Senin, 04 Agustus 2014

Dream, Desire and Destiny (Part 4) *bukan Diary


Kajian kemuslimahan di BEM masuk pada departemen kemuslimahan,jadi setiap ada kegiatan harus melaporkan dulu pada departemen kemuslimahan,,,tapi lambat laun,itu hanyalah structural saja,karena pada akhirnya,kajian kemuslimahan pada pereode saya berdiri diatas kajian ekonomi islam kampus. Wah…ternyata ini adalah hikmahnya…

Dari namanya saja ‘kajian kemuslimahan’ sudah Nampak kalau yang dibahas adalah masalah kemuslimahan,,wah..muslimah di kampus saya itu keren-keren lho..pada cepet pengen nikahnya… hehehe… jadi untuk menarik pasar,kajian-kajian yang diadakan adalah kajian tentang pernikahan,mengasuh anak dan sejenisnya… kalau kajian ekonomi islamnya bekerjasama dengan pihak yang asli pastinya.ya..itulah prosedurnya…

Saya kebagian sebagai panitia OSPEK untuk adik angkatan,kalau berdasarkan pandangan saya,sebabnya bukan karena prestasi,tapi karena lokasi rumah yang kategori dekat,,masih masuk di daerah jawa.. tapi,itulah yang namanya belajar,,,, *bijak sekali saya….

Menjadi panitia sebenarnya bukanlah hal yang istemewa bagi saya,yang jadi istimewa adalah saya seolah menyaksikan saya yang dulu tapi itu hanya 1:100…adik kelas sangatlah bersemangat untuk belajar Ekonomi Islam… wah.. keren sekali mereka ini,mematuhi semua aturan,sangat beda dengan saya dulu waktu OSPEK. Okeee…sepertinya hal tersebut kalau diceritakan biasa saja…..

Kelima, eh..setelah dilihat.. ternyata yang ketiga terlewatkan.. heheh..perpindahan asrama ke pegunungan, diliputi ilalang di pedesaan.. *rasa-rasanya saya sudah pernah menulis kalaimat ini,tapi entah dimana dan kapan….
Kampus berasrama tetaplah menjadi cirri khas dari kampus saya,,dan kegiatan asramapun tetap berlangsung.. awala-awala tinggal di asrama baru,ao=ir sangatlah susah,listrik mudah sekali mati, netah karena memang mati pusat, atau hanya karena tegangan yg rendah.. *kok tegangan sih bahasanya??!! Heh..
Tak jarang,kegiatan setelah subuh hanya berwudhu untuk sholat subuh…langsung berangkat kegiatan… hmm.. luar biasa kan??!!
System muharikah di asrama dulu kemungkinan sudah ditiadakan,saya juga sudah ‘malas’ untuk belajar bareng temen-temen yang lain asrama dulu..maklum,masa kanak-kanak, sok-sok_an butuh penyesuaian… hehehhh…
Ya sudahlah,,mau bagaimana lagi? Emang itulah kenyataannya.. suatu hari,diadakan tes untuk placement class kegiatan asrama…pada saat itu,ego saya naik…saya berkata dalam hati ‘kalau saya tidak masuk ke kelas tertinggi,saya gak bakal masuk kelas’… heheh.. ternyata Allah menakdirkan saya untuk selalu masuk kelas, berdasarkan hasil tes,saya masuk ke kelas tertinggi.. *chyeee… saya masuk ke kelas 3,temen sekelas pinteerrrr pinterrr… alumni gontor yang secara brand sudah tidak diragukan lagi,alumni pesantren salafi yang secara brand nahwu atau sebut saja brand ambassador nahwu.. hehehh.. yah.. jadi minder-minder suka deh.. pokoknya jadi malu lah kalau telaaatttt…

Pembelajaran seruuuu..semua pengajarnya sudah senior..tidak ada yang ngajar teman sendiri,hal tersebut menjadikan rasa menghormati terhadap guru semakin tinggi… seru juga karena dikelas penuh analisis,,dan kelas berjalan cepattt….

Lanjut ke semester selanjutnya..kalau gak salah semester 4..kelaspun berubah menjadi banyak sekali…karena yang tadinya kelas 2 semua menjadi kelas tiga… mungkin hal tersebutlah yang membuat saya hanya 50% masuk kelas dalam kegiatan asrama..dan pada akhirnya saya diputuskan untuk TL (tidak lengkap) yang berakibat pada pengurangan 2 sks untuk semester berikutnya… pada saat itu,saya sudah mempunyai target untuk lulus setahun lebih awal..alhirnya saya berusaha sekuat tenaga untuk mengurusi absen saya yang menyebabkan TL tersebut.. cukup panjang ceritanya,yang jelas,,,,karena bentuk ‘protes’s saya tersebut,,,pihak BAAK terheran dengan sikap saya,saya yang sebelumnya diam dengan hal-hal yang senada dengan demikian,,sekarang langsung berdiri tegak dengan suara lantang untuk berkata “saya tidak mungkin TL,karena saya yakin,semalas-malasnya saya mengikuti kegiatan asrama,tidak mungkin jika msuk saya kurang dari 50%”.. alhamduliLLah setelah melalui proses panjang tersebut,saya tidak jadi mahasiswa TL dan sks tetap normal bisa diambil tanpa pengurangan.. dalam hati berkata “ha ha ha ha.. jangan remehkan saya dan jangan tindas saya” karena masa-masa semester 4-5 saya merasa ditindas karena suatu hal yang walau sudah berlalu tidak pantas untuk diceritakan…
Sebenarnya,bentuk protes saya yang seperti itu adalah hal pertama dalam hidup saya,,saya diharuskan untuk bisa dan berani berkata-kata seperti itu… *ah,sudahlah…

Selanjutnya,,ada pengumuman untuk pengajuan beasiswa,,, namun saya tidak lols dari pihak kampus karena sutu hal yang kemungkinan besar adalah sama seperti sebab TL saya,,dan gak pantas untuk diceritakan…jadi.. *sensor.. hehehh…

Apalagi yha cerita saya?? Kapan kapan deh insyAllah dilanjut…. _Bersambung_______

Minggu, 03 Agustus 2014

Dream, Desire, and Destiny (part 3) *bukan Diary


Kedua, pada pertengahan semester satu lebih condong ke awal, saya dan teman-teman seangkatan ditanya siapa yang pernah belajar bahasa arab?,tidak seperti biasanya,saya mengacungkan tangan saya dan saya menjawab bahwa sudah pernah belajar bahasa arab. Waktu itu ada 10 yang sudah pernah belajar bahasa arab.. dan ternyata dari 10 tadi dijadikan muharikah, kalau dalam bahasa Indonesia artinya penggerak. Disini para muharikah berkewajiban untuk menjadi pembimbing belajar bahasa arab. *wah,ini pengalaman baru saya nih… mengajari mahasiswa gitu lho.. hehehe.
Waktu terus berjalan dong pastinya,,oh iya… sebelum lanjut..seingat saya seminggu sekali diadakan perkumpulan muharikah tiap asrama yang tujuannya adalah melaporkan kerja. Atau dalam konteks ini lebih gampang disebut dengan sharing dan evaluasi. Saya se asrama dengan gelombang 3,dan memang saya gelombang tiga di kampus. Gelombang 3,identik dengan ‘nakal-nakal’, mungkin karena kebanyakan mereka seperti saya,opsi terkhir untuk kuliah di ekonomi islam. Setiap sharing dan evaluasi,asrama lain Nampak menyeritakan bahwa anggota asrama mereka selalu bersemangat untuk mengkikuti kegiatan asrama,selalu tepat waktu dan antusias,sedangkan kalau di asrama saya,evaluasinya adalah tidak ada yang antusias,,,sebenarnya saya tidak beban dengan hal itu,karena pada saat itu saya menganggap wajar,selain karena asrama lain sudah lama bertemu,,juga mungkin memang mereka sangatlah berniat untuk belajar ekonomi islam.
Sekitar tengah semester satu,diadakan pengerucutan muharikah di asrama saya,diadakan tes untuk ke sepuluh muharikah tadi,,,tesnya berupa mengajar kepada sepuluh muharikah tadi. Dan akhirnya terkerucut menjadi 5 muharikah. Wow..ternyata saya tetap menjadi muharikah,,dan radak kerennya lagi,saya kebagian membimbing mantan muharikah..wah,beban berat buat saya sebenarnya,,pastinya mereka pinter-pinter dong.. selain itu juga pada kenyataannya,mereka ternyata semangat sekali belajar bahasa arab,,saya yang dulunya selalu mulai akhir dan selesai duluan,,,sebagai hak prerogative saya, menjadi sebaliknya..mulai awal sebelum matahari terbit sampai pmatahari terik..*lebay..
Sedikit cerita..karena saya dituntut oleh teman-teman mantan muharikah,sampai pada suatu hari,,saya mengadakan kegiatan belajarnya di kamar asrama..sambil belum cuci muka bangun tidur malam,menggunakan kerudung selimut,dan mengggunakan babydoll saya belajar dengan mereka. Kemudian mereka saya beri tugas dan saya tinggal sleeping beauty… eh..gak disangka..mereka membangunkan saya dan meminta saya untuk segera cuci muka dan mereka kana menunggu itu.. *haduh..cewek kok jorok banget saya…

Oke.. sekarang kita lanjutkan ke ujian semester asrama..saya bahagia banget..karena selaku muharikah,tidak perlu deh ikut ujian,,dan lebih menariknya lagi,,,akhirnya..saya membuat soal ujian bahasa arab untuk angkatan 2009 putri… heheh..*sebenarnya seluruh muharikah yang membuat,tapi ternyata begitu saya lihat,alhamduliLLah ternyata soal saya yang dianggap oleh Pembina kegiatan sebagai soal yang pas untuk diujikan… saya berfikir pada saat itu..”saya akan membuktikan bahwa asrama saya mampu,mereka semua pintar-pintar,cerdasa dan semangat,,,karena jujur,saya sendiri merasa risih saat forum sharing dan evaluasi dengan muharikah asrama lain yang sudah saya ceritakan di atas,mereka selalu menceritakan bahwa anggota asrama mereka antusias dalam mengikuti kegiatan asrama dan kritis dalam belajar,,,sedangkan asrama saya??yah..dapat dijawab sudah..hanya mantan muharikah yang smpat belajar bareng saya yang seperti itu”

Taraaaa….hasil keluar.. alhamduliLLah,,,kami muharikah seasrama dapat membuktikan pada seluruh angkatan 2009 bahwa asrama kami tidak bisa dipandang sebelah mata,salah satu anggota asrama kami mendapat nilai terbaik,,dan sebagian besar dari anggota asrama kami nilainya diatas rata-rata… tuh kan.. gak usaha macem macem dengan asrama kami..pake sok-sok ngasih saran lagi… *hehehehhh..tidak sombong,tapi sedikit takabbur..heheh

Ke empat… saatnya blajar numpang tenar..saya sebut numpang tenar,karena saya kan ikut BEM,tapi Cuma mbebek saja… sebel sebenranya kalau ingat hal itu…. *heh
Tes BEM saya lalui,,,eh,saya gak lolos dengan harpan saya sebenranya pingin di Departemen Luar Negeri.. yah,,,kecewa berat,setanpun merasuki pikiran saya.. *sebaiknya gak dicertitaka untuk hal ini,,biarlah saya dan teman-teman dekat saya yang tahu…

Saya dimasukkan ke bagian kajian kemuslimahan,wah..beratisaya muslimah tulen ini…heheh..
Oke oke…bereeessss……..


Eh..cerita yang selanjutnya disambung lagi kapan-kapan insyaAllah yha..ada something yang harus saya lakukan sekarang.. _bersambung _ _ _ _ ^^

Sabtu, 02 Agustus 2014

InsyaAllah pasti ada hikmahnya


Eh..eh.. saya nemu tulisan saya yang aneh ini... saya ingat timing nulis ini adalah saat mendengarkan dosen bercerita... hehehh.... alhamduliLLah jadi ingat.... hikmah dari menulis.. pelajaran yang dapat diambil: "tulislah apa yang kamu baca dan bacalah apa yang kamu tulis".. *baca disini bermakan luas lho.. bisa baca buku,bisa baca keadaan,atau bahkan bisa belajar baca pesan tersirat.. Good Job.. ^^

Ini nih tulisannya:

Merasa dunia hanya ada disekeliling diri saja kadang membuat merasa bahwa hidup hanyalah sebatas pada lingkungan itu. Tidak bisa menghadapi berbagai macam manusia. Kaget jika bertemu dengan manusia terheran jika menjumpai manusia yang membuat kita menjadi ikut-ikutan gaya mereka dan kadang juga tidak mau berbicara  dikarenakan tidak berani berkata “maaf. Saya tidak bisa melakukan apa yang ada inginkan”
 Ya. Begitulah memang.. namun kenapa masih saja tetap melakukan hal yang demikian? Apakah karena mental yang perlu direvolusi? Oh.. tidak.. seolah menyalahkan diri sendiri karena tidak tahu bagaimana kemampuan diri. Serusak-rusaknya manusia. Bahkan lebih hina dari binatang??!!

Dream, Desire, and Destiny (Part 2) *bukan diary


Jogja, adalah kota yang menjadi bagian dari perjalanan hidupku,,,
Awal di Jogja seperti yang diungkapkan sebelumnya,,,saya memiliki dendam mebara karena cita cita saya mulai terkikis menjadi bongkahan kerikil yang kini sudah menjadi debu mungkin….

Awal di Jogja mengajarkan saya untuk selalu patuh akan peraturan,,peraturan itu pasti mengingat, dan saya sendiri secara pribadi tidak setuju jika ada perkataan “peraturan ada untuk dilanggar” itu hanyalah sebuah perkataan masa kanak-kanak yang merasa sok bijak,sok berani,dan sok-sok kejelakan yang lain..

Mulai dari penampilan yang harus berubah,ketepatan waktu untuk datang di masa-masa awalpun (OSPEK) juga menjadi momok yang tidak begitu besar sebenarnya dalam awal hidup di Jogja.. bahkan karena dendam saya tadi,pada saat OSPEK,saya terkesan meremehkan dan membuat semua mudah,tidak begitu memperhatikan tingkah kakak kelas,tingkah teman,dan bahkan tingkah narasumber yang berusaha untuk menarikpun,,susah bagi saya untuk melihatnya bahkan meliriknya… *astaghfiruLLah

Pastinya,seiring waktu,,,OSPEK pun terlalui,,tiba masanya perkuliahan awal semester satu,,,,disinilah saya mulai menaruh perhatian,,bukan pada kakak kelas,bukan pada teman,juga bukan pada lingkungan sekitar,,saya hanya tertarik pada para dosen yang menurut saya,,,semuanya luar biasa,,mereka memberikan banyak sekali hal baru dalam hidup saya,mereka menjelaskan sesuai nalar saya..*mungkin itu adalah efek mereka yang memang pintar dan cerdas juga sudah banyak makan asam garam…sedangkan waktu OSPEK?? Yah…mungkin kakak kelas saya hanya mengandalkan pengalaman dia waktu kuliah saja…

Saya tinggal di asrama,,karena kampus mewajibkan untuk tinggal di asrama,,teman sekamar saya adalah kakak kelas yang pintar,,dia tergolong pada mahasiswi yang pendiam dan menjadi bintang,bukan hanya karena kesantunannya dalam berbicara,,tetapi juga karena kecerdasaannya…dan berdasarkan yang saya ketahui,,,kini dia sudah mempunyai anak… rindu sebenarnya dengan mbak deba dipanggilnya.. ^^

Lagi dan lagi,,kenyataan hidup adalah terus berjalannya waktu,,,saya menyelinapkan dendam saya di dalam hati saya yang paling dalam,,,(yang pada saat itu hanya keluarga dan saya yang tahu,,kini,,karena sudah posting,,pastinya pembaca juga menjadi tahu dong… hehehe..). selain kegiatan wajib dari asrama dan kampus, saya melakukan kegiatan-kegiatan ekstra yang sebearnya sudah terprogram dari kampus, biasa disebut dengan halaqoh. Ada juga kegiatan KNKIE (kuliah non kurikuler Islamic Enterpreneur).. *tapi,waktu saya masih terasa lebih,,sehingga seperti normalnya penghuni asrama,mencuci,antri,ngobrol ngalor-ngidul gak jelas pun masih menjadi rutinitas wajib…

Mencuci,,,hiburan saya yang menyenangkan…saya mencuci sambil bernyanyi,entahlah nyanyian apa yang saya nyanyikan…namun hingga saat ini,,,teman-teman se asrama saya mengingat dan mengenal saya karena itu,,,,*oh iya..kalau teman saya cloudy karena pisah dengan keluarga sampai akhirnya mereka menangis,,,kalau saya,seingat saya tidak pernah menangis karena itu,,,saya hanya menangis kalau lagi ingat cita-cita saya….

Kejadian-kejadian di asrama kalau diingat, sangatlah menggelikan,,,,,sifat kekanak-kanakan banyak sekali muncul…
Saya ceritakan mulai dari yang saya ingat dulu yha…..
Pertama,yang paling saya ingat dalam hal kekanak-kanakan adalah saat ada forum di asrama,,forum itu dikenal dengan forum ‘tabayyun’.. sebenarnya forum ini bagus,,tapi entah mengapa,,menjadi kurang menyenagkan bagi saya… dalam forum ini,,,semua penghuni asrama berhak untuk mengungkapkan rasa kesalnya pada siapapun,,dengan tujuan untuk perbaikan diri,,,*wah..hasilnya malah beda,,bukan perbaikan diri,,tapi malah saling menggerutu di belakang..
Saya pernah jadi artis disini..(saya yg menyebabkan forum ini diadakan)..pada saat itu,,saja menjadi penanggungjawab piket,saya selaku penanggungjawab, berhak bahkan berkewajiban untuk mengingtkan teman yang belum melaksanakan piket..akhirnya,karena pada dasarnya pada saat mengingtkan itu saya lagi ‘kesel’ sama objek,,jadi dengan nada tinggi yang saya ingatkan..dan mungkin juga sampai keluar kata-kata kasar,sehingga menunjukkan sikapnya yang marah dan protes akan kata-kata dan sikap saya..dia mengadu padapembina asrama,akhirnya besok malamnya diadakan forum yang disebut ‘tabayyun’ tadi… tapi,sebelumnya ada yang bilang ke saya bahwa si A tadi bilang kepada Pembina asrama..dan akhirnya akan diadakan forum. Saya jadi bisa siap-siap deh… hehehehe… *lucu sekali kalau diingat masa kanak-kanak banget itu….

Sudah dulu yha…. Radak bosen saya… padahal dikit banget ini masihan.._hehehe… InsyaAllah kapan-kapan nulisnya dan ceritanya disambung lagi… jadi sekarang: Bersambung_ _ _ _ ^^

"Mereka"ku


31 Juli 2014 jam 19.00

Dalam hidup,selalu ada kata “mereka”.. entah itu mereka yang lampau,ataupun mereka yang sekarang, atau bahkan mungkin mereka yang akan datang yang sudah pasti, siapa mereka yang akan datang belum diketahui bentuk,model dan karakternya.

Terlepas dari itu semua,jika memang dalam hidup anda selalu mencari hal baru dan menyukai tantangan, diantara “mereka-mereka” semua pasti berbeda, anda yang hidup di banyak tempat,walau hanya menjumpai sedikit dari “mereka” pasti anda sadar akan hal itu.

“mereka”dulu saya, dan “mereka” sekarang sayapun sangatlah berbeda.. “mereka” saya dulu adalah “mereka” yang menurut saya adalah pribadi yang mampu untuk menunjukkan siapa dirinya.. kalau saya terka lebih dalam lagi.. mungkin “mereka” saya yang dulu demikian dikarenakan “mereka” sama dengan saya dari sisi usia dan tujuan untuk berkumpul dalam satu tempat tersebut,kalaupun ada yang berbeda,perbedaan tersebut telah tertutupi karena saling bertemu dan bermalam-malam bersama-sama.

Sedangkan “mereka” saya yang sekarang?? Entahlah.. sayapun tidak tahu,sebab utama apa,mungkin karena tujuan kita bertemu sangatlah berbeda,mungkin juga usia yang berbeda,bahkan mungkin juga pengalaman hidup yang berbeda,,, itu semua hanyalah mungkin dan mungkin lagi….

“mereka” saya yang sekarang pada saatnya, akan menjadi “mereka” saya yang dulu,,ya.. itu pasti,,,,karena kehidupan terus berjalan,bagai air yang katanya selalu mnegalir,,bagai ikan yang selalu hidup di air dengan ingsang sebagai denyut kehidupan,,itulah manusia dalam kehidupan…

“mereka” saya sekarang… hmm..sebuah kata yang jika dibaca memang membingungkan..tapi itulah gubahan hati saya saat ini..

“mereka” dan “mereka” itulah yang selalu ada dalam hidup saya… saya yang selalu berada dalam dunia baru disetiap pereode waktu.. entahlah waktu apa itu disebut…

“mereka” dulu dan “mereka” sekarang… sangatlah berbeda… Beda mulai dari wujudnya,,beda mulai dari hatinya (mungkin),,dan beda dalam segalanya.. itulah hakekat nyata dari “Setiap Manusia itu Unik”…

“mereka” saya sekarang… ya.. “mereka”……
“mereka” saya dulu… ya… “mereka”….

Lalu… bagaimana dengan “mereka” saya yang akan dating?? Oh… benar benar teka-teki…

Saya tidak mau memikirkan “mereka” saya dulu.. karena itu adalah bagian dari masa lalu saya..tapi mau tidak mau.. semuanya pernah singgah dalam hati..hati yang mana saya tidak tahu..mungkin hati yang terdalam..dan mungkin juga hati yang paling kecil… ungkin..dan mungkin lagi….

Sedangkan “mereka” saya yang sekarang??!! Mau atau tidak mau.. saya harus menjumpai mereka..bukan dalam waktu yang tidak ditentukan dan juga bukan juga dalam tempat yang tak disangka..tempatnya sudah pasti secara manusianya..dan waktupun juga pasti secara target manusiawinya.. tapi… benar benar mungkin dan mungkin lagi… bahwa.. “mereka” saya yang sekarang tidak seindah “mereka” saya yang dulu….

Dapat membedakan antara “mereka” saya dulu dan “mereka” saya sekarang.. karena saya telah hidup hingga saat ini..dan juga karena (mungkin) saya terlalu memasukkan ke dalam hati tentang “mereka”…

Namun.. jika diingat dan dirasakan secara lebih lagi, “mereka” saya yang dulu dan “mereka” saya yang sekarang mempunyai kesamaan.. yaitu : “sama-sama saya tak tahu bahasa kalbu mereka”..saya menilai “mereka” hanya dari bagaimana “mereka” berkata,bagaimana “mereka” memandang dengan mata “mereka”,bagaimana “mereka” bersikap kepada saya,bagaimana “mereka” menganggap saya berdasar pada yang saya lihat dengan mata telanjang saya, dan bagaimana “mereka” sigap kepada saya….

Semoga dan Semoga… “mereka” dulu dan “mereka” sekarang tidak menjadi beban dunia akhirat saya… dan yang lebih utama… saya tidak menjadi beban dunia akhirat “mereka” berdua…

“mereka” dulu dan “mereka” sekarang… serba-serbi kehidupan nan indah… J J J

Be Grateful and say AlhamduliLLah….