjadi autokorelasi
Berdasarkan dengan hasil tersebut bahwasannya DW kurang dari 4 (0.854) maka tidak terjadi autokorelasi jadi H0 diterima dan H1 ditolak.
3.    Uji Hetoroskesdastisitas
Karena sudah dilakukan uji multikolinieritas maka uji heteroskesdastisitas menggunakan variable independen yang didapatkan dari uji multikolinieritas. Didapatkan hasil dibawah ini:

Correlations



y
Xlp
Xp
Spearman's rho
y
Correlation Coefficient
1.000
.998**
.017
Sig. (2-tailed)
.
.000
.923
N
35
35
35
Xlp
Correlation Coefficient
.998**
1.000
.011
Sig. (2-tailed)
.000
.
.948
N
35
35
35
Xp
Correlation Coefficient
.017
.011
1.000
Sig. (2-tailed)
.923
.948
.
N
35
35
35
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).




H0       : terjadi heteroskesdastisitas
H1       : tidak terjadi heteroskesdastisitas
Dari hasil diatas, telah Nampak bahwasannya tidak terjadi heteroskesdastisitas dikarnakan nilai dari uji korelasi  lebih dari 0.05.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar